Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Teknik Memilih dan Mengolah Daging agar Rendang Lebih Gurih

5 Teknik Memilih dan Mengolah Daging agar Rendang Lebih Gurih
ilustrasi rendang (pexels.com/Nonik Yench)
Intinya Sih
  • Pemilihan bagian daging dengan keseimbangan lemak dan serat menjadi kunci agar rendang empuk, gurih, dan tidak mudah hancur saat dimasak lama.
  • Teknik memotong melawan serat serta mencuci daging secukupnya membantu menjaga tekstur dan rasa alami tanpa menghilangkan sari penting dari daging.
  • Proses memasak bertahap dengan api kecil dan pengadukan berkala memastikan bumbu meresap sempurna, santan mengental alami, serta menghasilkan rendang bertekstur lembut dan kaya rasa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Siapa yang tidak kenal dengan rendang? Ini bukan hanya sekadar masakan daging biasa. Namun, menjadi bagian dari warisan kuliner legendaris di nusantara. Kelezatan rendang sangat bergantung pada kualitas daging serta cara pengolahannya.

Banyak orang mengira bahwa bumbu adalah kunci utama. Padahal pemilihan dan perlakuan terhadap daging juga berperan besar dalam menciptakan rendang yang gurih, empuk, dan meresap sempurna. Agar hasil masakan lebih maksimal, berikut lima teknik penting yang bisa diterapkan.

1. Pilih bagian daging yang tepat

ilustrasi daging mentah (unsplash.com/Changyoung koh)
ilustrasi daging mentah (unsplash.com/Changyoung koh)

Tidak semua bagian daging sapi cocok untuk rendang. Pilihlah bagian yang memiliki sedikit lemak dan serat yang cukup. Seperti bagian paha atau sandung lamur. Bagian ini memiliki keseimbangan antara daging dan lemak sehingga saat dimasak lama, teksturnya akan menjadi empuk tanpa hancur.

Lemak juga berperan dalam memberikan rasa gurih alami yang memperkaya cita rasa rendang. Menghindari daging yang terlalu sedikit lemak bisa membuat rendang terasa kering dan kurang nikmat. Sebaliknya, jika terlalu berlemak, hasilnya bisa terasa enek. Jadi, keseimbangan adalah kunci.

2. Potong daging dengan melawan serat

ilustrasi daging mentah (unsplash.com/Kyle Mackie)
ilustrasi daging mentah (unsplash.com/Kyle Mackie)

Teknik memotong daging sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh pada tekstur akhir. Untuk rendang, potonglah daging melawan arah serat. Cara ini membuat serat daging menjadi lebih pendek sehingga lebih mudah empuk saat dimasak.

Ukuran potongan juga penting. Potongan yang terlalu kecil bisa membuat daging hancur saat dimasak lama. Sementara potongan terlalu besar bisa membuat bumbu sulit meresap. Idealnya, potong daging berbentuk kubus sedang agar matang merata dan tetap utuh.

3. Jangan mencuci daging terlalu lama

ilustrasi daging mentah (pexels.com/Markus Spiske)
ilustrasi daging mentah (pexels.com/Markus Spiske)

Banyak orang mencuci daging terlalu lama dengan air mengalir. Padahal ini bisa menghilangkan sebagian sari daging yang justru penting untuk rasa. Cukup bilas sebentar untuk membersihkan kotoran atau darah yang menempel.

Jika ingin mengurangi bau amis, bisa menggunakan air perasan jeruk nipis atau sedikit garam, lalu diamkan sebentar sebelum dimasak. Cara ini membantu menjaga rasa alami daging tanpa menghilangkan kelezatannya.

4. Gunakan teknik memasak secara bertahap

https://www.pexels.com/id-id/foto/makanan-mangkuk-mangkok-lezat-5835740/
ilustrasi rendang (pexels.com/Nonik Yench)

Rendang membutuhkan waktu memasak yang cukup lama, tetapi prosesnya tidak boleh tergesa-gesa. Awali dengan api sedang saat santan dan bumbu mulai dimasak bersama daging. Setelah mendidih, kecilkan api dan masak perlahan. Teknik ini memungkinkan bumbu meresap secara bertahap ke dalam serat daging.

Selain itu, santan akan mengental perlahan dan berubah menjadi minyak alami yang menjadi ciri khas rendang. Jika api terlalu besar, santan bisa pecah dan daging tidak matang merata. Kesabaran dalam proses ini akan menghasilkan rendang yang lebih kaya rasa dan tekstur yang sempurna.

5. Aduk secara berkala, bukan terlalu sering

https://www.pexels.com/id-id/foto/hidangan-rendang-daging-sapi-tradisional-indonesia-tampilan-dekat-37080534/
ilustrasi rendang (pexels.com/Wahyu Prabowo)

Mengaduk rendang memang penting agar tidak gosong. Tetapi terlalu sering mengaduk justru bisa merusak tekstur daging. Daging bisa hancur sebelum waktunya, terutama saat mulai empuk.

Aduk secukupnya, terutama saat santan mulai mengental. Gunakan spatula atau sendok kayu dan lakukan dengan hati-hati. Selain menjaga bentuk daging, teknik ini juga membantu menjaga keseimbangan antara kuah dan minyak yang terbentuk selama proses memasak.

Membuat rendang yang gurih dan autentik bukan hanya soal mengikuti resep, tetapi juga memahami teknik di baliknya. Dengan menerapkan lima teknik di atas, kamu tidak hanya meningkatkan kualitas rendang, tetapi juga menghargai proses memasak itu sendiri. Rendang yang baik adalah perpaduan antara bahan berkualitas, teknik yang tepat, dan ketelatenan dalam setiap langkahnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Related Articles

See More