Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Tips Mencegah Kontaminasi Silang saat Menyimpan Makanan, Tetap Aman!
ilustrasi pisau daging (unsplash.com/Kyle Mackie)
  • Kontaminasi silang terjadi saat mikroorganisme berbahaya berpindah dari bahan mentah ke makanan matang, sehingga penting menjaga kebersihan dan pemisahan bahan saat penyimpanan.
  • Gunakan wadah tertutup rapat untuk mencegah kebocoran cairan dari bahan mentah serta pastikan alat dan permukaan dapur selalu dicuci bersih sebelum digunakan kembali.
  • Suhu penyimpanan ideal adalah maksimal 4°C untuk kulkas dan -18°C untuk freezer, serta hindari memasukkan makanan panas langsung agar tidak memicu pertumbuhan bakteri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kontaminasi silang merupakan salah satu penyebab utama dari keracunan makanan yang diakibatkan karena perpindahan mikroorganisme berbahaya dari satu bahan makanan ke bahan makanan lainnya. Pada umumnya hal ini bisa terjadi ketika bahan mentah, seperti ayam, daging sapi, atau makanan laut justru bersentuhan secara langsung atau tidak langsung dengan makanan matang yang siap untuk dikonsumsi.

Penyimpanan makanan yang tidak tepat justru bisa menjadi jalur utama perpindahan bakteri, seperti E.coli Salmonella, hingga Listeria. Oleh sebab itu, penting bagi setiap orang untuk mulai memahami beberapa cara berikut ini untuk mencegah potensi kontaminasi silang pada saat menyimpan makanan agar nantinya tetap bersih, aman, dan sehat untuk dikonsumsi.

1. Pisahkan makanan mentah dan makanan matang

ilustrasi butter chicken (unsplash.com/Perspective Studio)

Langkah paling dasar dalam mencegah kontaminasi silang adalah dengan berusaha memisahkan makanan mentah dan matang di dalam lemari es atau tempat penyimpanan lain. Makanan mentah, seperti daging ayam, daging sapi, atau pun ikan tentu memiliki potensi tinggi untuk membawa bakteri yang nantinya rentan berpindah ke makanan matang apabila disimpan secara berdampingan.

Coba gunakan wadah tertutup dan berilah label yang jelas pada setiap jenis makanan agar nantinya bisa menghindari potensi kesalahan dalam mengambil bahan makanan. Pastikan bahwa makanan matang dapat disimpan di bagian rak atas, sedangkan bagian mentah berada di bagian bawah untuk menghindari cairannya menetes ke bawah dan berpotensi mencemarinya.

2. Gunakan wadah tertutup dan anti tumpah

ilustrasi acar (pexels.com/JÉSHOOTS)

Wadah makanan yang rapat dan kedap udara bisa mencegah potensi kebocoran cairan dari makanan mentah yang bisa berisiko membawa kuman. Hal ini tentu merupakan langkah penting, terutama ketika kamu menyimpan bahan berair, seperti daging merah atau ikan mentah yang rentan mengandung adanya cairan darah.

Menggunakan wadah berkualitas dapat menjaga kesegaran makanan lebih lama dan juga menghindari potensi kontak antar permukaan yang dianggap tidak steril. Pilihlah wadah berbahan plastik yang bebas BPA atau kaca, sehingga tetap aman digunakan untuk jangka panjang.

3. Cuci bersih alat dan permukaan sebelum menyimpannya

ilustrasi mencuci sayuran (pexels.com/Los Muertos Crew)

Kebersihan alat-alat dapur, seperti pisau, talenan, dan wadah penyimpanan ternyata sangat penting karena akan memengaruhi risiko kontaminasi silang. Jika alat-alat tersebut digunakan sebelum mengolah bahan mentah, maka harus dicuci dengan bersih menggunakan sabun dan air panas sebelum nantinya akan digunakan kembali.

Permukaan rak, lemari es, hingga meja dapur wajib dibersihkan secara rutin untuk menghindari potensi tempat berkembang biaknya bakteri. Jangan sampai meninggalkan sisa cairan atau pun serpihan makanan lama yang menempel karena bisa berpotensi mencemari makanan baru yang nantinya akan disimpan.

4. Perhatikan suhu penyimpanan yang tepat

ilustrasi kulkas (unsplash.com/Onur Burak Akın)

Menyimpan makanan pada suhu yang tidak sesuai dapat mempercepat potensi pertumbuhan bakteri, terutama untuk bahan mentah. Pastikan bahwa lemari es berada pada suhu maksimal 4 derajat Celcius dan freezer pada suhu sekitar minus 18 derajat Celcius agar bisa menghambat aktivitas mikroorganismenya.

Jangan menyimpan makanan panas langsung ke dalam kulkas karena bisa menaikkan suhu di dalam dan berdampak pada makanan lain. Coba diamkan makanan panas hingga suhunya mencapai suhu ruang sebelum nantinya dimasukkan ke dalam lemari es agar kondisi penyimpanannya pun tetap aman dan juga stabil tanpa mengalami kerusakan.

Mencegah kontaminasi silang dalam penyimpanan makanan bukan hanya soal kebersihan semata, namun juga terkait kesadaran akan risiko kesehatan yang dapat timbul akibat kecerobohan kecil. Dengan memisahkan makanan secara tepat, maka kamu bisa menghindari potensi kontaminasi silang yang mungkin terjadi. Terapkan langkah-langkah di atas secara konsisten agar setiap hidangan yang tersaji terasa menggugah selera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian

Related Article