Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Membungkus Kue untuk Dijual agar Menarik

ilustrasi kue
ilustrasi kue (pexels.com/Felicity Tai)
Intinya sih...
  • Pilih jenis kemasan sesuai karakter kue, seperti stoples kaca kecil untuk kukis dan wadah mika food grade untuk kue basah.
  • Mainkan warna dan desain kemasan untuk branding, seperti dengan warna pastel atau sentuhan personal yang konsisten.
  • Tambahkan sentuhan personal dengan ucapan kecil, kartu ucapan, atau stiker lucu di dalam kemasan untuk meningkatkan nilai jual.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kalau kamu punya usaha jualan kue, entah itu bronis, kukis, atau bolu jadul, rasa enak saja kadang belum cukup. Penampilan juga punya peran besar untuk menarik pembeli. Bayangkan, dua kue sama-sama lezat, tapi yang satu dibungkus asal-asalan, sementara yang satu dikemas rapi dengan desain lucu dan warna estetik. Jelas yang kedua lebih menggoda, kan? 

Dalam berbisnis makanan, kemasan itu ibarat “baju” untuk produk kamu. Kemasan bisa bikin orang jatuh cinta, bahkan sebelum sempat mencicipi. Selain bikin tampilan kue makin menarik, kemasan juga punya fungsi penting buat menjaga kualitas produk. Bungkus yang tepat bisa melindungi kue dari debu, kelembapan, dan benturan selama pengiriman. Jadi, kemasan yang baik bukan cuma soal gaya, tapi juga strategi agar kue tetap aman sampai ke tangan pembeli. Yuk, simak cara membungkus kue untuk dijual agar tampil cantik, higienis, dan pastinya bikin calon pembeli langsung pengen beli lagi!

1. Pilih jenis kemasan sesuai karakter kue

ilustrasi stoples berisi kukis
ilustrasi stoples berisi kukis (freepik.com/freepik)

Setiap jenis kue butuh kemasan yang berbeda. Kukis, misalnya, cocok banget dibungkus dalam stoples kaca kecil atau wadah aluminium foil yang ada zip lock-nya agar tetap renyah. Sementara itu, kue basah, seperti klepon, lemper, atau bolu kukus, lebih pas pakai wadah mika food grade yang rapat dan transparan agar tampilan kue tetap terlihat menggoda.

Kalau kamu jualan bronis atau kue potongan, kotak kertas dengan lapisan food grade di dalamnya bisa jadi pilihan kece. Selain tampak elegan, bahan ini juga ramah lingkungan dan bisa diberi stiker logo biar lebih profesional. Intinya, pilih bahan kemasan yang cocok dengan tekstur dan daya tahan kuemu.

2. Mainkan warna dan desain

ilustrasi kue
ilustrasi kue (pexels.com/Lukas)

Warna dan desain kemasan bisa jadi senjata ampuh untuk branding. Warna pastel memberikan kesan manis dan lembut, sedangkan warna hitam atau cokelat tua bisa memberi kesan elegan serta premium. Kamu juga bisa menambahkan sedikit sentuhan personal, seperti gambar ilustrasi kue, motif sederhana, atau logo lucu yang bikin kemasanmu gampang dikenali.

Desain jangan terlalu ramai agar tetap kelihatan bersih dan modern. Kalau bisa, usahakan warna kemasan dan logo konsisten pada setiap produk. Dengan begitu, pembeli bisa langsung engah kalau itu produkmu, bahkan dari kejauhan.

3. Tambahkan sentuhan personal

ilustrasi ucapan terima kasih
ilustrasi ucapan terima kasih (freepik.com/rawpixel.com)

Pembeli suka kalau merasa diperhatikan. Kamu bisa tambahkan ucapan kecil pada kemasan, seperti “Terima kasih sudah membeli!” atau, “Semoga harimu semanis kue ini.” Detail kecil seperti tadi bisa bikin pelanggan merasa lebih dihargai dan punya pengalaman positif saat membeli produkmu.

Selain itu, kalau kamu jualan daring, tambahkan juga kartu ucapan atau stiker lucu di dalam kemasan. Gak harus mahal, tapi ini bisa banget meningkatkan nilai jual dan bikin pembeli pengen pesan lagi karena merasa diperlakukan spesial. Jadi, jangan malas menambahkan sentuhan personal, ya!

4. Perhatikan kebersihan dan keamanan

ilustrasi kue
ilustrasi kue (pexels.com/Felicity Tai)

Kesan pertama bisa rusak kalau kemasanmu kotor atau berbau. Pastikan semua wadah, plastik, atau kertas yang kamu pakai bersih dan aman untuk makanan. Gunakan sarung tangan saat membungkus dan hindari menyentuh kue langsung dengan tangan kosong.

Selain itu, kalau kamu kirim kue ke luar kota, pastikan kemasannya kuat dan tahan guncangan. Gunakan bubble wrap, kertas tisu food grade, atau karton tambahan agar kue gak rusak di jalan. Kualitas rasa dan bentuk yang tetap utuh bakal bikin pembeli puas, lalu balik lagi.

5. Beri label informasi

ilustrasi kue mafin
ilustrasi kue mafin (freepik.com/nensuria)

Label bukan sekadar untuk gaya-gayaan, tapi juga bukti profesionalitas. Tambahkan informasi penting, seperti nama produk, tanggal produksi, tanggal kedaluwarsa, bahan utama, dan kontak bisnismu. Ini penting banget, apalagi kalau kamu mau jualan di marketplace atau titip di toko.

Kalau ingin tampil lebih keren, kamu bisa tambahkan kode QR yang mengarah ke akun Instagram atau katalog daring. Dengan begitu, pembeli bisa langsung kepoin produk lain yang kamu produksi. Ini juga meningkatkan kemungkinan repeat order.

Membungkus kue untuk dijual bukan hanya soal membungkus makanan, melainkan juga membungkus kesan pertama pembeli terhadap brand kamu. Kemasan yang menarik, bersih, dan punya karakter bisa bikin kue kamu terlihat lebih bernilai serta berkelas. Jadi, mulai sekarang, jangan remehkan peran bungkus! Dengan kemasan yang kece, kue buatanmu bisa naik level!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Food

See More

5 Tips Meal Prep Rolade Ayam Wortel, Enak dan Gampang Dibekukan

14 Feb 2026, 22:42 WIBFood