5 Roti Tradisional Italia yang Punya Bentuk Paling Unik

Coppia ferrarese berbentuk simpul empat ujung dengan luar renyah dan tengah lembut, serta berstatus PGI Uni Eropa; pane carasau Sardinia tipis, dipanggang dua kali, dan dulu jadi bekal penggembala.
Taralli khas Puglia berbentuk cincin kecil, direbus sebelum dipanggang, dengan varian bumbu seperti adas dan cabai; mafalda Sisilia berpola bergelombang, bertabur wijen, dan cocok dijadikan roti isi.
Pane di pasqua merupakan roti anyaman manis dengan telur utuh yang dipanggang di tengahnya, menjadi tradisi Paskah Italia dan melambangkan kehidupan baru.
Italia bukan cuma terkenal dengan pizza dan pasta. Negara ini juga memiliki banyak roti tradisional yang sudah diwariskan selama ratusan tahun. Menariknya, beberapa roti khas Italia punya bentuk yang jauh dari roti pada umumnya. Ada yang menyerupai cincin, simpul, bunga, sampai tongkat panjang yang langsung menarik perhatian begitu melihatnya.
Di balik bentuknya yang unik, setiap roti biasanya punya cerita dan tradisi yang berbeda di daerah asalnya. Sebagian dibuat untuk perayaan keagamaan, ada yang menjadi makanan sehari-hari, bahkan ada pula yang dulu dibuat agar lebih praktis dibawa saat bekerja. Kalau kamu penasaran, berikut lima roti tradisional Italia dengan bentuk paling unik yang layak kamu kenal.
1. Coppia ferrarese

ilustrasi coppia ferrarese (commons.wikimedia.org/ Lungoleno) Coppia ferrarese menjadi salah satu roti paling mudah dikenali di Italia. Bentuknya terdiri dari dua bagian memanjang yang dipilin hingga menyerupai simpul dengan empat ujung runcing. Tampilannya begitu khas sehingga sulit tertukar dengan jenis roti lain.
Tekstur bagian luar roti ini sangat renyah, sementara bagian tengahnya tetap lembut. Coppia ferrarese biasanya disantap bersama salami, prosciutto, keju, atau dijadikan pendamping berbagai hidangan khas Emilia-Romagna. Keunikannya bahkan membuat roti ini memperoleh status PGI (Protected Geographical Indication) dari Uni Eropa.
2. Pane carasau

ilustrasi pane carasau (commons.wikimedia.org/ Gianni Careddu) Pane carasau berasal dari Sardinia dan terkenal karena bentuknya yang sangat tipis seperti lembaran kertas. Diameternya cukup besar dengan permukaan yang renyah setelah dipanggang dua kali.
Dahulu roti ini menjadi bekal para penggembala karena dapat bertahan selama berbulan-bulan tanpa mudah rusak. Sampai sekarang, pane carasau masih sering dinikmati bersama minyak zaitun, tomat, keju pecorino, atau dijadikan dasar hidangan tradisional bernama pane frattau.
3. Taralli

ilustrasi taralli (commons.wikimedia.org/ Archeolucia) Sekilas taralli memang terlihat seperti bagel berukuran mini. Bentuknya berupa cincin kecil dengan tekstur yang renyah karena melalui proses direbus sebelum dipanggang, mirip seperti pembuatan pretzel.
Taralli berasal dari wilayah Puglia dan kini bisa ditemukan di berbagai daerah Italia. Adonannya sederhana, biasanya memakai tepung, minyak zaitun, anggur putih, dan garam. Ada juga varian yang diberi adas, lada hitam, bawang bombai, atau cabai agar rasanya lebih bervariasi.
4. Mafalda

ilustrasi mafalda (istockphoto.com/ Giuseppe Lombardo) Mafalda merupakan roti khas Sisilia yang memiliki bentuk memanjang dengan pola bergelombang di bagian atas. Bentuk tersebut membuatnya tampak seperti ular atau pita yang berkelok-kelok.
Roti ini menggunakan taburan wijen yang memberi aroma harum saat dipanggang. Bagian dalamnya tetap empuk sehingga sering dipakai sebagai roti isi daging, keju, maupun sayuran. Nama mafalda diambil dari Putri Mafalda dari Savoia sebagai bentuk penghormatan pada keluarga kerajaan Italia.
5. Pane di pasqua

ilustrasi pane di pasqua (commons.wikimedia.org/ EvelinaRibarova) Pane di pasqua atau easter bread dikenal karena bentuk anyamannya yang cantik. Pada bagian tengah roti biasanya diletakkan telur utuh yang ikut dipanggang bersama adonan sehingga tampilannya semakin unik.
Roti ini menjadi bagian dari tradisi Paskah di berbagai wilayah Italia. Selain memiliki cita rasa yang sedikit manis, bentuk anyaman dan telur di atasnya juga melambangkan kehidupan baru dalam tradisi setempat. Karena tampilannya menarik, roti ini sering menjadi pusat perhatian di meja makan keluarga saat perayaan berlangsung.
Keunikan roti tradisional Italia menunjukkan kalau setiap daerah punya cara sendiri dalam mengolah bahan sederhana menjadi makanan yang penuh karakter. Bentuk yang berbeda bukan sekadar mempercantik tampilan, tetapi juga sering berkaitan dengan sejarah, budaya, dan kebiasaan masyarakat yang sudah berlangsung sejak lama.
Kalau suatu saat kamu berkesempatan berkunjung ke Italia, jangan hanya berburu pizza atau pasta. Menjelajahi berbagai roti tradisionalnya juga bisa menjadi pengalaman kuliner yang menarik, apalagi banyak di antaranya masih dibuat dengan cara yang diwariskan dari generasi ke generasi.























