5 Pengganti Santan untuk Kolak yang Ramah Maag dan Tetap Menggugah Selera

- Artikel membahas alternatif pengganti santan untuk kolak yang lebih ramah bagi penderita maag dan tetap menjaga cita rasa khas hidangan berbuka puasa.
- Lima bahan pengganti yang disarankan meliputi susu almond, susu kedelai, susu evaporasi, susu oat, serta air rebusan ubi atau pisang sebagai pilihan kuah ringan.
- Setiap bahan menawarkan tekstur creamy atau rasa manis alami tanpa memicu asam lambung, menjadikan kolak tetap lezat dan nyaman dikonsumsi saat berbuka.
Kolak identik dengan kuah santan yang gurih dan kental. Namun, tidak semua orang cocok dengan santan, terutama saat perut masih kosong setelah seharian puasa. Bagi penderita maag atau yang sering merasa begah setelah berbuka, santan justru bisa memicu rasa tidak nyaman, mulai dari mual hingga asam lambung naik.
Untungnya, kolak tidak harus selalu bergantung pada santan. Ada banyak bahan pengganti yang lebih ringan di lambung, tetap lezat, dan tidak menghilangkan kenikmatan khas kolak. Nah, berikut ini lima bahan pengganti santan untuk kolak. Scroll dibawah ini!
1. Susu almond

Susu almond bisa jadi alternatif santan yang cukup aman untuk penderita maag. Teksturnya ringan dan rasanya tidak terlalu tajam, sehingga tidak memicu produksi asam lambung berlebih. Saat digunakan dalam kolak, susu almond memberi sensasi creamy yang lembut tanpa membuat perut terasa penuh.
Agar rasanya lebih seimbang, pilih susu almond tanpa gula tambahan. Campurkan ke kolak saat api kecil dan jangan direbus terlalu lama supaya rasanya tetap halus. Hasilnya, kolak terasa lebih modern, ringan, dan nyaman dikonsumsi saat berbuka.
2. Susu kedelai

Susu kedelai punya tekstur lembut dan rasa gurih ringan yang cukup mirip santan, tapi dengan kandungan lemak yang lebih rendah. Bahan ini relatif aman untuk lambung, terutama jika menggunakan susu kedelai tawar tanpa gula tambahan. Saat dipadukan dengan gula aren dan pandan, rasanya tetap harmonis.
Penggunaan susu kedelai membuat kuah kolak terasa lebih ringan dan tidak meninggalkan rasa enek. Tambahkan di akhir proses memasak agar tidak pecah dan aromanya tetap segar. Kolak juga jadi lebih ramah untuk perut sensitif.
3. Susu evaporasi

Susu evaporasi adalah susu sapi yang sudah dikurangi kadar airnya, sehingga teksturnya lebih kental dan rasanya creamy. Karena tidak mengandung lemak kelapa seperti santan, susu evaporasi cenderung lebih ringan di lambung dan sering lebih aman untuk orang yang sensitif terhadap santan.
Supaya kolak tetap nyaman di perut, sebaiknya pilih susu evaporasi rendah lemak dan jangan digunakan terlalu banyak. Campurkan susu evaporasi dengan air rebusan kolak, lalu masukkan di akhir proses memasak saat api sudah kecil. Cara ini membantu menjaga tekstur tetap halus dan mengurangi risiko perut terasa begah setelah berbuka.
4. Susu oat

Susu oat dikenal ramah untuk sistem pencernaan karena kandungan serat larutnya cukup tinggi. Bahan ini membantu menenangkan lambung dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama tanpa efek begah. Dalam kolak, susu oat memberi tekstur creamy yang tidak terlalu berat.
Rasanya yang netral juga membuat manis gula aren dan aroma pandan tetap dominan. Susu oat cocok dipadukan dengan isian kolak seperti pisang atau ubi. Selain aman untuk maag, kolak dengan susu oat terasa lebih ringan dan tidak bikin enek meski diminum hangat.
5. Air rebusan ubi

Air rebusan ubi atau pisang sering dibuang begitu saja, padahal bisa dimanfaatkan sebagai kuah kolak pengganti santan. Air ini mengandung rasa manis alami yang lembut dan sangat ringan di perut. Untuk penderita maag, pilihan ini termasuk yang paling aman.
Tambahkan sedikit gula aren dan daun pandan untuk memperkaya rasa. Meskipun tidak creamy seperti santan, kuah kolak jadi terasa lebih alami dan tidak bikin perut terasa penuh. Cocok untuk berbuka ringan sebelum makan besar.
Menikmati kolak saat buka puasa seharusnya jadi momen yang menyenangkan, bukan sumber rasa tidak nyaman. Nah, apakah kamu tertarik ingin mencoba kolak tanpa santan?


















