Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa Makna Bakpao Polos dalam Perayaan Imlek?

ilustrasi bakpao polos
ilustrasi bakpao polos (commons.wikimedia.org/Francesc Fort)
Intinya sih...
  • Bakpao polos melambangkan keutuhan melalui bentuk bulatnya
  • Warna putih adonan bakpao polos mencerminkan kemurnian dan memberi jeda visual di meja Imlek
  • Bakpao polos melambangkan rezeki yang utuh tanpa kekosongan, disajikan dalam jumlah beberapa buah untuk mewakili kelimpahan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makanan Imlek tidak pernah sekadar soal rasa, tetapi juga tentang bentuk, warna, dan cara sebuah hidangan dihadirkan di meja. Bakpao polos yang tampak sederhana tanpa isian dan tanpa warna tambahan justru termasuk sajian yang sarat makna dalam tradisi Imlek. Bentuknya yang bulat, warnanya yang putih, dan teksturnya yang utuh mencerminkan harapan tertentu yang diwariskan lewat kebiasaan makan.

Dalam banyak keluarga, bakpao polos disajikan bukan karena praktis semata, melainkan karena maknanya dianggap selaras dengan semangat tahun baru. Berikut penjelasan makna bakpao polos dalam perayaan Imlek yang wajib kamu ketahui.

1. Melambangkan keutuhan melalui bentuk bulatnya

ilustrasi bakpao
ilustrasi bakpao (commons.wikimedia.org/Francesc Fort)

Bakpao polos dibuat dalam bentuk bulat penuh bukan tanpa alasan. Dalam tradisi kuliner Tionghoa, bentuk makanan selalu dipertimbangkan sejak tahap pembentukan adonan, terutama untuk hidangan perayaan. Adonan bakpao yang dibulatkan sempurna tanpa lipatan terbuka menandakan bahwa isi dan strukturnya menyatu dari luar ke dalam. Tidak ada bagian yang sengaja disembunyikan atau dibelah, sehingga bakpao hadir sebagai satu kesatuan utuh ketika dihidangkan.

Dalam sajian Imlek, bakpao polos biasanya tidak dipotong sebelum disajikan. Hal ini penting karena bakpao yang tetap utuh dianggap merepresentasikan harapan agar apa yang dimiliki keluarga tidak terpecah. Kebiasaan ini juga menjaga tekstur bakpao tetap stabil karena uap air di dalam bakpao tidak cepat keluar.

Bakpao yang tidak dibelah akan terasa lebih lembap dan empuk saat disantap. Bentuk bulat juga memudahkan bakpao disusun rapi dalam kukusan bambu atau piring saji besar. Susunan melingkar yang simetris sering dipilih karena terlihat seimbang dan tidak menyisakan ruang kosong. Dengan kata lain, makna keutuhan pada bakpao polos bukan hanya simbol, tetapi hadir dari cara adonan dibentuk, dikukus, dan disajikan apa adanya di meja makan Imlek.

2. Mencerminkan kemurnian lewat warna putih adonannya

ilustrasi bakpao
ilustrasi bakpao (commons.wikimedia.org/CNEcija12345)

Warna putih pada bakpao polos berasal dari kombinasi tepung terigu, ragi, dan proses pengukusan yang tepat. Tidak ada pewarna, tidak ada isian, dan tidak ada topping tambahan. Bakpao polos yang putih bersih menunjukkan adonan berhasil difermentasi dengan baik. Jika fermentasi tidak tepat, warna bakpao cenderung kusam atau keabu-abuan.

Di meja Imlek yang dipenuhi hidangan berwarna merah kecokelatan dari saus dan bumbu, bakpao polos hadir sebagai penyeimbang visual. Warna putihnya memberi jeda bagi mata sebelum beralih ke hidangan lain. Bakpao polos membantu menjaga tampilan tanpa mengurangi kekayaan menu yang disajikan. Rasa gandum yang lembut dan netral justru menjadi nilai utama. Inilah alasan mengapa bakpao polos tetap dipertahankan meski variasi bakpao berisi semakin banyak.

3. Melambangkan rezeki yang utuh tanpa kekosongan

ilustrasi bakpao
ilustrasi bakpao (commons.wikimedia.org/Guilhem Vellut)

Bakpao polos memiliki karakter adonan yang padat, tapi ringan, tanpa rongga besar di bagian tengah. Kepadatan ini bukan kebetulan, melainkan hasil pengaturan takaran air dan waktu fermentasi.

Dalam tradisi Imlek, bakpao yang terisi penuh dari luar hingga dalam dianggap mewakili rezeki yang tidak bocor dan tidak terputus. Berbeda dengan bakpao berisi yang memiliki pusat rasa tertentu, bakpao polos menyebarkan rasa secara merata di seluruh bagian. Setiap gigitan memberikan tekstur dan rasa yang konsisten.

Bakpao polos juga jarang disajikan satuan. Biasanya hadir dalam jumlah beberapa buah sekaligus, disusun rapat di kukusan. Penyajian ini memperkuat kesan bahwa rezeki tidak datang sendiri-sendiri, tetapi terkumpul dan berkelanjutan. Praktik ini terus dipertahankan karena dianggap selaras dengan harapan tahun baru.

Meski rasanya sederhana, bakpao polos memiliki fungsi penting dalam susunan hidangan Imlek. Ia menjadi pengikat antara lauk berat dan hidangan ringan. Makna rezeki yang utuh pada bakpao polos datang dari cara adonan diolah, disusun, dan dibagikan di meja makan keluarga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Food

See More

[QUIZ] Siapa Member Aespa yang akan Valentine's Dinner bersamamu?

14 Feb 2026, 19:30 WIBFood