Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
8 Salad Khas Indonesia Saingannya Caesar Salad, Gak Kalah Nikmat!
Potret nasi pecel khas Madiun (IDN Times/Fasrinisyah Suryaningtyas)
  • Artikel ini memperkenalkan delapan salad khas Indonesia yang menyaingi popularitas caesar salad, dengan cita rasa lebih kaya dan bahan lokal yang diolah secara tradisional.

  • Setiap salad seperti gado-gado, lotek, pecel, karedok, trancam, urap, gudangan, hingga asinan Betawi memiliki karakter unik dari penggunaan sayuran segar hingga bumbu kacang atau kelapa parut.

  • Ragam salad ini menunjukkan kekayaan kuliner Nusantara yang tidak hanya lezat tetapi juga sehat dan bergizi, menjadi alternatif menarik bagi pencinta makanan berbasis sayuran.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bicara soal makanan sehat berbasis sayuran segar, pikiran kita seringkali akan langsung tertuju pada menu salad kha Barat (Western), seperti caesar salad salah satunya. Sajian yang terbuat dari selada segar, croutons, serta keju parmesan ini terasa begitu enak dan cocok dinikmati di berbagai suasana.

Gak kalah nikmat dari caesar salad, Indonesia sebenarnya punya banyak sekali variasi salad lokal yang rasanya jauh lebih kaya dan bergizi, lho! Berbeda dengan salad khas Barat yang cenderung menggunakan saus siap pakai, salad khas Indonesia memanfaatkan bahan-bahan lokal yang diolah secara tradisional hingga kaya rasa.

Penasaran apa saja jenis salad khas Indonesia yang gak kalah enak dibandingkan caesar salad? Selengkapnya, intip rekomendasinya berikut ini!

1. Gado-gado

Potret gado-gado (pexels.com/Dovinda Rd)

Di urutan pertama ada gado-gado. Turis mancanegara sering menjulukinya sebagai the Indonesian salad, karena tampilannya memang sangat mirip salad. Sajian ini terbuat dari sayuran rebus, seperti kol, kacang panjang, wortel, dan sayuran hijau lainnya. Terdapat pula potongan tahu, tempe, kentang, telur rebus, dan lontong,

Semua bahan tersebut kemudian disiram dengan saus kacang tanah yang kental, gurih, manis, lalu diberi taburan kerupuk udang atau emping yang renyah sebagai penyempurna rasa. Perpaduan ini menghasilkan rasa yang nikmat dan mengenyangkan, sehingga kerap disantap sebagai menu sarapan atau makan siang.

2. Lotek

Potret lotek (vecteezy.com/johnstock)

Sekilas, lotek memang terlihat mirip gado-gado. Namun, karakter rasa dan aroma keduanya berbeda. Sayuran yang digunakan dalam lotek umumnya adalah bayam, kangkung taoge, kacang panjang, dan kol yang direbus hingga matang.

Sayuran tersebut ditata di atas piring, kemudian dan disiram dengan bumbu kacang. Bumbu tersebut diulek dengan kencur mentah dan air asam jawa, sehingga menciptakan aroma yang kuat dan menyegarkan.

Sentuhan kencur dalam bumbu lotek memberikan sensasi warm dan fresh yang tidak akan bisa kamu temukan dalam dressing-nya caesar salad. Lotek biasanya disajikan segar sesaat setelah bumbunya diulek di atas cobek batu. Jika ditambah potongan lontong, lotek bakal bikin kamu makin kenyang. Puas banget!

3. Pecel

Potret pecel (vecteezy.com/panadesign)

Selanjutnya, ada pecel yang legendaris dan disukai banyak orang. Makanan ini terbuat dari beragam jenis sayuran rebus, seperti kangkung, taoge, daun kenikir, daun singkong, bunga turi, bayam, hingga petai cina. Sayuran tersebut dicampur jadi satu, kemudian disiram sambal pecelnya terbuat dari kacang tanah, cabai, daun jeruk purut, dan gula merah.

Untuk memberikan sensasi renyah, biasanya pecel disantap dengan kerupuk puli atau rempeyek. Tak jarang ada tambahan lauk yang bisa disesuaikan dengan selera, seperti ayam goreng, empal daging, sate telur puyuh, telur ceplok, paru goreng, dan sebagainya. Sensasi pedas, manis, dan gurih akan langsung terasa dan berpadu sempurna begitu menyantapnya.

