Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
8 Istilah Baking untuk Pemula agar Gak Bingung Baca Resep
ilustrasi membuat kue (freepik.com/pressfoto)

Saat mencoba resep kue sendiri, kamu mungkin menemukan istilah seperti folding, creaming, atau proofing yang bikin bingung. Istilah-istilah ini sering muncul dalam resep baking dan punya cara pengerjaan yang berbeda, lho. Kalau belum familiar, wajar saja kalau kamu jadi ragu harus mulai dari mana atau bagaimana mengolah adonannya dengan benar.

Nah, setiap istilah baking punya teknik dan tujuan yang berbeda, lho, mulai dari cara mencampur bahan hingga proses mengembangkan adonan. Kalau asal mengikuti langkah tanpa memahami maksudnya, hasil kue bisa saja kurang sesuai harapan. Supaya makin percaya diri saat mencoba resep baru, yuk, kenali delapan istilah baking untuk pemula yang penting diketahui sebelum mulai membuat kue!

1. Folding, teknik mencampur adonan tanpa mengempiskan udara

ilustrasi wadah stainless untuk mencampur adonan kue (freepik.com/freepik)

Kamu akan sering mendengar istilah folding ketika membuat chiffon cake, sponge cake, atau kue lain yang mengutamakan tekstur yang ringan dan mengembang. Teknik ini dilakukan dengan mencampur adonan secara perlahan menggunakan spatula, biasanya dengan cara mengangkat adonan dari bawah lalu melipatnya kembali ke atas. Tujuannya adalah agar bahan tercampur dengan rata tanpa menghilangkan terlalu banyak udara yang sudah ada dalam adonan.

Bagian ini perlu diperhatikan karena mengaduk adonan dengan kuat justru dapat membuat kue kehilangan tekstur lembutnya. Saat melakukan teknik folding, sesekali putar wadah sambil melipat adonan hingga semua bahan tercampur merata dan tidak ada bagian yang terpisah. Memang diperlukan sedikit kesabaran, tetapi teknik ini akan membantu menciptakan kue yang lebih ringan dan gak bantat, lho.

2. Creaming, mengocok mentega dan gula hingga lembut

ilustrasi mengocok mentega dan gula (magnific.com/prostooleh)

Kalau kamu pernah membuat butter cake atau cookies, istilah creaming mungkin sudah sering muncul dalam resepnya. Teknik ini dilakukan dengan mengocok mentega dan gula hingga menghasilkan tekstur yang halus, warna yang sedikit pucat, dan volumenya bertambah. Proses ini membantu menambahkan udara ke dalam adonan sehingga kue bisa menjadi lebih ringan setelah dipanggang.

Meski terlihat sederhana, kondisi mentega ternyata sangat memengaruhi hasil akhir. Mentega yang terlalu dingin akan sulit untuk dikocok, sementara mentega yang terlalu cair gak akan mendapatkan tekstur creaming yang baik. Jadi, gunakan mentega yang sudah cukup lunak tetapi masih bisa mempertahankan bentuknya agar adonan lebih mudah mengembang.

3. Proofing, proses mendiamkan adonan roti agar mengembang

ilustrasi proofing adonan di suhu ruang (freepik.com/freepik)

Saat kamu membuat roti, sering kali ada instruksi untuk mendiamkan adonan selama 30-60 menit atau hingga ukurannya mengembang. Tahap ini dikenal sebagai proofing, di mana ragi menghasilkan gas yang menyebabkan adonan roti bertambah volumenya. Durasi yang dibutuhkan dapat bervariasi, tergantung pada suhu ruangan, aktivitas ragi, dan jenis adonan yang dibuat.

Nah, jangan buru-buru untuk memanggang adonan hanya karena waktu yang tertera dalam resep sudah habis, ya. Perhatikan juga perubahan pada ukuran dan tekstur adonan, karena pada suhu ruangan dingin, proses ini mungkin memerlukan waktu lebih lama. Di sisi lain, membiarkan terlalu lama dapat membuat struktur adonan melemah sehingga roti menjadi sulit mempertahankan bentuk ketika dipanggang.

4. Kneading, teknik menguleni adonan hingga elastis

ilustrasi adonan yang kalis (freepik.com/jcomp)

Kneading atau menguleni merupakan teknik yang penting ketika membuat roti, donat, dan berbagai adonan berbahan dasar tepung terigu. Proses ini dilakukan dengan menekan, melipat, dan meregangkan adonan berulang kali agar jaringan gluten terbentuk dengan baik. Gluten itu sendiri membantu adonan menjadi elastis sekaligus menahan gas selama proses fermentasi.

