Kenapa Banyak Makanan Viral di Blok M?

Apakah kamu pernah mendengar kawasan Blok M, Jakarta Selatan? Kawasan tersebut menjadi pusat perbelanjaan sejak lama, bahkan tempat nongkrong di era 90-an. Meski sempat redup, kini kembali bersinar dan digandrungi kawula muda.
Sebagai salah satu pusat kuliner paling hidup di Jakarta, seolah kamu gak akan ketinggalan tren jika datang ke sini. Mulai dari kuliner tradisional, baik lokal maupun internasional, hingga jajanan yang sedang viral di media sosial pun bisa ditemukan di sini. Lantas, kenapa banyak makanan viral di Blok M? Yuk, cari tahu!
1. Kawasan lama yang beradaptasi dengan perkembangan zaman

Kawasan Blok M awalnya dirancang sebagai kompleks perumahan oleh pemerintah Belanda pada 1940-an. Kemudian berkembang pesat sebagai pusat perbelanjaan tahun 1980-an. Kawasan tersebut identik dengan tempat nongkrong hits kawula muda pada masanya, bahkan sering menjadi latar film layar lebar.
Ketika pandemik Covid-19 memang sempat redup, sejumlah toko tutup karena sepi pengunjung. Beberapa tahun berselang kembali berjaya, sebagian bangunan dialihfungsikan sebagai tempat nongkrong yang lebih menarik. Kamu dapat menemukan tempat makan legendaris hingga brand baru berdampingan.
2. Akses mudah bikin ramai pengunjung

Lokasi Blok M terbilang strategis, karena mudah diakses menggunakan transportasi umum dari berbagai penjuru. Terdapat Terminal Blok M yang sudah beroperasi sejak 1960-an. Terminal itu melayani bus kota hingga shuttle seperti DAMRI sehingga termasuk pusat transportasi umum berbagai rute menuju Jakarta.
Pilihan transportasi untuk masyarakat dari luar Jakarta seperti Tangerang, Tangerang Selatan, Bogor, Depok, maupun Bekasi bisa memanfaatkan KRL dan MRT. Kamu bisa turun di stasiun terdekat, salah satunya Stasiun MRT Blok M BCA. Lebih menguntungkan lagi, stasiun tersebut terintegrasi langsung dengan Halte Trans Jakarta Blok M dan Terminal Blok M.
Kemudahan tersebut menjadi alasan lain bagi para pengunjung untuk menikmati makanan maupun suasana di Blok M. Sebagian pekerja di kawasan Thamrin dan Bundaran HI bisa berkunjung jam makan siang. Sementara pengunjung dari luar kota, bisa menjadikan Blok M sebagai tujuan wisata akhir pekan atau saat libur dalam waktu singkat tanpa khawatir terjebak kemacetan.
3. Beragam pilihan kuliner dengan harga variatif

Saat berkunjung ke Blok M, kamu akan dimanjakan dengan beragam pilihan kuliner dengan harga variatif. Tempat ini menawarkan aneka makanan dan minuman jadul hingga kekinian sesuai selera pembeli. Bukan hanya rasa, tetapi juga suasana yang berbeda dari wisata kuliner lainnya.
Para pedagang yang mayoritas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga tidak kalah kreatif. Seperti minuman susu dengan merek Susu Murni Bahagia yang terbilang sederhana, tetapi punya kemasan menarik, dan rasanya bervariasi. Sedangkan gerainya bernuansa homey, cocok buat nongkrong, serta harganya terjangkau. Hal ini membuat pengunjung bernostalgia lewat rasa dan menikmati suasana yang seru, tetap modern, serta ramai.
Selain kuliner yang dekat dengan lidah lokal, kamu juga bisa menjumpai street food ala Jepang, Korea, hingga dessert kekinian. Sebagian pedagang juga menjadikannya sebagai tempat percobaan untuk mengeluarkan produk baru, karena dianggap cepat laku di sini. Kondisi tersebut membuat Blok M selalu terasa segar dengan pilihan kuliner yang terus berkembang mengikuti tren.
4. Menjangkau berbagai kalangan, favorit anak muda

Tren kuliner memang bisa berubah dari masa ke masa. Namun, Blok M menjadi tempat bertemunya kuliner baru dan lama yang masih eksis sehingga menciptakan ekosistem yang kaya. Pengunjung dari berbagai kalangan usia dan latar belakang bisa berkumpul di sini untuk wisata kuliner.
Pengalaman bersantap yang berbeda juga bisa kamu dapatkan, seperti wisata kuliner yang memadukan seni dan musik. Ada pula coffee shop dan kafe tematik yang sering menjadi tempat event penggemar atau komunitas tertentu. Ditambah lagi jalanan ramai, ramah pejalan kaki, berhias lampu kota, serta area outdoor nyaman, bikin anak muda dan siapa saja yang suka nongkrong semakin betah.
5. Pengaruh media sosial bikin cepat viral

Eksistensi Blok M sebagai pusat kuliner yang selalu mengikuti tren dan banyak makanan viral tidak lepas dari pengaruh sosial media. Sebagian orang yang suka mengeksplorasi kuliner tidak keberatan mengantre hingga berjam-jam, demi hidangan yang sedang viral. Hal tersebut bukan hanya untuk memanjakan lidah, tetapi juga mendapatkan kepuasan tersendiri setelah berhasil memperoleh hidangannya.
Fenomena tersebut juga dipengaruhi fear of missing out (FOMO) yang mendorong orang untuk turut mencicipi makanan yang sedang ramai dibicarakan. Ditambah lagi dengan rasa penasaran dan juga tidak ingin ketinggalan tren. Antrean panjang dan ramainya ulasan pun menjadi daya tarik tersendiri, bahkan membuat sebagian orang merasa semakin tertantang.
Di sisi lain, pengalaman mencicipi kuliner viral sering dibagikan kembali di media sosial sebagai bentuk eksistensi dan validasi. Foto dan video yang diunggah menjadi bukti bahwa mereka telah mencoba hal yang sedang tren. Jadi, tanpa promosi besar, siklus tersebut membuat banyak makanan di Blok M viral secara organik.
Nah, sekarang kamu sudah tahu alasan kenapa banyak makanan di Blok M viral. Bukan sekadar ramai di media sosial, tetapi juga didukung lokasi strategis, kreativitas pedagang, dan banyaknya pilihan kuliner yang terus berkembang. Kalau kamu, apa yang bikin kamu tertarik ke Blok M?













![[QUIZ] Tebak Nama Makanan Khas Indonesia yang Berwarna Hitam Ini!](https://image.idntimes.com/post/20250611/upload_e8148e0ab0e291f4a4d700451ceef1a7.jpg)





![[QUIZ] Pilih Kopi Favoritmu, Menu Pendamping Ini Paling Cocok untukmu!](https://image.idntimes.com/post/20250710/upload_d93450507f45f8998e805b9931183a3a_27490e62-3712-47d9-a888-7b0743cd4d65.jpg)