- Kepala
Masak Udang dengan atau Tanpa Kulitnya, Kamu Lebih Suka yang Mana?

Selama ini, kita mungkin gak ambil pusing saat menyantap olahan udang, apakah kulitnya dikupas atau masih menempel. Tapi ternyata memasak udang dalam dua keadaan tersebut bakal punya rasa yang berbeda, lho.
1. Alasan kenapa kamu perlu memasak udang bersama kulitnya

Membiarkan kulit tetap menempel saat mengolah udang punya beberapa keunggulan. Salah satunya adalah menjaga agar dagingnya tetap moist, terutama saat dibakar atau digoreng.
Selain itu, kulit udang juga bisa memperkaya aroma dan rasa masakan. Bahkan, saat udang dimasak langsung tanpa tambahan bumbu marinasi sekali pun. Pada makanan berkuah, kulit udang bisa berfungi sebagai kaldu alami, memberi rasa khas seafood yang kental.
2. Waktu terbaik untuk mengolah udang tanpa kulit

Mengupas atau membiarkan kulit udang saat memasak sebenarnya sah-sah saja, tidak ada yang lebih baik atau buruk. Hanya saja, semuanya tergantung dengan rasa atau hasil akhir yang diinginkan.
Kalau kamu lebih suka rasa daging udang yang kaya bumbu, maka lebih baik mengupas kulitnya sebelum dimasak. Kulit hanya akan menghalangi marinasi terserap dalam daging udang. Sedangkan, untuk udang yang dibakar dengan arang, aroma smokey akan bakal bikin rasa dagingnya makin sedap jika kulitnya dikupas terlebih dahulu.
3. Bagian lain udang yang harusnya jangan dibuang
Biasanya, kita membuang kepala dan ekor udang, karena merasa terganggu atau tidak menyukai teksturnya.

Selain kulit, kepala udang adalah bagian yang sering dibuang. Padahal bagian tubuh ini juga bisa dimakan, lho! Kamu bisa goreng kepala udang yang sudah dilumuri tepung kanji, kemudian tumis bersama sayuran. Rasa dan aroma udang yang kuat serta teksturnya yang crunchy pasti bikin ketagihan.
- Ekor dan kulit

Ekor serta kulit udang juga bisa dimanfaatkan untuk membuat kaldu layaknya tulang ayam. Gak cuma ekor dan kulit pada udang mentah yang bisa dipakai sebagai bahan kaldu, sisa kupasan udang saat kamu makan juga memungkinkan, kok.
Cara mengolahnya pun mudah, cukup rebus sisa kulit dan ekor ke dalam panci dengan api kecil alias shimmering selama kurang lebih 15 menit. Jangan lupa tutup panci saat shimmering. Tiriskan kulit dan ekor udang, lalu simpan kaldu dalam lemari es.
4. Tips memasak udang yang perlu kamu tahu

Pertama, jangan memanggang atau membakar udang terlalu lama. Hal ini bisa menyebabkan daging udang terasa kering dan alot. Cukup masak udang sampai warnanya berubah menjadi putih opaque di luar, tapi masih pink di tengahnya.
Kedua, udang menyerap bumbu dengan cepat. Jadi tak perlu merendamnya terlalu lama dalam bumbu marinasi atau aroma udang bakal banyak berkurang karena kalah dengan bumbu. Yakni tidak lebih dari 30 menit sebelum memanggang.
Ketiga, perhatikan waktu memasaknya jika bumbu marinasi mengandung jeruk, lemon, atau cuka. Zat asam akan secara alami turut mematangkan udang selama proses perendaman. Jadi perlu, kamu bisa memanggangnya dalam waktu lebih singkat agar tidak overcooked.
So, kamu lebih suka masak udang dengan kulitnya atau gak nih? Kepalanya dibuang juga, gak? Share pengalamanmu di kolom komentar ya!




![[QUIZ] Jangan Ngaku Orang Yogyakarta kalau Gak Tahu Nama Kuliner Ini!](https://image.idntimes.com/post/20250710/upload_6a4810e754f95ac710e5a132a50e39ed_6ed5ec26-1468-4a01-a220-a6606983b10d_watermarked_idntimes-1.png)




![[QUIZ] Ibarat Olahan Matcha, Kamu Cocoknya Jadi Ini!](https://image.idntimes.com/post/20250715/upload_49789ae6e172fd2e78a12a10bc2c5be1_a6cf7963-80b8-4fed-a100-f4242b601573.jpg)



![[QUIZ] Jajanan Indonesia Gluten Free yang Cocok untukmu](https://image.idntimes.com/post/20240920/aldrin-rachman-pradana-sgirtcizv9e-unsplash-5f33a6106b7b2abdfec00ff311918826-3c6a39a9b8cf80e13f7374021c57d805.jpg)





![[QUIZ] Yakin Kamu Tahu Perbedaan Daun Bawang, Bawang Prei, dan Kucai Ini?](https://image.idntimes.com/post/20251109/upload_0f66e22169354d28862a169e6622f8ea_853b8b90-85e6-49c5-93c9-dfc4d2d53ce9.png)