4. Karedok

Potret karedok (pexels.com/Faizal Fahmi)

Jika kamu adalah pencinta sejati sayuran mentah bertekstur "renyah" seperti caesar salad, maka karedok adalah "kembaran" yang wajib kamu coba. Sayuran yang digunakan untuk pembuatan makanan khas Jawa Barat ini tidak melalui proses perebusan alias mentah.

Bahan-bahan yang terdiri dari mentimun, taoge, kacang panjang, terong hijau bulat, kol, hingga daun kemangi diiris tipis, lalu disajikan dalam keadaan segar dan mentah. Selanjutnya, semua bahan tersebut dicampurkan bersama saus kacang pekat berbahan kencur, cabai, gula merah, air asam jawa, dan terasi bakar.

Suapan pertama karedok akan memberikan sensasi crunchy dan aroma wangi daun kemangi aromatik yang menyatu sempurna. Segar banget, sekaligus mengenyangkan!

5. Trancam

Potret trancam (vecteezy.com/Roy Anditya)

Melipir ke Jawa Tengah, ada trancam yang penampilannya sekilas mirip karedok, karena sama-sama menggunakan sayuran mentah. Potongan mentimun, kacang panjang, taoge pendek, dan daun kemangi menjadi bahan utama hidangan ini.

Namun, sayur trancam tidak menggunakan saus kacang tanah sebagai pelengkap, melainkan parutan kelapa muda yang dibumbui dengan bawang putih, cabai, kencur, dan sedikit garam. Perpaduan sayuran segar dengan parutan kelapa menciptakan rasa yang gurih dan sedikit pedas. Biasanya, sayur trancam disajikan sebagai hidangan pendamping makan ayam atau ikan bakar.

6. Urap

Portet urap sayur (vecteezy.com/Otna Vicky)

Urap kerap disebut sebagai trancam versi sayuran rebus. Sajian ini terbuat dari campuran daun singkong, kangkung, bayam, taoge, hingga kacang panjang. Bahan-bahan tersebut direbus hingga empuk, kemudian dicampur bumbu kelapa parut yang telah dikukus dan diaduk bersama cabai merah, kencur, dan daun jeruk.

Proses pengukusan bumbu kelapa tersebut membuat aroma manis-gurihnya meresap hingga ke sela-sela semua sayuran. Tekstur kelapa parut yang sedikit berserat juga memberikan sensasi nikmat di mulut. Dalam kehidupan masyarakat Jawa, urap kerap disuguhkan sebagai pendamping nasi tumpeng pada acara-acara syukuran atau acara adat lainnya.

7. Gudangan

Potret gudangan (IDN Times/Fasrinisyh Suryaningtyas)

Gudangan merupakan kuliner tradisional yang sangat populer di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Sekilas, tampilannya mirip urap, karena sama-sama menggunakan parutan kelapa. Hal yang membedakan keduanya adalah sayuran yang digunakan. Gudangan biasanya lebih variatif dengan adanya penambahan wortel, daun adas, atau kecambah berukuran besar.

Perbedaan mendasar lainnya juga terletak pada parutan kelapanya. Bumbu parutan kelapa pada gudangan cenderung gurih. Sensasi renyah dan segar sayuran berpadu sempurna dengan gurihnya parutan kelapa. Di daerah asalnya, gudangan sering dijadikan sebagai menu sarapan bersama potongan tahu-tempe goreng atau sebagai pelengkap acara syukuran.

8. Asinan Betawi

Potret asinan betawi (commons.wikimedia.org/Gunawan Kartapranata)

Terakhir, ada asinan Betawi yang menyuguhkan sensasi rasa asam-pedas dan nikmat di lidah. Salad segar khas Jakarta ini memadukan sayuran mentah, seperti sawi asin, kol, taoge, mentimun, dengan potongan tahu kuning. Kuahnya terbuat dari campuran cabai, ebi (udang kering), dan cuka yang menghasilkan warna kemerahan.

Keunikan asinan ini terletak pada kuahnya yang encer, tetapi memiliki sensasi masam yang tajam, pedas, dan sedikit gurih. Bahan-bahan isiannya juga membuat perut kenyang dan makin semangat menjalani hari. Sebagai pelengkap, biasanya ada kerupuk mi kuning raksasa atau kerupuk berwarna merah muda di atasnya.

Nah, itu dia delapan salad khas Indonesia yang rasanya gak kalah enak dibandingkan caesar salad. Hal ini membuktikan kalau kuliner lokal punya banyak pilihan makanan sehat yang kaya rasa dan nikmat. Dari sajian salad di atas, kamu paling sering menyantap yang mana? Bagikan pendapatmu di kolom komentar, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article