Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Seperti Apa Unsalted Butter yang Bagus? Ini Cara Memilihnya

Seperti Apa Unsalted Butter yang Bagus? Ini Cara Memilihnya
ilustrasi unsalted butter (pixabay.com/rodeopix)
Intinya Sih
  • Artikel menjelaskan pentingnya memilih unsalted butter berkualitas karena memengaruhi rasa, aroma, dan tekstur hasil baking agar lebih lembut serta creamy.
  • Ciri utama butter bagus meliputi kandungan lemak tinggi minimal 80 persen, warna kuning natural tanpa pewarna berlebih, serta aroma susu segar yang lembut.
  • Tekstur butter idealnya padat namun lembut saat dipotong, mudah tercampur dalam adonan, berasal dari merek terpercaya, dan selalu dicek tanggal kedaluwarsanya sebelum digunakan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Pernah galau memilih unsalted butter di supermarket karena hampir semua kemasannya tampak serupa? Padahal, kualitas unsalted butter ternyata bisa memengaruhi rasa, aroma, hingga tekstur kue buatanmu menjadi lebih lembut dan creamy. Apalagi, beberapa jenis unsalted butter dirancang khusus untuk baking agar tekstur kue menjadi lebih lembut dan harum. 

Meski begitu, masih banyak orang yang memilih butter hanya berdasarkan harga atau kemasan tanpa memperhatikan kualitasnya. Di sisi lain, memilih unsalted butter yang tepat sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan jika tahu ciri-cirinya. Nah, supaya gak salah beli lagi dan hasil masakan jadi lebih creamy serta lezat, simak cara memilih unsalted butter yang bagus berikut ini. 

1. Perhatikan kandungan lemak pada kemasan

ilustrasi unsalted butter dan terigu
ilustrasi unsalted butter dan terigu (pexels.com/Markus Spiske)

Salah satu tanda unsalted butter berkualitas adalah memiliki kandungan lemak susu yang tinggi. Biasanya, produk dengan kadar lemak lebih besar mampu menghasilkan tekstur kue yang lebih lembut dan rasa yang creamy. Selain itu, butter dengan kandungan lemak tinggi juga lebih mudah meleleh dan tercampur rata dalam adonan. 

Banyak baker memilih butter dengan kandungan minimal 80 persen milk fat karena mampu menghasilkan baking yang cenderung lebih stabil. Meski begitu, kamu tetap perlu mengecek label kemasan dengan cermat sebelum membelinya. Jangan mudah tergoda oleh harga murah, sebab kualitas butter punya pengaruh besar terhadap rasa dan aroma akhir makanan.

2. Pilih warna butter yang natural

ilustrasi perbedaan unsalted butter dan margarin
ilustrasi perbedaan unsalted butter dan margarin (pexels.com/Felicity Tai)

Unsalted butter berkualitas biasanya punya warna kuning lembut yang terlihat alami dan creamy. Warna ini berasal dari susu sapi berkualitas tanpa tambahan pewarna berlebih. Selain itu, butter yang terlalu terang kadang menunjukkan komposisi bahan yang berbeda sehingga kualitasnya perlu diperhatikan lagi.

Selain memengaruhi tampilan, warna butter juga sering berkaitan dengan aroma dan rasa yang dihasilkan. Butter dengan warna natural biasanya memiliki aroma susu yang lebih lembut dan menggoda. Apalagi saat dipakai untuk membuat cookies atau croissant, aroma creamy-nya bisa langsung terasa sejak pertama dipanggang.

3. Cek aroma butter sebelum digunakan

ilustrasi unsalted butter
ilustrasi unsalted butter (unsplash.com/Tara Winstead)

Aroma bisa menjadi tanda paling mudah untuk mengenali kualitas unsalted butter yang bagus. Butter yang masih segar umumnya memiliki harum susu yang lembut, creamy, dan terasa ringan saat dicium. Sementara itu, butter dengan bau asam atau tengik biasanya menunjukkan kualitasnya sudah mulai menurun.

Selain itu, aroma yang terlalu tajam juga bisa memengaruhi rasa makanan setelah matang. Karena itulah, penting untuk menyimpan butter pada suhu yang tepat agar kualitasnya tetap terjaga. Meski terlihat sepele, aroma butter ternyata sangat berpengaruh pada hasil akhir baking maupun masakan.

4. Pastikan teksturnya lembut dan tidak mudah hancur

ilustrasi unsalted butter
ilustrasi unsalted butter (freepik.com/stockking)

Unsalted butter berkualitas biasanya punya tekstur padat tetapi tetap lembut saat dipotong. Ketika didiamkan di suhu ruang, butter akan melunak secara merata tanpa mengeluarkan banyak cairan. Sementara itu, butter yang terlalu keras atau mudah hancur bisa menandakan kandungan airnya cukup tinggi. 

Tekstur unsalted butter yang creamy akan membantu menghasilkan cake dan pastry dengan konsistensi lebih lembut. Selain itu, butter berkualitas juga lebih mudah tercampur saat proses mixing, sehingga adonan terasa lebih menyatu. Alhasil, tekstur kue jadi lebih halus, lembut, dan makin enak ketika dinikmati. 

5. Pilih merek terpercaya dan cek tanggal kedaluwarsa

ilustrasi unsalted butter
ilustrasi unsalted butter (unsplash.com/Nathan Dumlao)

Memilih merek yang sudah terpercaya dapat memudahkan kamu mendapatkan unsalted butter dengan kualitas yang lebih terjaga. Umumnya, brand populer memiliki standar produksi dan penyimpanan yang lebih baik sehingga mutu produknya tetap konsisten. Selain itu, kemasannya juga dibuat lebih aman agar butter tetap segar hingga siap digunakan. 

Meski begitu, kamu tetap perlu mengecek tanggal kedaluwarsa sebelum membeli produk di rak pendingin. Jangan sampai butter yang dipilih ternyata sudah terlalu lama disimpan karena rasa dan aromanya bisa berubah. Dengan memilih produk yang masih segar, hasil masakan pun jadi lebih creamy, harum, dan menggugah selera. 

Memilih unsalted butter yang bagus ternyata tidak hanya soal merek, tetapi juga tekstur, aroma, dan kandungan bahannya. Selain itu, butter berkualitas biasanya punya rasa creamy yang lebih lembut sehingga cocok digunakan untuk baking maupun memasak sehari-hari. Jadi, jangan asal ambil di rak supermarket kalau ingin hasil masakan makin lezat, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo

Related Articles

See More