Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Jenis Makanan Khas Indonesia yang Boleh Dibawa Penerbangan Haji

6 Jenis Makanan Khas Indonesia yang Boleh Dibawa Penerbangan Haji
Potret makanan kaleng (unsplash.com/Ignat Kushanrev)

Bagi sebagian jemaah, membawa makanan khas Indonesia saat berangkat haji menjadi hal yang cukup penting. Selain sebagai pengobat rindu kampung halaman, makanan ini juga bisa menjadi solusi praktis saat lidah belum terbiasa dengan cita rasa makanan di Tanah Suci.

Namun, tidak semua jenis makanan bisa dibawa ke dalam pesawat, apalagi saat penerbangan internasional seperti haji. Ada aturan yang perlu diperhatikan, mulai dari jenis makanan, cara pengemasan, hingga ketentuan dari maskapai dan otoritas bandara.

Oleh karena itu, kamu perlu memahami beberapa jenis makanan khas Indonesia yang umumnya diperbolehkan selama penerbangan haji, agar dapat menemanimu selama berhaji. Berikut di antaranya.

Table of Content

1. Makanan kering dan tahan lama

1. Makanan kering dan tahan lama

Makanan kering menjadi pilihan paling aman untuk dibawa. Jenis ini tidak mudah basi dan cenderung lebih praktis dalam penyimpanan. Contohnya seperti abon, kering tempe, kacang goreng, hingga kerupuk mentah atau matang. Selain ringan, makanan ini juga tidak memiliki aroma menyengat sehingga lebih aman dibawa dalam bagasi.

2. Sambal kemasan pabrik

Potret sambal kemasan
Potret sambal kemasan (freepik.com/fahrwasser)

Bagi pencinta pedas, sambal tentu jadi penyelamat di saat rindu rasa rumahan. Sambal kemasan pabrik biasanya diperbolehkan, asalkan dikemas dengan baik dan tidak melebihi batas cairan jika dibawa ke kabin. Sambal bisa dimasukkan ke dalam bagasi terdaftar dengan tambahan lapisan pelindung, agar selalu aman dan tidak bocor.

3. Makanan instan khas Indonesia

Makanan instan seperti mi instan, bubur instan, atau lauk instan siap saji juga bisa dibawa selama penerbangan haji. Jenis makanan ini praktis, karena hanya membutuhkan air panas untuk penyajiannya. Makanan instan juga biasanya sudah melalui proses pengemasan yang aman, sehingga lebih mudah lolos pemeriksaan.

4. Kue kering dan camilan tradisional

Potret kue kering
Potret kue kering (unsplash.com/Fernando Dantas)

Kue kering seperti nastar, kastengel, atau putri salju bisa menjadi pilihan camilan selama perjalanan. Dengan catatan, kemasannya harus aman agar tidak bocor atau pecah. Camilan tradisional seperti rengginang atau emping juga termasuk aman dibawa selama tidak berbau tajam dan dikemas dengan rapi.

5. Bumbu instan atau bumbu kering

Jika ingin tetap memasak makanan khas Indonesia di Tanah Suci, kamu bisa membawa bumbu instan atau bumbu kering. Jenis ini lebih praktis dibandingkan bumbu basah, karena tidak mudah basi dan tidak termasuk cairan yang dibatasi di kabin.

6. Produk olahan tahan lama

Potret rendang kering
Potret rendang kering (unsplash.com/prananta haroun)

Beberapa produk olahan seperti rendang kering atau ikan kering juga bisa dibawa, selama dikemas dengan baik dan tidak menimbulkan bau menyengat. Pastikan pula makanan sudah dalam kondisi matang sempurna dan tahan lama, agar tetap aman dikonsumsi selama di perjalanan.

Itu dia beberapa jenis makanan yang boleh dibawa selama penerbangan haji. Intinya, boleh membawa makanan dari Indonesia, asalkan kamu memahami jenis makanan yang aman dan sesuai aturan. Dengan memilih makanan yang tepat dan mengemasnya dengan baik, kamu tetap bisa menikmati cita rasa Indonesia di Tanah Suci tanpa khawatir mengalami kendala saat perjalanan. Selamat menunaikan ibadah haji!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dewi Suci Rahayu
EditorDewi Suci Rahayu
Follow Us

Latest in Food

See More

10 Lauk Pendamping Udang Balado, Inspirasi Masak Sehari-hari

20 Apr 2026, 16:59 WIBFood