5 Trivia Ketan Bintul, Takjil Khas Banten Sejak Abad ke-16

Takjil untuk berbuka puasa begitu beragam, ada yang berupa minuman manis, buah-buahan, hingga kue tradisional. Salah satu kuliner tradisional yang kerap menjadi takjil, yakni ketan bintul. Olahan ketan yang disajikan dengan taburan serundeng di atasnya.
Ketan bintul menjadi takjil favorit dan populer di tengah masyarakat Banten. Meski sekilas tampak sederhana, tapi ketan bintul memiliki sejarah panjang lho. Mau tahu lebih lanjut tentang ketan bintul? Yuk, simak ulasan berikut!
1.Konon, sudah ada sejak abad ke-16

Keberadaan ketan bintul di kalangan masyarakat Banten sudah berlangsung sejak abad ke-16. Pada masa tersebut pula berdirinya Kesultanan Banten. Sehingga, ketan bintul dikaitkan dengan keberadaan Sultan Maulana Hasanudin.
Beliau merupakan putra Sunan Gunung Jati, sekaligus menjadi pendiri Kesultanan Banten yang berkuasa pada 1552-1570. Sultan Maulana Hasanudin kerap menjadikan ketan bintul sebagai menu untuk menjamu para bangsawan kerajaan.
2.Makanan favorit Sultan Maulana Hasanudin

Fakta lainnya masih berkaitan dengan Sultan Maulana Hasanudin. Ketan bintul merupakan salah satu makanan favorit beliau. Selain menyajikannya untuk menjamu para bangsawan, beliau juga menjadikannya bekal dalam perjalanan serta berbuka puasa. Ketika melakukan perjalanan, beliau juga membagikan ketan bintul kepada para prajurit serta warga yang ditemui untuk berbuka puasa.
Perilaku rendah hati Sultan Maulana Hasanudin tersebut membuat warga takjub. Sejak saat itu, warga membuat ketan bintul dan menjadikannya sebagai takjil. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap beliau.
3.Dianggap sebagai tibanya bulan Ramadan

Keberadaan ketan bintul masih lestari hingga saat ini, terutama ketika bulan Ramadan. Bahkan, munculnya ketan bintul menjadi pertanda hilal bulan Ramadan. Meski kamu dapat menemukannya sepanjang waktu, tapi tidak semudah saat Ramadan.
Saat berburu takjil di Banten, kamu bakal dengan mudah menemukan ketan bintul di sejumlah pasar takjil. Salah satu penjual ketan bintul yang legendaris, yakni Ketan Bintul Haji Mamad yang sudah ada sejak 1980an. Kamu dapat menemukannya di Pasar Lama Serang, tapi hanya saat Ramadan saja.
4.Olahan ketan yang membutuhkan proses panjang

Buat kamu yang penasaran dengan rasa ketan bintul, tapi jauh dari Banten, bisa lho membuatnya sendiri. Meski membutuhkan proses panjang untuk membuat ketan bintul. Kamu perlu menumbuk ketan hingga mejadi adonan padat dan memperoleh tekstur lembut.
Ketan bintul sekilas mirip jadah, karena sama-sama dari ketan dengan campuran santan. Hanya saja ketan bintul diberi taburan serundeng atau empal daging. Sehingga rasanya semakin gurih dengan tetap mempertahankan tekstur legit dan empuk.
5.Semakin nikmat saat disantap dengan kuah empal daging

Ketan bintul memang lezat dan gurih saat dinikmati dengan serundeng. Namun, ada cara lain yang gak kalah nikmat, yakni dicocol dengan kuah empal daging. Selain dicocol, disajikan pula bersama empal daging ataupun jeroan.
Kuah empal daging yang digunakan sebagai pendamping tidak hanya menggunakan daging sapi. Beberapa penjaja ketan bintul menggunakan daging kerbau sebagai bahan utama membuat empal daging. Kalau kamu suka menyantap ketan bintul dengan cara yang mana?
Ternyata ketan bintul sudah sejak abad ke-16 berada di tengah masyarakat Banten dan masih eksis hingga saat ini. Meski dikenal sebagai takjil, tapi ketan bintul bisa bikin perutmu cepat kenyang. Apalagi dinikmati dengan empal daging bersama kuahnya.



















