5 Cara Ampuh Mengurangi Bau Jengkol saat Dimasak, Wajib Dicoba!

Banyak orang enggan mengolah jengkol karena baunya yang terlalu kuat. Rasanya sih enak, teksturnya unik, dan banyak hidangan jadi lebih nendang kalau pakai jengkol. Namun, aromanya yang menyengat sering bikin dapur bau. Bahkan setelah dimasak, baunya bisa tetap nempel lama, bikin kamu ragu buat sering-sering masak jengkol.
Padahal, mengolah jengkol supaya gak terlalu bau itu ada tipsnya. Banyak trik sederhana yang bisa kamu lakukan untuk menetralkan aromanya tanpa mengurangi rasa. Berikut ini lima cara yang bisa kamu coba untuk mengurangi aroma khas jengkol saat dimasak!
1. Rendam jengkol dengan air garam atau air kapur sirih

Langkah pertama yang paling mudah adalah merendam jengkol sebelum dimasak. Perendaman ini membantu meluruhkan senyawa yang menimbulkan bau menyengat. Kamu bisa gunakan air garam atau air kapur sirih. Air garam membantu menarik aroma tak sedap.
Sementara air kapur sirih bikin tekstur jengkol lebih empuk sekaligus menetralkan baunya. Durasi merendamnya cukup 2–4 jam saja. Kalau mau lebih maksimal, kamu bisa mengganti air rendamannya satu kali di tengah proses. Setelah direndam, bilas sampai bersih supaya sisa garam atau kapur sirih gak memengaruhi rasa masakan nantinya.
2. Rebus dengan daun salam, serai, atau kopi hitam

Aroma tanaman herbal bisa membantu mengurangi bau jengkol secara signifikan. Saat merebus jengkol, coba tambahkan daun salam, serai yang sudah digeprek, atau satu sendok bubuk kopi hitam tanpa gula. Ketiganya dikenal sebagai bahan alami yang kuat menyerap aroma menyengat.
Daun salam memberi aroma lebih netral, sementara serai kasih sensasi wangi segar yang cukup kuat menutupi bau jengkol. Bubuk kopi bekerja beda, dia menyerap bau sekaligus menetralisir aroma di air rebusan. Rebus jengkol sampai empuk sambil biarkan bahan-bahan ini bekerja. Setelah matang, baunya akan jauh berkurang.
3. Geprek jengkol sebelum dimasak

Kalau kamu sering lihat jengkol geprek di warteg atau masakan rumahan, itu bukan cuma soal tampilan. Menggeprek jengkol sebelum dimasak membuat pori-porinya terbuka. Sehingga proses perebusan dan perendaman jadi lebih efektif menghilangkan aromanya.
Selain itu, bumbu juga lebih mudah meresap, bikin jengkol jadi lebih lezat. Namun, jangan sampai gepreknya terlalu keras sampai pecah total, cukup dipipihkan saja. Cara ini juga membantu jengkol matang lebih cepat, jadi aromanya gak terlalu lama menyebar di dapur.
4. Masak dengan banyak bumbu agar aromanya tertutup

Bumbu yang kuat bisa jadi tameng yang efektif untuk menutupi bau jengkol. Saat memasak, coba perbanyak bawang merah, bawang putih, lengkuas, jahe, atau cabai. Hidangan seperti semur, balado, atau rendang jengkol biasanya terasa jauh lebih enak karena bumbu yang digunakan cukup kompleks.
Selain itu, penggunaan bumbu pekat juga bikin aroma jengkol lebih menyatu dengan masakan, bukan mendominasi. Dengan kata lain, jengkol tetap punya karakter, tapi gak sampai bikin bau banget. Selain rasa yang lebih kaya, kamu juga gak perlu khawatir soal baunya.
5. Ganti air rebusan dan masak dengan api kecil

Salah satu kesalahan yang bikin jengkol tetap bau adalah memasaknya dengan air rebusan yang sama dari awal sampai akhir. Padahal, air rebusan pertama mengandung aroma paling kuat. Gantilah airnya minimal sekali setelah jengkol setengah empuk.
Air rebusan baru akan membuat aroma lebih netral dan hasil masakan terasa lebih ringan. Selain itu, memasak jengkol dengan api kecil membantu aroma tidak menyebar terlalu cepat. Proses memasaknya jadi lebih terkendali dan bumbu bisa meresap perlahan.
Mengurangi bau jengkol saat dimasak itu mudah asalkan kamu tahu cara yang tepat. Dengan lima cara ini, kamu bisa menikmati jengkol tanpa takut dapur jadi beraroma tajam. Gak perlu panik lagi soal baunya.



