Kalau baru belajar membuat roti, menguleni adonan mungkin terasa melelahkan, mengingat tekstur awalnya lengket dan belum mudah dibentuk. Namun, seiring prosesnya, adonan biasanya akan menjadi lebih halus, elastis, dan gak mudah robek ketika diregangkan. Gak perlu segera menambahkan banyak tepung hanya karena adonan terasa lengket karena terlalu banyak tepung justru bisa membuat roti menjadi lebih padat.

5. Sifting, mengayak tepung agar gak menggumpal

ilustrasi mengayak tepung (magnific.com/magnific)

Istilah sifting berarti mengayak bahan kering, seperti tepung terigu, cokelat bubuk, atau gula halus, sebelum digabungkan dengan adonan. Proses ini berfungsi untuk memecah gumpalan agar bahan-bahan dapat tercampur secara merata. Untuk beberapa variasi kue, terutama yang mengutamakan kelembutan, mengayak juga dapat berkontribusi dalam menciptakan adonan yang lebih halus.

Meskipun terlihat sepele, banyak orang mengabaikan langkah ini saat ingin cepat menyelesaikan resep. Namun, gumpalan cokela bubuk atau tepung yang gak tercampur rata bisa membuat hasil akhir kurang konsisten, lho. Jadi, kalau resep meminta bahan diayak terlebih dahulu, sebaiknya lakukan langkah tersebut agar pencampuran berikutnya lebih mudah.

6. Preheating, memanaskan oven sebelum memanggang

ilustrasi mengatur suhu oven (pexels.com/Backen.de)

Sebelum proses pemanggangan kue, biasanya ada intruksi untuk memanaskan oven lebih dulu atau melakukan preheating. Ini berarti oven harus dihidupkan hingga mencapai suhu yang ditentukan dalam resep sebelum adonan dimasukkan. Proses ini memastikan adonan mendapatkan panas dari awal pemanggangan sehingga pematangan bisa terjadi dengan lebih konsisten.

Ternyata, suhu oven memiliki pengaruh besar pada tekstur dan bentuk kue, bukan sekadar angka yang tercantum dalam resep. Kalau adonan dimasukkan ketika oven masih terlalu dingin, waktu pemanggangan dan hasil yang didapat dapat berbeda dari yang diinginkan. Karena itu, panaskan oven sesuai yang diarahkan dan gunakan termometer oven untuk memastikan suhu yang sebenarnya sesuai dengan pengaturan.

7. Blind baking, memanggang kulit pastry tanpa isian

ilustrasi kulit pie (magnific.com/cookie_studio)

Kalau kamu tertarik untuk membuat pie atau tart, stilah blind baking penting untuk diketahui sebelum mulai mengolah kulit pastry. Teknik ini dilakukan dengan memanggang kulit pastry terlebih dahulu tanpa diisi, baik sampai setengah matang maupun matang sepenuhnya, tergantung pada resep yang digunakan. Biasanya, kulit pastry dilapisi dengan kertas roti dan pemberat khusus agar bentuknya tidak berubah saat dipanggang.

Teknik ini sangat membantu terutama untuk pie dengan isian yang basah atau tidak memerlukan waktu memanggang yang lama. Dengan memanggang kulit terlebih dahulu, bagian bawah pastry punya kesempatan untuk matang dengan baik dan gak mudah lembek setelah diisi. Jadi, kalau kamu ingin membuat tart dengan dasar yang renyah, jangan kaget jika resep meminta kamu memanggang kulitnya dalam dua tahap, ya.

8. Ganache, campuran cokelat dan krim untuk topping atau isian

ilustrasi ganache (freepik.com/freepik)

Istilah ganache sering muncul dalam resep kue cokelat, mulai dari kue ulang tahun hingga truffle. Ganache dibuat dengan cara mencampurkan cokelat dan krim, lalu mengaduknya sampai mendapatkan tekstur yang halus dan mengilap. Rasio bahan dan suhu saat proses pencampuran akan memengaruhi kekentalannya, sehingga ganache bisa diaplikasikan sebagai isian, lapisan, atau topping kue.

Kalau kamu ingin membuat ganache untuk dituangkan di atas kue, teksturnya biasanya dibuat lebih cair dibandingkan ganache yang digunakan untuk isian atau truffle. Kamu juga harus memperhatikan jenis cokelat yang digunakan, sebab kandungan kakao dan lemaknya bisa mempengaruhi hasil akhir. Setelah memahami istilah ini, kamu akan lebih mudah menyesuaikan tekstur ganache sesuai dengan kue yang ingin dibuat, tanpa harus bingung membaca instruksi resep.

Memahami istilah baking bisa membantu kamu mengikuti resep dengan lebih mudah dan mengurangi risiko kesalahan saat membuat kue. Gak perlu langsung menguasai semuanya, kok, karena kamu bisa mempelajarinya satu per satu sambil mencoba berbagai resep di rumah. Nah, setelah mengenal istilah-istilah dasar ini, kamu jadi lebih siap bereksperimen dan menghasilkan kue lezat sesuai harapan!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article