Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Resep Kue Lidah Kucing Kelapa, Renyah dan Aromanya Gurih
ilustrasi kue lidah kucing kelapa (pexels.com/Meggy Kadam Aryanto)

Kalau biasanya kue lidah kucing dibuat dengan rasa orisinal atau keju, kali ini ada versi kelapa yang tak kalah menarik untuk dicoba di rumah. Perpaduan tekstur renyah dengan aroma kelapa yang harum membuat kue kering ini terasa lebih spesial saat dinikmati. Cocok sekali disajikan sebagai camilan sore, isi stoples tamu, atau teman minum teh saat santai. Proses membuatnya juga cukup mudah, jadi cocok untuk dicoba bahkan oleh pemula.

Kue lidah kucing kelapa punya rasa gurih manis yang ringan dan tidak bikin cepat enek. Aroma kelapa sangrai yang keluar saat dipanggang juga bisa membuat suasana dapur terasa lebih hangat dan nyaman. Selain itu, bentuknya yang tipis dan cantik membuat kue ini terlihat menarik meski dibuat dengan bahan sederhana. Kalau penasaran bagaimana cara membuatnya tetap renyah dan tidak mudah patah, simak resep kue lidah kucing kelapa berikut ini.

Bahan Kue Lidah Kucing Kelapa

ilustrasi tepung terigu protein rendah (pixabay.com/Hans)

  1. 150 gram margarin

  2. 100 gram gula halus

  3. 2 butir putih telur

  4. 150 gram tepung terigu protein rendah

  5. 30 gram tepung maizena

  6. 50 gram kelapa parut kering

  7. ½ sendok teh vanili bubuk

  8. ¼ sendok teh garam

Cara Membuat Lidah Kucing Kelapa

ilustrasi membuat adonan (pixabay.com/congerdesign)

  1. Margarin dan gula halus dikocok terlebih dahulu menggunakan mikser sampai teksturnya berubah menjadi lembut dan warnanya lebih pucat. Putih telur kemudian dimasukkan sedikit demi sedikit sambil tetap dikocok agar adonan tercampur rata dan tidak pecah.

  2. Tepung terigu, tepung maizena, vanili bubuk, dan garam diayak terlebih dahulu supaya tidak ada bagian yang menggumpal saat dicampurkan ke adonan. Semua bahan kering lalu dimasukkan perlahan ke dalam adonan sambil diaduk menggunakan spatula hingga teksturnya merata.

  3. Kelapa parut kering ditambahkan ke dalam adonan lalu diaduk perlahan sampai tercampur sempurna. Adonan kemudian dipastikan tidak terlalu cair agar bentuk lidah kucing tetap rapi saat dipanggang nanti.

  4. Loyang lidah kucing dioles tipis menggunakan margarin agar kue tidak lengket setelah matang. Adonan lalu dimasukkan ke dalam piping bag sebelum disemprotkan memanjang dengan ukuran yang sama di atas loyang.

  5. Oven dipanaskan terlebih dahulu selama beberapa menit supaya suhu panasnya stabil saat adonan dipanggang. Loyang kemudian dimasukkan ke dalam oven dan dipanggang menggunakan suhu 150 derajat Celsius sampai bagian pinggir kue terlihat kecokelatan.

  6. Kue yang sudah matang dikeluarkan dari oven lalu didiamkan beberapa menit agar teksturnya lebih kokoh saat diangkat. Kue lidah kucing kemudian dilepaskan perlahan dari loyang supaya bentuknya tetap utuh dan tidak mudah patah.

  7. Kue lidah kucing kelapa didinginkan sepenuhnya sebelum dimasukkan ke dalam stoples kedap udara. Kue lalu disimpan di tempat kering agar kerenyahannya tetap terjaga lebih lama saat dinikmati.

Tips Membuat

ilustrasi oven (pixabay.com/IdaT)

  1. Kelapa parut kering sebaiknya digunakan dalam kondisi benar-benar kering agar tekstur kue tetap renyah.

  2. Adonan jangan dikocok terlalu lama setelah tepung dimasukkan supaya hasil kue tidak keras.

  3. Jarak antara adonan di loyang perlu diberi ruang karena kue akan sedikit melebar saat dipanggang.

  4. Lidah kucing sebaiknya langsung disimpan di toples kedap udara setelah dingin agar tidak melempem.

Resep kue lidah kucing kelapa bisa menjadi pilihan camilan sederhana yang cocok dinikmati kapan saja. Kalau ingin variasi lain, kue ini juga bisa ditambahkan cokelat leleh atau taburan almond di bagian atasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article