Roti sisir menjadi salah satu roti klasik yang masih mudah ditemukan di pasaran hingga saat ini. Bentuknya yang terdiri dari lembaran-lembaran roti membuatnya mudah dirobek dan disantap, sedangkan bagian dalamnya yang lembut cocok dipadukan dengan olesan butter yang gurih dan harum.
Salah satu cara untuk membuat rasanya semakin istimewa adalah menggunakan Wijsman butter sebagai bahan olesan. Aroma butter yang khas berpadu dengan roti yang empuk, sehingga menghasilkan rasa gurih, sedikit manis, dan buttery di setiap helainya.
Tak perlu beli mahal-mahal di toko roti, berikut resep roti sisir Wijsman yang bisa kamu recook di rumah dengan bahan-bahan cukup sederhana!
| Prep Time | 30 Minutes |
| Cook Time | 20 Minutes |
| Portion | 8–10 Portion |
Bahan Roti Sisir Wijsman
- 250 gram tepung terigu protein tinggi
- 30 gram gula pasir
- 4 gram ragi instan
- 15 gram susu bubuk
- 1 butir telur
- 120 ml susu cair
- 30 gram Wijsman butter
- 3 gram garam
- Bahan olesan:
- 50 gram Wijsman butter
- 20 gram gula halus
- 15 gram susu kental manis
Cara Membuat
| 1. Campurkan bahan kering. | Masukkan tepung terigu, gula pasir, ragi instan, dan susu bubuk ke dalam wadah. Aduk hingga seluruh bahan kering tercampur rata. |
| 2. Tambahkan bahan cair. | Masukkan telur dan susu cair secara bertahap sambil diuleni. Lakukan hingga adonan mulai menyatu dan tidak ada tepung kering yang tersisa. |
| 3. Masukkan butter dan garam. | Tambahkan Wijsman butter dan garam ke dalam adonan. Uleni kembali hingga adonan menjadi elastis, lembut, dan tidak mudah robek saat ditarik. |
| 4. Lakukan fermentasi pertama. | Bulatkan adonan, lalu letakkan di dalam wadah yang sudah diolesi sedikit minyak. Tutup menggunakan kain bersih atau plastik, lalu diamkan selama sekitar 45–60 menit hingga ukurannya mengembang sekitar dua kali lipat. |
| 5. Buat campuran olesan. | Sambil menunggu adonan mengembang, campurkan Wijsman butter, gula halus, dan susu kental manis. Aduk hingga menghasilkan olesan yang lembut dan mudah diratakan. |
| 6. Bagi dan pipihkan adonan. | Kempiskan adonan untuk mengeluarkan udara berlebih, lalu bagi menjadi 8–10 bagian dengan ukuran yang sama. Bulatkan masing-masing bagian dan diamkan selama beberapa menit, agar adonan lebih mudah dibentuk. |
| 7. Bentuk lembaran roti. | Pipihkan setiap bagian adonan hingga berbentuk lonjong atau persegi panjang. Olesi permukaannya dengan campuran butter, kemudian lipat atau susun lembaran adonan secara bertumpuk untuk menghasilkan karakter roti sisir. |
| 8. Susun dalam loyang. | Letakkan adonan yang sudah diberi olesan ke dalam loyang secara berdampingan. Beri sedikit jarak, agar adonan memiliki ruang untuk mengembang. |
| 9. Lakukan fermentasi kedua. | Tutup loyang dan diamkan kembali selama sekitar 30 menit atau hingga adonan terlihat mengembang. Jangan melewatkan tahap ini, agar hasil roti lebih empuk dan ringan. |
| 10. Panggang roti. | Panaskan oven pada suhu 170 derajat Celsius. Panggang roti selama sekitar 18–20 menit atau hingga permukaannya matang dan berwarna keemasan. |
| 11. Olesi butter setelah matang. | Keluarkan roti dari oven, lalu segera olesi permukaannya dengan Wijsman butter. Biarkan sedikit hangat sebelum roti disajikan. Setelah itu, sajikan dengan krim atau isian lainnya. |
