Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Tanda Peralatan Dapur Harus Diganti, Bisa Beracun Lho!

5 min read
7 Tanda Peralatan Dapur Harus Diganti, Bisa Beracun Lho!
Potret memotong daging (pexels.com/Kampus Production)
  • Pisau tumpul, retak, atau bengkok perlu diasah bila masih memungkinkan, tetapi harus diganti jika rusak permanen karena dapat meningkatkan risiko cedera dan merusak bahan makanan.

  • Spons lembap yang bau, berubah warna, atau rusak berisiko memindahkan mikroorganisme; wajan tergores, loyang berkarat, serta wadah plastik berubah bentuk juga perlu diganti demi keamanan makanan.

  • Peralatan retak, melengkung, atau bocor dapat mengganggu kebersihan dan fungsi; termometer maupun timbangan digital yang tidak konsisten harus diganti agar pengolahan makanan tetap akurat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Peralatan dapur yang digunakan setiap hari perlahan bisa mengalami penurunan kualitas seiring berjalannya waktu. Pisau yang awalnya tajam mulai tumpul, lapisan wajan antilengket tergores, hingga wadah penyimpanan makanan berubah bentuk setelah digunakan berulang kali. Meski terlihat masih bisa dipakai, kondisi tersebut tidak selalu aman untuk diabaikan.

Kerusakan pada peralatan dapur bukan hanya mengganggu aktivitas memasak, tetapi juga berpotensi memengaruhi kebersihan dan keamanan makanan. Bahkan, beberapa alat yang sudah tidak layak digunakan dapat meningkatkan risiko cedera atau kontaminasi.

Nah, supaya hal tersebut tidak terjadi, kenali tujuh tanda peralatan dapur sudah waktunya diganti berikut ini, yuk!

  1. 1. Pisau sudah tumpul

    Pisau merupakan salah satu peralatan utama yang hampir selalu digunakan saat menyiapkan makanan. Ketajaman bilahnya bisa berkurang akibat pemakaian berulang, kesalahan penyimpanan, atau perawatan yang kurang tepat.

    Menariknya, pisau tumpul justru dapat meningkatkan risiko cedera. Pengguna perlu memberikan tekanan lebih besar ketika memotong bahan makanan sehingga bilah pisau berpotensi tergelincir dan melukai tangan. Koki eksekutif sekaligus salah satu pemilik restoran LenLen, Peter Ki Suk Tondreau, menjelaskan bahwa pisau tumpul cenderung menghancurkan bahan makanan, bukan memotongnya dengan baik.

    Pisau yang sudah tumpul sebenarnya masih bisa diasah selama kondisinya memungkinkan. Jika bilahnya retak, bengkok, atau mengalami kerusakan permanen, sebaiknya segera diganti. Untuk kebutuhan sehari-hari, pisau koki dan pisau bergerigi dapat menjadi pilihan sesuai jenis bahan makanan yang diolah.

  2. 2. Spons cuci piring sudah lama digunakan

    Potret spons cuci
    Potret spons cuci (pexels.com/Vivaan Rupani)

    Spons cuci piring yang digunakan berulang kali dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri, terutama jika selalu dibiarkan dalam kondisi lembab. Sisa makanan dan kotoran yang menempel juga bisa terperangkap di dalam pori-porinya.

    Jika terus digunakan tanpa dibersihkan atau diganti, spons berpotensi memindahkan mikroorganisme ke piring, gelas, dan peralatan makan lainnya. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kontaminasi silang di dapur.

    Oleh karena itu, spons perlu diganti secara berkala, terutama ketika sudah berbau, berubah warna, atau mulai rusak. Sikat pencuci piring juga bisa menjadi alternatif karena lebih mudah dikeringkan dan dibersihkan setelah digunakan.

  3. 3. Lapisan wajan antilengket tergores atau mengelupas

    Wajan antilengket memudahkan proses memasak karena makanan tidak mudah menempel pada permukaannya. Lapisan pelindungnya bisa mengalami kerusakan akibat penggunaan alat masak berbahan logam, suhu terlalu tinggi, atau perawatan yang kurang tepat.

    Jika permukaannya sudah tergores dalam atau mengelupas, sebaiknya pertimbangkan untuk mengganti wajan tersebut. Lapisan yang rusak dapat mengurangi fungsi antilengket dan membuat serpihan pelapis berpotensi tercampur dengan makanan. Pada wajan yang menggunakan pelapis berbahan PFAS, kondisi lapisan yang rusak juga menjadi alasan untuk lebih berhati-hati.

    Sebagai alternatif, kamu bisa menggunakan wajan baja tahan karat, besi cor berlapis enamel, atau baja karbon. Jika tetap memilih wajan antilengket, gunakan spatula berbahan kayu atau silikon, agar permukaannya tidak mudah tergores.

