- Bakpao (bisa berisi daging babi, ayam, sayur, selai, dan sebagainya)
- Fungzau (ceker ayam yang dibumbui)
- Siomai (bisa berisi daging babi, udang, kepiting, maupun sapi)
- Dumpling (berisi daging cincang dan sayur-sayuran)
- Hakau (berkulit transparan dan berisi udang)
- Gyoza (berisi daging cincang dan sayuran)
- Xiaolongbao (pangsit berisi kuah)
- dan masih banyak lagi
Sejarah dan Asal-usul Dimsum, Kuliner Khas China yang Lembut dan Lezat

Dimsum berasal dari tradisi kuno di Jalur Sutra, ketika para petualang menikmati teh dan camilan kecil di kedai teh yang kemudian melahirkan budaya yam cha.
Nama dimsum dalam bahasa Kantonis berarti makanan kecil dalam keranjang bambu, sementara dalam Mandarin bermakna sentuhan hati yang menggambarkan kehangatan saat menikmatinya.
Saat ini dimsum hadir dalam bentuk instan dan mudah ditemukan di berbagai negara Asia, termasuk Indonesia, memudahkan siapa pun untuk menikmatinya kapan saja.
Dimsum adalah salah satu kuliner asal China yang mendunia. Makanan yang biasanya memiliki tekstur lembut dan kenyal ini sangat cocok disantap di saat sarapan, makan siang, maupun makan malam. Di balik kelezatannya yang membuat lidah bergoyang, ternyata dimsum memiliki sejarah menarik, lho.
Penasaran? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.
Table of Content
1. Awal mula dimsum

Dilansir dari yauatcha.com, ribuan tahun yang lalu para petualang yang melewati Jalur Sutra (Silk Road) kerap mengunjungi kedai teh untuk beristirahat sejenak. Kedai teh pun banyak berdiri karena banyaknya petualang yang melewati jalur tersebut. Diketahui bahwa kedai teh seringkali menyediakan teh bersama dengan camilan berukuran kecil.
Nah, sejak saat itu, muncullah tradisi yam cha (meminum teh) bersama dengan dimsum.
2. Arti nama dimsum

Dilansir dari theculturetrip.com, kata dimsum dalam bahasa Kantonis memiliki arti makanan berukuran kecil yang disajikan dalam keranjang bambu atau piring kecil. Dalam bahasa Mandarin, dimsum juga diartikan sebagai sentuhan hati.
3. Penyajian dimsum

Dilansir dari asiasociety.org, dimsum disajikan bersama dengan camilan lain dan juga teh. Makanan yang satu ini biasanya disantap bersama dengan keluarga dan teman. Biasanya, dimsum dimakan pada saat brunch atau sarapan siang.
Nah, berbicara soal teh, ada 3 macam teh yang cocok untuk dijadikan teman makan dimsum yaitu Bo Lay (teh hitam), Guk Fa (teh chrysanthemum), dan Guk Bo (campuran teh hitam dan chrysanthemum). Namun, selain itu ada 2 macam pilihan teh lain yaitu Shoumei dan teh hijau.
4. Macam-macam dimsum

Berikut adalah beberapa jenis-jenis dimsum:
5. Dimsum zaman sekarang

Zaman sekarang ini, untuk memakan dimsum tak perlu lagi pergi ke restoran atau memasak sendiri, lantaran telah ada dimsum instan dalam keadaan beku.
Dimsum instan telah memasuki pasar Hong Kong, Taiwan, Vitenam, Filipina, Singapura, hingga Indonesia. Dimsum instan dapat dengan mudah ditemui di swalayan, terutama di era digital saat ini ada banyak toko dimsum yang melayani pengiriman. Cukup dengan menghangatkannya sebentar, dimsum pun telah siap untuk disantap bersama orang tersayang.
Selain itu, ada banyak kedai-kedai makanan yang menjual dimsum dalam keadaan hangat dan matang. Tak perlu repot-repot lagi, kamu bisa langsung memakannya saat itu juga dan menikmati lezatnya dimsum.
Wah, ternyata ada banyak cerita dibalik lembutnya kuliner khas China yang satu ini. Tak hanya membuat perut kenyang, sesuai dengan arti namanya dimsum juga bisa menyentuh hati karena keenakannya. Yummy!
FAQ Seputar Sejarah Dimsum
| Dari mana asal-usul tradisi dim sum bermula? | Dim sum berasal dari wilayah selatan Tiongkok, khususnya di Guangdong (Kanton). Tradisi ini berawal dari kebiasaan para pedagang dan pelancong yang melewati Jalur Sutra. Mereka sering beristirahat di kedai teh (teahouse) pinggir jalan untuk memulihkan energi sambil menikmati camilan kecil. |
| Apa hubungan antara dim sum dengan tradisi Yum Cha? | Yum Cha secara harfiah berarti "minum teh". Dahulu, makan dim sum hanyalah pelengkap saat orang menikmati teh. Namun seiring berjalannya waktu, porsi dan variasi makanan kecil tersebut semakin beragam hingga akhirnya Yum Cha dan dim sum menjadi satu kesatuan tradisi makan bersama yang identik dengan momen bersosialisasi. |
| Apa arti nama "Dim Sum" secara harfiah? | Secara etimologi, kata "Dim Sum" dalam bahasa Kanton berasal dari frasa Mandarin dian xin yang secara puitis berarti "menyentuh hati". Nama ini mencerminkan konsep makanannya yang berupa porsi-porsi kecil yang dibuat dengan ketelitian dan rasa yang lezat untuk memuaskan hati, bukan sekadar mengenyangkan perut. |
| Bagaimana dim sum bisa menjadi populer di seluruh dunia? | Kepopuleran dim sum menyebar seiring dengan migrasi masyarakat Kanton ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara dan Amerika. Variasi teknik memasak seperti dikukus, digoreng, dan dipanggang, serta teksturnya yang lembut, membuat kuliner ini mudah diterima oleh berbagai lidah di seluruh dunia. |

















