5 Tips Membuat Donat Matcha ala Cafe Jepang yang Harumnya Tetap Tahan

Donat matcha adalah salah satu variasi donat modern yang banyak digemari karena punya aroma teh hijau yang wangi, rasa khas sedikit pahit, dan tampilannya yang elegan. Biasanya menu ini disajikan di cafe Jepang atau bakery premium dengan kualitas matcha yang pekat dan glaze yang halus. Meskipun kelihatannya sulit, sebenarnya kamu bisa membuat donat matcha versi rumahan yang hasilnya tetap wangi dan rasanya seperti dessert mahal, asalkan tahu teknik dan bahan yang tepat.
Tantangan terbesar dalam membuat donat matcha adalah menjaga aroma matcha tetap harum setelah digoreng dan diberi glaze. Jika prosesnya salah, matcha bisa berubah jadi pahit, warnanya kusam, atau malah tidak terasa sama sekali. Selain itu, donat harus punya tekstur empuk dan glaze yang menempel cantik agar benar-benar mirip buatan cafe Jepang. Dengan beberapa trik, kamu bisa menghasilkan donat yang harum, lembut, dan punya warna hijau yang menggoda.
Kalau kamu ingin membuat donat matcha yang wangi sampai gigitan terakhir dan cocok untuk dijadikan sajian spesial atau ide jualan premium, yuk ikuti lima tips penting ini sampai selesai.
1. Gunakan matcha powder berkualitas, bukan green tea biasa

Matcha yang asli memiliki aroma khas yang kuat, warna hijau cerah, dan rasa sedikit pahit namun bersih. Jangan gunakan green tea bubuk biasa atau minuman instan rasa teh hijau karena kualitasnya berbeda jauh dan aromanya mudah hilang saat dipanaskan. Untuk hasil maksimal, pilih matcha kualitas culinary grade yang memang cocok untuk baking dan tidak mudah berubah warna saat dipanaskan.
Meski harganya sedikit lebih mahal, matcha culinary grade punya rasa lebih stabil dan tidak meninggalkan rasa pahit berlebih. Langkah ini penting agar donatmu benar-benar terasa seperti dessert ala Jepang, bukan sekadar donat biasa dengan pewarna hijau.
Jika ingin lebih wangi, kamu bisa menyimpan bubuk matcha di dalam toples kaca kedap udara dan hindari paparan cahaya langsung. Matcha yang disimpan sembarangan akan cepat menghilang aromanya dan rasanya jadi hambar saat dicampur dalam adonan donat atau glaze.
2. Campurkan matcha ke adonan dan glaze secara terpisah
Untuk menjaga aroma dan warna matcha tetap kuat, sebaiknya campurkan matcha pada dua tahap berbeda: sedikit ke dalam adonan donat dan sebagian lagi ke dalam glaze. Matcha di dalam adonan akan memberi aroma dari dalam, sedangkan matcha di glaze menambah warna hijau alami di permukaan donat.
Saat mencampur matcha ke adonan, ayak bubuk matcha bersama tepung sebelum diuleni agar tercampur rata tanpa gumpalan. Hindari mencampur matcha langsung ke cairan panas karena ini bisa memudarkan warnanya dan membuat rasa pahit.
Untuk glaze, buat campuran gula halus, susu, dan matcha bubuk culinary grade. Aduk sampai halus dengan tekstur sedikit kental. Dengan membagi matcha di dua bagian ini, aroma teh hijaunya akan bertahan lebih lama, baik dari luar maupun dari dalam donat.
3. Goreng donat dengan suhu stabil agar tidak menyerap minyak

Tekstur donat yang empuk dan tidak berminyak sangat penting agar rasa matcha tetap menonjol. Goreng donat di minyak banyak dengan suhu stabil (160–170°C). Jika minyak terlalu panas, bagian luar akan cepat cokelat dan aroma matcha dalam adonan bisa hilang karena gosong. Sebaliknya, jika minyak terlalu dingin, donat akan menyerap minyak terlalu banyak dan aromanya tertutup bau minyak.
Gunakan api sedang dan jangan memasukkan terlalu banyak donat sekaligus ke dalam wajan agar suhu tetap stabil. Cukup balik donat satu kali saat bagian bawah sudah menguning, supaya tekstur tetap ringan dan seratnya halus di dalam.
Setelah matang, tiriskan donat di rak kawat untuk menurunkan suhu sekaligus mengurangi minyak. Donat harus sedikit hangat sebelum dicelup ke glaze matcha agar lapisan glaze menempel merata tanpa retak.
4. Buat glaze matcha dengan tekstur halus dan warna natural

Glaze matcha adalah kunci tampilan donat agar terlihat premium. Campurkan gula halus dengan sedikit susu cair hangat dan bubuk matcha, aduk hingga menjadi adonan glaze yang kental namun masih bisa menetes halus. Jangan tambahkan terlalu banyak susu karena glaze akan encer dan tidak melekat di donat.
Kalau kamu ingin rasa yang lebih dalam, gunakan sedikit madu atau vanilla extract bersama matcha supaya aromanya lebih kaya. Aduk hingga tidak ada gumpalan, dan pastikan warnanya tetap hijau lembut — bukan hijau berlebihan karena terlalu banyak pewarna.
Celupkan bagian atas donat ke glaze matcha saat donat masih hangat, lalu tiriskan di rak kawat. Taburkan sedikit matcha powder halus atau potongan kacang almond di atasnya agar tampilannya makin cantik seperti di cafe Jepang.
5. Simpan donat di tempat sejuk dan tertutup agar aroma matcha tidak hilang

Setelah glaze mengering, simpan donat matcha dalam wadah tertutup agar aromanya tidak cepat hilang. Matcha rentan terhadap udara lembap dan panas, jadi hindari menyimpan donat terlalu lama di tempat terbuka. Jika disimpan di wadah kedap udara, aroma matcha akan tetap terasa saat donat disantap beberapa jam kemudian.
Jika ingin disajikan untuk acara sore hari, buat donat di pagi hari lalu simpan di wadah tertutup setelah glaze mengering sempurna. Jangan simpan donat di kulkas karena suhu dingin bisa membuat glaze retak dan membuat tekstur donat jadi keras.
Dengan teknik penyimpanan yang tepat, donat matcha buatanmu akan tetap harum, warnanya tetap cantik, dan rasanya tetap fresh seperti baru diambil dari etalase cafe Jepang.