- 260 gram tepung kue
- 75 gram gula castor
- 1/4 sdt baking soda + 1 sdm air
- 1/4 sdt baking powder
- 100 gram minyak sayur
- 1 kuning telur
- 50 gram mentega tawar
- 2 cubit garam
- 1/2 sdt vanila
- 1 kuning telur campuran dan 1/2 sdt minyak untuk polesan
- wijen hitam dan putih secukupnya
- minyak goreng secukupnya
Resep Chui Kao So ala Luvita Ho untuk Camilan Perayaan Imlek

Perayaan Imlek rasanya kurang lengkap tanpa suguhan kue tradisional yang punya cerita dan makna di balik rasanya. Salah satu yang selalu hadir di meja tamu adalah chui kao so, kue wijen klasik dengan tekstur renyah dan aroma khas yang langsung menggugah selera. Kue ini bukan sekadar camilan, tapi juga simbol kebersamaan dan harapan baik di awal tahun baru.
Lewat resep chui kao so ala Luvita Ho, kamu bisa mencoba membuat kue Imlek ini sendiri di rumah dengan cara yang lebih praktis dan mudah diikuti. Bahannya sederhana, langkahnya jelas, dan hasilnya cocok untuk suguhan keluarga maupun dijadikan hantaran saat Imlek. Simak resep selengkapnya di bawah ini, ya!
Bahan Chui Kao So ala Luvita Ho

Cara Membuat

- Campurkan baking soda dengan air, aduk hingga larut, sisihkan.
- Dalam wadah berbeda, campurkan tepung kue, gula pasir, vanila ekstrak, baking powder, dan garam. Aduk rata, sisihkan.
- Selanjutnya, masukkan minyak sayur, mentega tawar, kuning telur dan larutan baking soda. Aduk hingga adonannya lembut dan tidak ada tepung yag tersisa.
- Ambil adonan secukupnya, bentuk bulat kecil lalu susun di atas loyang yang sudah dialasi baking paper. Beri jarak antar kue. Lalu, tekan ringan adonan kue agar sedikit pipih.
- Campurkan minyak dan kuning telur untuk polesan, olesi permukaan kue secara merata. Taburi dengan wijen hitam dan putih sesuai selera.
- Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan pada suhu 160°C selama 20–25 menit, atau hingga bagian bawah kue matang dan permukaannya tampak kering.
- Angkat, dinginkan sepenuhnya sebelum disimpan agar teksturnya benar-benar renyah.
Makna Kue Chui Kao So dalam Perayaan Imlek

Kue chui kao so identik dengan perayaan Imlek dan menjadi bagian dari tradisi masyarakat Tionghoa dalam menyambut Tahun Baru. Bentuknya yang bulat melambangkan keutuhan, kebersamaan, dan harapan agar keluarga selalu utuh sepanjang tahun. Taburan wijen di permukaannya dipercaya merepresentasikan rezeki yang berlimpah dan kehidupan yang terus bertumbuh, sejalan dengan makna Imlek sebagai momen membuka lembaran baru dengan doa kemakmuran dan keberuntungan.
Selain maknanya, kue chui kao so juga menjadi simbol keramahan dan rasa syukur. Kue ini biasanya disajikan untuk menjamu tamu yang datang bersilaturahmi saat Imlek, sebagai bentuk penghormatan dan doa baik bagi siapa pun yang mencicipinya. Teksturnya yang renyah dengan rasa manis yang seimbang mencerminkan harapan akan kehidupan yang harmonis, tidak berlebihan, dan penuh keseimbangan, sehingga menjadikannya lebih dari sekadar camilan, melainkan bagian dari cerita budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Chui kao so memang punya daya tarik tersendiri, mulai dari rasa manisnya yang pas, taburan wijen yang harum, hingga maknanya yang lekat dengan perayaan Imlek. Dengan mengikuti resep dari Luvita Ho ini, kamu bisa menghadirkan nuansa Imlek yang hangat dan autentik langsung dari dapur rumah sendiri.
Jadi, kalau kamu sedang menyiapkan camilan khas untuk menyambut Tahun Baru Imlek, resep chui kao so ini bisa jadi pilihan yang tepat. Sajikan untuk keluarga, bagikan ke orang terdekat, dan biarkan setiap gigitannya membawa suasana Imlek yang penuh kehangatan dan harapan baru.


















