Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Ragam Yoshoku, Makanan Barat ala Kuliner Jepang

6 Ragam Yoshoku, Makanan Barat ala Kuliner Jepang
Omurice sebagai masakan yoshoku (Pexels.com/Gu Ko)
Intinya Sih
  • Yoshoku adalah hidangan bergaya Barat yang diadaptasi dengan cita rasa Jepang, muncul sejak era Restorasi Meiji saat Jepang mulai terbuka terhadap pengaruh luar.
  • Beberapa contoh populer yoshoku antara lain omurice, doria, spaghetti napolitan, hambagu, korokke, dan kare raisu yang kini mudah ditemukan di restoran hingga konbini.
  • Yoshoku mencerminkan kemampuan Jepang mengolah pengaruh asing menjadi bagian dari identitas kuliner lokal tanpa kehilangan karakter khasnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pernah kebayang menikmati western food atau makanan Barat tapi disajikan dengan nasi putih hangat dan saus khas Jepang? Konsep ini bukan hal aneh bagi masyarakat Jepang. Di Jepang, makanan umumnya dibagi menjadi dua kategori, yaitu washoku dan yoshoku. Jika washoku merujuk pada makanan tradisional Jepang, maka yoshoku adalah hidangan yang terinspirasi dari masakan Barat. Melalui yoshoku, makanan bergaya Barat justru diolah ulang dengan sentuhan lokal hingga terasa akrab di lidah masyarakat Jepang.

Yoshoku mulai berkembang pada masa Restorasi Meiji. Pada periode ini, Jepang mulai membuka diri terhadap pengaruh Barat, termasuk dalam hal kuliner. Seiring waktu, yoshoku justru semakin populer di kalangan masyarakat Jepang. Gak heran kalau kamu bisa dengan mudah menemukan yoshoku di berbagai tempat, mulai dari restoran keluarga, konbini, hingga festival besar. Nah, dari sekian banyak hidangan yoshoku, ini beberapa yang paling populer dan sering jadi favorit!

1. Omurice

Ilustrasi omurice
Ilustrasi omurice (Pixabay.com/Sunglockryu)

Omurice (omuraisu) adalah perpaduan dari kata “omelette” dan “rice”. Hidangan ini berupa nasi goreng yang dibungkus telur dadar lembut, lalu disajikan dengan saus tomat di atasnya. Rasanya gurih dengan sedikit sentuhan manis, bikin omurice jadi favorit banyak orang, terutama anak-anak. Bahkan, menu ini juga sering dijadikan bekal rumahan.

2. Doria

Ilustrasi Doria
Ilustrasi Doria (Unsplash.com/Tomoyo S)

Doria adalah hidangan baked rice yang sekilas mirip gratin dari Prancis, tapi menggunakan nasi sebagai dasar. Biasanya terdiri dari nasi putih, tumisan daging atau seafood, sayuran, lalu dilapisi saus béchamel dan keju. Setelah dipanggang, bagian atasnya menjadi renyah dengan warna keemasan yang menggugah selera.

3. Spaghetti Napolitan

Ilustrasi Spaghetti Napolitan
Ilustrasi Spaghetti Napolitan (Pexels.com/Daisuke Fujita)

Meski terlihat seperti pasta pada umumnya, napolitan punya ciri khas tersendiri. Hidangan ini dimasak menggunakan saus tomat, bukan tomato puree seperti pasta Italia. Isinya biasanya spaghetti, sosis, paprika, dan bawang bombai. Rasanya simpel tapi comforting, khas masakan rumahan Jepang.

4. Hambagu

Ilustrasi hambagu
Ilustrasi hambagu (Unsplash.com/Kouji Tsuru)

Hambagu sering disebut sebagai “hamburger steak” ala Jepang. Berbeda dengan burger biasa, hambagu tidak disajikan dengan roti, melainkan dengan nasi dan sayuran. Dagingnya lembut dan juicy, biasanya disajikan dengan saus demi-glace yang kaya rasa.

5. Korokke

Ilustrasi korokke
Ilustrasi korokke (Pixabay.com/Subarasikiai)

Terinspirasi dari croquette Prancis, korokke versi Jepang menggunakan kentang tumbuk yang dicampur dengan daging cincang, lalu dilapisi tepung roti (panko) dan digoreng hingga renyah. Camilan ini mudah ditemukan di supermarket atau konbini dan jadi favorit banyak orang karena praktis serta mengenyangkan.

6. Kare Raisu

Ilustrasi kare raisu
Ilustrasi kare raisu (pexels.com/Change C.C)

Kare raisu atau nasi kari adalah salah satu yoshoku yang sangat populer. Meski berasal dari India dan dibawa oleh masyarakat Inggris, versi Jepang memiliki tekstur yang lebih kental, rasa yang lebih manis, serta tidak terlalu pedas. Biasanya disajikan dengan nasi putih, tetapi juga bisa ditemukan dalam bentuk lain, seperti udon atau roti isi kari (kare pan).

Yoshoku bukan hanya soal makanan, tapi juga cerita tentang adaptasi dan identitas. Dari pengaruh Barat yang masuk ke Jepang, lahirlah hidangan-hidangan baru yang justru terasa sangat “Jepang”. Inilah yang membuat yoshoku unik; bukan sekadar meniru, tapi mengolah kembali hingga menjadi sesuatu yang benar-benar berbeda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo

Related Articles

See More