Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Perbedaan Mont Blanc dan Dirty Latte, dari Rasa hingga Cara Minumnya
Potret mont blanc vs dirty latte (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)
  • Mont blanc berasal dari Australia dengan bahan cold brew, krim manis, kulit jeruk, dan rempah; sedangkan dirty latte dari Jepang hanya memakai susu dingin dan espresso.
  • Mont blanc dibuat dengan metode cold brew berjam-jam lalu diberi krim dan rempah, sementara dirty latte disajikan dengan espresso panas di atas susu dingin tanpa es batu.
  • Dalam penyajian, kedua minuman tidak perlu diaduk agar lapisan rasa tetap terasa; mont blanc memberi sensasi segar aromatik, sedangkan dirty latte lebih creamy dan bold.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mont blanc dan dirty latte menjadi dua jenis sajian kopi yang belakangan sedang populer di Indonesia. Keduanya berasal dari negara yang berbeda dan menawarkan pengalaman minum kopi yang unik.

Mont blanc berasal dari Australia, sedangkan dirty latte dari Jepang. Meski sama-sama mengandalkan tampilan berlapis yang menarik, kedua minuman ini memiliki karakter, rasa, dan cara penyajian yang berbeda.

Popularitas keduanya juga mulai merambah di berbagai kedai kopi. Bahkan, mont blanc dan dirty latte menjadi menu andalan, karena menawarkan sensasi menikmati kopi yang berbeda dari latte atau kopi susu pada umumnya.

Kalau kamu penasaran ingin mencoba keduanya, ada baiknya mengenal perbedaan mont blanc dan dirty latte terlebih dahulu. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

1. Komposisi

Potret mont blanc (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Perbedaan paling mendasar terletak pada komposisinya. Mont blanc terdiri dari cold brew, krim manis, kulit jeruk sunkist parut, serta taburan rempah seperti kayu manis. Kombinasi bahan tersebut menghasilkan minuman dengan aroma yang kompleks dan segar.

Komposisi dirty latte lebih sederhana, yakni susu dingin dan espresso. Penggunaan susu dingin hasil dari endapan susu yang telah dibekukan membuat komposisi kopi tetap terpisah. Meski hanya menggunakan dua bahan utama, perpaduannya menghasilkan pengalaman minum kopi yang khas.

2. Cara membuat

Potret dirty latte (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Mont blanc dibuat menggunakan cold brew, yakni kopi yang diekstraksi dengan cara merendam bubuk kopi dalam air dingin selama 12-24 jam. Metode ini menghasilkan rasa kopi yang lebih halus dengan tingkat keasaman yang rendah.

Setelah cold brew siap, kopi disajikan bersama es batu, lalu diberi lapisan krim manis di atasnya. Sebagai sentuhan akhir, ditambahkan taburan rempah bubuk dan parutan kulit jeruk sunkist.

Berbeda dengan dirty latte yang dibuat dengan menuangkan espresso panas di atas susu dingin. Espresso biasanya diekstraksi menggunakan mesin kopi, sehingga menghasilkan lapisan yang berbeda antara kopi dan susu.

3. Rasa

Potret mont blanc (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Mont blanc menawarkan rasa kopi yang ringan dengan sentuhan sitrus dan rempah. Perpaduan bahan-bahan tersebut membuat rasanya segar, aromatik, dan berlapis.

Sementara itu, dirty latte menawarkan rasa yang berbeda. Pada tegukan pertama, kamu akan merasakan karakter espresso yang bold. Setelah itu, rasa kopi perlahan bercampur dengan susu dingin. Jadi, menghasilkan sensasi yang lebih creamy, lembut, dan sedikit manis.

4. Penyajian

Potret dirty latte (pexels.com/@rdne)

Mont blanc umumnya disajikan menggunakan es batu untuk memberikan sensasi dingin yang menyegarkan. Sebaliknya, dirty latte disajikan tanpa es batu. Minuman ini mengandalkan susu yang sudah didinginkan sebelumnya, bahkan beberapa kedai kopi menggunakan gelas beku untuk menjaga suhu tetap dingin.

5. Cara minum

Potret mont blanc (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Dirty latte sebaiknya jangan diaduk. Biarkan espresso perlahan menyatu dengan susu dingin secara alami. Dengan cara ini, kamu bisa merasakan perubahan rasa dari lapisan kopi yang kuat. Setelah itu, terasa perpaduan kopi dan susu yang semakin creamy di setiap tegukan.

Minuman ini juga disarankan segera dihabiskan, terutama jika disajikan dalam gelas beku. Semakin lama dibiarkan, perbedaan suhu dan lapisan rasanya akan berkurang.

Mont blanc juga memiliki cara minum yang hampir sama. Sebaiknya minuman ini dinikmati dalam waktu kurang dari 10 menit, agar lapisan kopi dan foam tetap terpisah. Kamu juga gak perlu mengaduknya.

Dengan begitu, kamu dapat menikmati sensasi rasa berlapis dari cold brew, krim manis, rempah, hingga aroma citrus secara bertahap.

Meski sama-sama memiliki tampilan berlapis, mont blanc dan dirty latte menawarkan pengalaman minum kopi yang berbeda. Jadi, kopi mana yang paling pengin kamu coba?

Curated For You

Editorial Team

Related Article