Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Tips Memilih Tahu yang Masih Segar dan Berkualitas Baik

5 Tips Memilih Tahu yang Masih Segar dan Berkualitas Baik
ilustrasi tahu (unsplash.com/Sherman Kwan)
Intinya Sih
  • Tahu segar ditandai warna putih bersih, permukaan halus tanpa lendir, serta bebas bercak atau bintik gelap yang menandakan penyimpanan tidak higienis.
  • Aroma tahu segar cenderung ringan khas kedelai, bukan asam atau menyengat; teksturnya kenyal dan padat saat ditekan lembut tanpa meninggalkan cekungan.
  • Kualitas tahu juga dipengaruhi air rendaman yang jernih, kebersihan tempat jual, serta kepadatan seimbang agar tidak terlalu berair dan tetap utuh saat dimasak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tahu merupakan salah satu bahan makanan yang cukup banyak dikonsumsi karena harganya relatif terjangkau dan juga kandungan proteinnya tinggi. Namun, kualitas tahu yang ada di pasaran ternyata bisa berbeda-beda, sehingga pembeli juga harus lebih cermat ketika memilihnya.

Tahu yang kondisinya segar bukan hanya lebih lezat pada saat diolah, tetapi juga dianggap lebih aman untuk dikonsumsi. Oleh sebab itu, pahamilah beberapa cara memilih tahu yang masih segar dan berkualitas baik agar bisa menjadi langkah penting sebelum membelinya serta mengolahnya.

1. Perhatikan warna dan tampilan permukaannya

ilustrasi tahu
ilustrasi tahu (pixabay.com/allybally4b)

Tahu yang segar pada umumnya berwarna putih bersih atau putih kekuningan alami tanpa adanya bercak yang terlihat mencolok di beberapa bagian. Permukaan yang terlihat halus dan tidak berlendir tentu menunjukkan bahwa proses produksi dan penyimpanannya memang dilakukan dengan baik.

Sebaiknya kamu dapat menghindari tahu yang tampilannya terlihat kusam, terlalu mengilap secara tidak wajar, hingga bahkan memiliki bintik gelap di beberapa bagian. Perubahan pada warna dan tekstur kerap menjadi indikasi bahwa tahu tersebut sudah tidak lagi dalam kondisi segar atau telah terpapar kondisi penyimpanan yang dianggap kurang higienis.

2. Cium aroma secara teliti

ilustrasi tahu
ilustrasi tahu (pixabay.com/waichi2021)

Aroma bisa menjadi salah satu indikator penting pada saat akan membeli tahu karena dapat menentukan kesegaran yang dimilikinya. Tahu yang kondisinya masih baik memang biasanya memiliki bau kedelai yang cukup ringan dan tidak sampai terasa menyengat, sehingga akan tetap aman pada saat dikonsumsi.

Jika tercium bau asam atau tidak sedap, maka sebaiknya kamu menghindari produk tersebut karena khawatir kualitasnya sudah mulai menurun dan tidak aman untuk dikonsumsi. Aroma yang tidak normal menandakan bahwa proses fermentasinya berjalan dengan kurang baik akibat penyimpanan yang sudah terlalu lama.

3. Tekan tekstur dengan lembut

ilustrasi tahu
ilustrasi tahu (pixabay.com/621hjmit)

Tekstur tahu segar memang biasanya akan terasa kenyal dan padat pada saat ditekan secara perlahan dengan menggunakan jari. Permukaannya akan kembali ke bentuk semula tanpa meninggalkan bekas cekungan yang cukup dalam, sehingga menandakan bahwa kondisinya memang baik dan aman untuk dikonsumsi.

Berbeda dengan tahu yang sudah terlalu lembek atau bahkan mudah hancur, yang menjadi tanda penurunan kualitas yang dimiliki. Konsistensi pada tekstur yang baik tentu menunjukkan bahwa kadar air dan juga proses pengolahan tahu memang masih terjaga dengan baik tanpa mengalami masalah.

4. Perhatikan air rendaman dan kebersihan tempat jual

ilustrasi tahu
ilustrasi tahu (pixabay.com/621hjmit)

Tahu biasanya dapat disimpan di dalam air untuk memastikan kelembabannya selama proses penjualan berlangsung. Air rendaman yang jernih menunjukkan bahwa kebersihannya memang terjaga dengan baik jika dibandingkan dengan air yang disimpan di kondisi air keruh atau bahkan sudah berbuih.

Perhatikan pula kebersihan wadah dan area penjualan secara keseluruhan karena bisa menjadi cerminan dari kualitas tahu yang dijual. Lingkungan yang bersih tentu menandakan bahwa penanganan produknya lebih higienis dan meminimalisir risiko kontaminasi yang mungkin terjadi pada makanan.

5. Perhatikan kepadatan dan kandungan airnya

ilustrasi tahu
ilustrasi tahu (pixabay.com/waichi2021)

Tahu berkualitas biasanya memiliki kepadatan yang cukup seimbang antara padat dan lembut, sehingga tidak sampai terasa terlalu berair ketika diangkat. Jika tahu mengeluarkan air secara berlebihan atau justru terlihat terlalu basah, maka hal tersebut menandakan adanya proses pengepresan yang kurang optimal.

Kepadatan yang baik tentu akan membuat tahu tidak mudah mengalami hancur pada saat dimasak, baik digoreng, direbus, atau bahkan ditumis. Dengan lebih bijak dalam memilih tahu yang tidak terlalu mengandung banyak air, hasil olahan pun akan terasa lebih lezat dan teksturnya terjaga dengan baik.

Memilih tahu yang masih segar dan berkualitas baik jelas memerlukan ketelitian ekstra. Dengan memperhatikan beberapa ciri di atas, itu menandakan bahwa tahu tersebut memang masih aman serta layak dikonsumsi. Sebaiknya harus ekstra cermat dalam memperhatikan ciri tahu yang memang masih aman untuk diolah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo

Related Articles

See More