- 20 gram tepung terigu protein tinggi
- 100 ml susu cair
Resep Japanese Milk Bread Kayu Manis, Aromanya Bikin Nagih

- Japanese milk bread kayu manis menawarkan tekstur empuk dan ringan dengan aroma rempah hangat, cocok untuk sarapan, camilan sore, atau teman minum kopi.
- Resep memakai tangzhong dari tepung dan susu, lalu adonan tepung protein tinggi, gula, susu bubuk, ragi, telur, susu, butter, garam, serta bubuk kayu manis.
- Adonan perlu diuleni hingga kalis, melalui dua tahap proofing, dibagi sembilan, lalu dipanggang pada 170 derajat Celsius selama 20–25 menit dan diolesi butter.
Kalau kamu suka roti yang lembut dengan aroma rempah yang hangat, Japanese milk bread kayu manis ini wajib dicoba. Teksturnya empuk dan lembut, sementara aroma kayu manisnya langsung terasa sejak roti mulai dipanggang. Roti ini cocok disajikan untuk sarapan, camilan sore, atau teman menikmati secangkir kopi.
Japanese milk bread dikenal dengan teksturnya yang sangat lembut dan ringan, sehingga cocok dinikmati kapan saja. Kali ini, adonan roti dipadukan dengan bubuk kayu manis untuk memberikan aroma dan rasa yang lebih hangat. Bahan yang digunakan cukup sederhana dan bisa ditemukan dengan mudah di toko bahan kue. Yuk, siapkan bahan-bahannya dan ikuti cara membuat Japanese milk bread kayu manis berikut sampai selesai.
Bahan Japanese Milk Bread Kayu Manis

ilustrasi tepung terigu protein tinggi (pixabay.com/Hans) Bahan tangzhong:
Bahan adonan:
- 280 gram tepung terigu protein tinggi
- 35 gram gula pasir
- 15 gram susu bubuk
- 1 sendok teh ragi instan
- 1 butir telur
- 100 ml susu cair dingin
- 30 gram butter
- ½ sendok teh garam
- 1½ sendok teh bubuk kayu manis
Bahan olesan:
- 1 sendok makan susu cair
- 1 sendok makan butter leleh
Cara Membuat Japanese Milk Bread Kayu Manis

ilustrasi menguleni adonan (pixabay.com/webandi) - Tepung terigu dan susu cair untuk tangzhong dicampurkan di dalam panci hingga tidak ada bagian tepung yang menggumpal. Campuran tersebut kemudian dimasak dengan api kecil sambil terus diaduk sampai mengental, lalu didiamkan hingga hangat.
- Tepung terigu, gula pasir, susu bubuk, ragi instan, dan bubuk kayu manis dimasukkan ke dalam wadah lalu diaduk hingga merata. Tangzhong, telur, dan susu cair kemudian ditambahkan sedikit demi sedikit sambil adonan diuleni sampai mulai menyatu.
- Butter dan garam dimasukkan setelah adonan mulai terbentuk agar teksturnya menjadi lebih lembut dan elastis. Adonan kemudian diuleni selama kurang lebih 10–15 menit sampai kalis, halus, dan dapat ditarik tipis tanpa mudah robek.
- Adonan yang sudah kalis dibulatkan dan ditempatkan di dalam wadah yang telah diolesi sedikit minyak. Wadah kemudian ditutup dengan plastik wrap atau kain bersih dan didiamkan selama sekitar 60 menit hingga ukurannya mengembang dua kali lipat.
- Adonan yang sudah mengembang dikempiskan perlahan untuk mengeluarkan udara, kemudian dibagi menjadi 9 bagian dengan ukuran yang sama. Setiap bagian dibulatkan dan disusun di dalam loyang yang sudah dialasi kertas roti dengan jarak yang cukup.
- Adonan yang telah dibentuk ditutup kembali dan didiamkan selama sekitar 30–45 menit sampai terlihat mengembang dan ringan. Permukaannya kemudian diolesi sedikit susu sebelum dipanggang dalam oven bersuhu 170 derajat Celsius selama sekitar 20–25 menit atau sampai matang.
- Japanese milk bread yang sudah matang dikeluarkan dari oven dan dibiarkan selama beberapa menit agar uap panasnya berkurang. Permukaannya kemudian diolesi butter leleh agar tetap lembut, harum, dan terlihat mengilap saat disajikan.
Tips Membuat

ilustrasi oven (pixabay.com/IdaT) - Gunakan tepung terigu protein tinggi agar adonan memiliki struktur gluten yang kuat sehingga roti dapat mengembang dengan baik dan tetap lembut.
- Jangan menambahkan terlalu banyak tepung saat menguleni meskipun adonan terasa sedikit lengket. Adonan yang terlalu banyak diberi tepung justru dapat menghasilkan Japanese milk bread yang lebih padat.
- Pastikan proses proofing dilakukan sampai adonan benar-benar mengembang karena waktu fermentasi dapat berbeda tergantung suhu ruangan. Jangan terpaku pada durasi, tetapi perhatikan perubahan ukuran dan tekstur adonan.
- Bubuk kayu manis sebaiknya digunakan secukupnya agar aromanya terasa harum tanpa membuat rasa roti menjadi terlalu kuat atau pahit.
Begitu loyang dikeluarkan dari oven, aroma kayu manis yang hangat seolah langsung mengundang siapa saja untuk mendekat ke dapur. Roti yang masih hangat ini paling nikmat dinikmati dengan sedikit butter atau selai favorit.





