  4. 4. Loyang sudah berkarat

    Potret loyang oven
    Potret loyang oven (pexels.com/Gustavo Fring)

    Loyang yang digunakan untuk memanggang kue atau makanan lainnya juga perlu diperiksa secara rutin. Paparan air, kelembapan, dan sisa makanan yang tidak dibersihkan dengan baik dapat memicu munculnya karat pada permukaan loyang, terutama jika bahan dasarnya mudah teroksidasi.

    Loyang yang mulai berkarat sebaiknya tidak terus digunakan, terlebih jika karat sudah menyebar atau permukaannya mengalami kerusakan. Menurut ilmuwan, risiko penggunaan loyang tersebut lebih besar dibandingkan manfaat mencoba memperbaikinya.

    Jika karat hanya muncul pada bagian tertentu, kondisi dan jenis bahan loyang perlu diperhatikan terlebih dahulu. Namun, untuk loyang yang sudah mengalami korosi cukup parah atau lapisannya rusak, menggantinya dengan yang baru merupakan pilihan lebih aman.

  5. 5. Wadah plastik bekas makanan pesan antar berubah bentuk

    Wadah plastik tipis yang biasa digunakan untuk membungkus makanan pesan-antar memang praktis, karena bisa digunakan kembali. Meski demikian, wadah tersebut tidak selalu dirancang untuk penyimpanan makanan dalam jangka panjang, apalagi jika sudah sering terkena panas atau mengalami perubahan bentuk.

    Wadah plastik yang mengalami perubahan bentuk dapat memengaruhi kualitas penyimpanan makanan. Kondisi wadah yang tidak lagi tertutup rapat memungkinkan pertukaran udara, sehingga makanan lebih mudah mengalami oksidasi, menyerap aroma dari bahan makanan lain di kulkas, atau mengalami freezer burn ketika disimpan di freezer.

    Jika wadah sudah melengkung, retak, atau tutupnya tidak lagi terpasang dengan baik, sebaiknya jangan digunakan untuk menyimpan makanan. Kamu bisa beralih ke wadah kaca borosilikat dengan tutup silikon yang dapat tertutup rapat. Selain lebih tahan lama, wadah tersebut juga cocok digunakan untuk menyimpan berbagai jenis makanan.

  6. 6. Peralatan dapur retak atau berubah bentuk

    Potret peralatan dapur
    Potret peralatan dapur (Unplash.com/MargoEvardson)

    Kerusakan fisik pada peralatan dapur tidak selalu terlihat mencolok. Beberapa alat, seperti spatula, pengikis adonan, talenan kayu, hingga wadah blender, bisa mengalami perubahan bentuk akibat pemakaian dan paparan suhu tinggi.

    Peralatan yang bengkok, melengkung, atau retak perlu diganti apabila kerusakannya tidak dapat diperbaiki. Sebab, kondisi tersebut dapat mengganggu fungsi alat sekaligus memengaruhi keamanan penggunaannya.

    Contohnya, retakan pada wadah blender atau pengolah makanan bisa menyebabkan kebocoran saat alat digunakan. Sementara itu, talenan kayu yang sudah retak akan lebih sulit dibersihkan dan dirawat, karena sisa makanan serta kelembapan dapat terperangkap di celahnya.

    Talenan kayu sebenarnya bisa bertahan lama jika dirawat dengan cara diratakan dan diberi minyak secara berkala. Namun, jika kerusakannya sudah terlalu parah, sebaiknya ganti dengan talenan baru agar tetap higienis dan nyaman digunakan.

  7. 7. Alat ukur digital tidak lagi akurat

    Termometer dan timbangan digital berperan penting dalam proses memasak. Termometer membantu memastikan suhu makanan sesuai kebutuhan, sedangkan timbangan digunakan untuk mengukur bahan agar takarannya lebih presisi.

    Jika termometer membutuhkan waktu terlalu lama untuk menunjukkan suhu, hasil pengukurannya tidak konsisten, atau tidak bisa dikalibrasi ulang, alat tersebut mungkin sudah mengalami gangguan fungsi. Hal serupa berlaku untuk timbangan digital yang menunjukkan angka berbeda ketika digunakan untuk menimbang benda dengan berat sama.

    Alat ukur yang tidak akurat dapat memengaruhi hasil masakan. Bahkan, termometer yang tidak berfungsi dengan baik bisa membuat pengguna keliru menilai tingkat kematangan makanan. Oleh karena itu, segera ganti termometer atau timbangan digital, jika sudah tidak bisa memberikan hasil pengukuran yang dapat diandalkan!

    Memeriksa kondisi peralatan dapur secara rutin merupakan salah satu cara sederhana untuk menjaga keamanan dan kebersihan saat memasak. Jangan menunggu sampai alat benar-benar rusak atau menimbulkan masalah. Jika sudah menunjukkan tanda-tanda di atas dan tidak bisa diperbaiki dengan aman, menggantinya dengan yang baru menjadi langkah yang lebih bijak.

Related Articles

See More