Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi adonan (pexels.com/Maria Orlova)
  • Pastikan adonan sudah kalis, elastis, lalu dibagi dan dibentuk dengan ukuran seragam. Letakkan di alas bertepung atau kertas roti dengan jarak cukup agar tidak lengket.

  • Diamkan donat di tempat bersih tanpa angin langsung hingga mengembang dua kali lipat. Waktunya sekitar 45–60 menit sampai 1–2 jam, bergantung suhu ruangan dan aktivitas ragi.

  • Sebelum menggoreng, cek adonan lewat tes tekan jari: bekas yang kembali perlahan menandakan siap. Goreng dalam minyak panas bersuhu sedang agar matang merata dan tidak berminyak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Donat yang empuk dan mengembang sempurna tidak hanya bergantung pada bahan serta proses menguleni adonan. Ada satu tahapan penting yang gak boleh dilewatkan, yaitu proofing atau proses mendiamkan adonan agar mengembang sebelum digoreng. Jika tahap ini dilakukan dengan benar, donat bisa memiliki tekstur yang ringan, lembut, dan tidak bantat.

Lantas, bagaimana cara proofing donat yang benar? Proses ini sebenarnya cukup sederhana, tetapi membutuhkan perhatian pada waktu, suhu ruangan, dan kondisi adonan. Supaya hasilnya maksimal, kamu perlu memahami beberapa langkah penting sebelum memasukkan donat ke dalam minyak panas.

1. Pastikan adonan sudah diuleni dan dibentuk dengan benar

ilustrasi adonan donat (unsplash.com/Conor Brown)

Sebelum melakukan proofing, pastikan adonan donat sudah melalui proses pengulenan hingga kalis. Adonan yang kalis biasanya memiliki tekstur elastis, lembut, dan tidak mudah robek ketika ditarik perlahan. Kondisi ini penting agar donat mampu menahan gas yang dihasilkan oleh ragi selama proses fermentasi.

Setelah itu, bagi adonan sesuai ukuran yang diinginkan. Bulatkan setiap potongan adonan, kemudian bentuk menjadi donat menggunakan cetakan atau cara manual. Usahakan ukuran dan ketebalannya relatif sama supaya semua donat bisa mengembang secara merata.

Jangan lupa menyiapkan alas yang sudah ditaburi sedikit tepung atau menggunakan kertas roti agar adonan tidak lengket. Berikan jarak antara satu donat dan lainnya karena ukurannya akan bertambah selama proses proofing.

2. Diamkan adonan hingga mengembang dua kali lipat

ilustrasi adonan donat mengembang (unsplash.com/Balint Mendlik)

Cara proofing donat yang benar adalah mendiamkan adonan yang sudah dibentuk hingga ukurannya mengembang sekitar dua kali lipat dari ukuran semula. Pada umumnya, proses ini membutuhkan waktu sekitar 45–60 menit atau bahkan 1–2 jam, tergantung suhu ruangan dan aktivitas ragi.

Letakkan adonan di tempat yang bersih dan tidak terkena angin secara langsung. Kamu juga bisa menutupnya menggunakan kain bersih atau plastik agar permukaan adonan tidak kering selama didiamkan.

Perlu diingat, waktu proofing tidak selalu sama untuk setiap adonan. Jika suhu ruangan cukup hangat, adonan biasanya lebih cepat mengembang. Sebaliknya, suhu yang lebih dingin dapat memperlambat aktivitas ragi sehingga membutuhkan waktu lebih lama. Jadi, jangan hanya mengandalkan pengatur waktu. Perhatikan juga perubahan ukuran adonan untuk memastikan proses pengembangan berlangsung dengan baik.

3. Periksa kondisi adonan sebelum digoreng

ilustrasi adonan proofing (pexels.com/Markus Winkler)

Setelah didiamkan, jangan langsung menggoreng semua donat. Periksa terlebih dahulu apakah adonan sudah mengembang dengan baik. Salah satu tanda proofing berhasil adalah ukuran donat bertambah besar, teksturnya terasa ringan, dan permukaannya terlihat lebih mengembang.

Kamu juga bisa melakukan tes sederhana dengan menekan permukaan adonan secara perlahan menggunakan ujung jari. Jika bekas tekanan kembali secara perlahan, biasanya adonan sudah cukup mengembang dan siap digoreng.

Namun, jika bekas tekanan langsung kembali seperti semula, adonan kemungkinan masih membutuhkan waktu untuk mengembang. Sebaliknya, apabila bekas tekanan tidak kembali dan adonan terlihat mengempis, bisa jadi donat mengalami overproofing atau proses pengembangan yang berlebihan.

Karena itu, penting untuk memeriksa kondisi adonan sebelum melanjutkan ke tahap penggorengan. Langkah sederhana ini bisa membantu mengurangi risiko donat menjadi kempis atau kehilangan tekstur lembutnya.

4. Goreng donat dengan suhu minyak yang tepat

ilustrasi donat goreng (pexels.com/Clément Proust)

Jika adonan sudah mengembang sempurna, tahap berikutnya adalah menggoreng donat. Gunakan minyak dalam jumlah cukup banyak agar seluruh bagian donat bisa matang secara merata. Pastikan minyak sudah panas dengan suhu sedang sebelum adonan dimasukkan.

Hindari menggunakan api terlalu besar karena bagian luar donat bisa cepat kecokelatan, sementara bagian dalamnya belum matang. Sebaliknya, minyak yang terlalu dingin dapat membuat donat menyerap banyak minyak sehingga hasilnya terasa lebih berat dan berminyak.

Masukkan donat secara perlahan dan jangan memenuhi wajan sekaligus. Berikan ruang agar suhu minyak tetap stabil selama proses penggorengan. Balik donat ketika bagian bawahnya sudah berwarna keemasan.

Untuk mendapatkan tampilan white ring atau lingkaran putih khas donat, usahakan tidak terlalu sering membolak-balik adonan. Setelah matang, angkat dan tiriskan donat sebelum diberi gula halus, cokelat, atau berbagai jenis topping favorit.

Cara proofing donat yang benar dimulai dengan memastikan adonan sudah kalis, membentuknya sesuai ukuran, lalu mendiamkannya hingga mengembang sekitar dua kali lipat. Waktu yang dibutuhkan umumnya 45–60 menit hingga 1–2 jam, tergantung kondisi suhu ruangan dan aktivitas ragi.

Dengan memperhatikan setiap tahapan tersebut, kamu bisa menghasilkan donat yang lebih empuk, ringan, dan mengembang sempurna. Jadi, jangan terburu-buru saat melakukan proofing karena proses ini menjadi salah satu kunci penting untuk mendapatkan donat rumahan yang lezat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article