Namanya terdengar seperti salad, tapi isinya justru bistik daging sapi. Begitulah keunikan selat solo, hidangan khas Solo yang lahir dari pengaruh kuliner Eropa pada masa kolonial Belanda, lalu disesuaikan dengan lidah orang Jawa. Daging sapinya empuk, sayurannya segar, dan semuanya disiram kuah cokelat yang manis, asam, dan gurih dalam satu suapan.
Bedanya dengan bistik Barat yang biasanya kering atau bersaus kental, selat solo justru berkuah ringan dan menyegarkan. Dalam satu piring, ada bistik kepel, telur pindang, kentang goreng, buncis, wortel, dan acar timun yang tertata cantik.
Meski tampak istimewa, semuanya bisa kamu buat sendiri di dapur rumah. Melalui resep selat solo rumahan berikut ini, kamu bisa membuat kuliner khas Solo itu untuk keluarga di rumah. Praktikkan, yuk!