Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Resep Waffle Cokelat, Sajian Simpel Cokelat yang Bikin Mood Naik

3 min read
Resep Waffle Cokelat, Sajian Simpel Cokelat yang Bikin Mood Naik
ilustrasi waffle cokelat (unsplash.com/Alekseeva maya)
  • Waffle cokelat dibuat dari adonan tepung, gula, susu, mentega, telur, pengembang, vanila, dan bubuk kakao tanpa pemanis yang memberi warna serta rasa cokelat.

  • Bahan kering dan basah dicampur perlahan, lalu adonan dimasak dalam alat waffle panas selama sekitar 3–4 menit hingga warna menggelap dan uap berkurang.

  • Kunci hasil lembut dan tidak lengket: gunakan bahan suhu ruang, ayak kakao, jangan overmix, panaskan serta olesi cetakan, dan isi adonan secukupnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Waffle cokelat merupakan variasi dari wafel klasik yang dibuat dengan menambahkan bubuk kakao ke dalam adonan. Bahan-bahan dasarnya sederhana, termasuk tepung terigu, gula, susu, mentega, telur, baking powder, dan vanila. Bubuk kakaolah yang memberikan warna dan cita rasa.

Cara membuatnya pun sangat mudah, cukup campurkan bahan-bahan adonan, tuangkan ke dalam alat pembuat wafel, lalu masak hingga matang sempurna dan warnanya berubah menjadi lebih gelap. Terakhir, tambahkan topping pilihan, dan siap menikmati. Simak lebih lanjut di sini!

  1. Bahan Membuat Waffle Cokelat

    ilustrasi bahan waffle cokelat
    ilustrasi bahan waffle cokelat (unsplash.com/micheile henderson)
    1. 210 gr tepung terigu serbaguna

    2. 100 gr gula pasir

    3. 2 sdt baking powder

    4. ½ sdt baking soda

    5. ½ sdt garam

    6. 50 gr bubuk kakao tanpa pemanis

    7. 420 ml susu full cream

    8. 113 gr mentega tawar, lelehkan dan diamkan hingga agak dingin

    9. 2 butir telur, suhu ruang

    10. 2 sdt ekstrak vanila

  2. Cara Membuat Waffle Cokelat

    ilustrasi adonan waffle
    ilustrasi adonan waffle (unsplash.com/Viacheslav Bublyk)
    1. Masukkan tepung terigu, gula, baking powder, baking soda, dan garam ke dalam mangkuk besar. Ayak bubuk kakao ke dalamnya, lalu aduk semua bahan hingga tercampur rata.

    2. Di mangkuk terpisah, kocok susu, mentega cair, telur, dan ekstrak vanila hingga tercampur rata. Tuangkan campuran ini ke dalam bahan-bahan kering dan aduk perlahan hingga sekadar tercampur. Adonan tidak perlu benar-benar halus, adanya sedikit gumpalan kecil tidak masalah.

    3. Nyalakan alat pembuat waffle pada pengaturan suhu tinggi dan tunggu hingga benar-benar panas. Setelah panas, olesi permukaannya dengan sedikit mentega cair atau semprot dengan minyak masak (cooking spray) agar tidak lengket.

    4. Tuangkan adonan dalam jumlah yang tepat ke dalam cetakan waffle. Jumlahnya bergantung pada ukuran alat pembuat waffle, cetakan bulat besar biasanya membutuhkan sekitar 240 ml adonan per waffle, sedangkan cetakan persegi yang lebih kecil membutuhkan sekitar 60–80 ml per bagian.

    5. Tutup alat pembuat waffle dan masak selama sekitar 3–4 menit, atau sampai uapnya berkurang dan permukaan waffle berubah warna menjadi cokelat lebih tua. Setelah matang, pindahkan waffle ke rak pendingin agar teksturnya tetap terjaga.

    6. Nikmati waffle cokelat selagi hangat dengan topping favorit. Kamu bisa menggunakan buah beri, sirup maple, mentega, atau apa pun yang kamu suka.

  3. Tips Membuat Waffle Cokelat

    ilustrasi sajian waffle cokelat
    ilustrasi sajian waffle cokelat (unsplash.com/Aleksandr Lyamin)
    1. Gunakan bahan-bahan bersuhu ruang. Telur dan susu yang tidak terlalu dingin membantu adonan tercampur lebih mudah dan menghasilkan waffle yang lebih lembut.

    2. Jangan mengaduk adonan secara berlebihan. Aduk secukupnya saja hingga semua bahan tercampur rata. Jika masih ada sedikit gumpalan, jangan panik, waffle akan tetap mengembang dengan sempurna.

    3. Bubuk kakao cenderung menggumpal, jadi sebaiknya diayak bersama bahan-bahan kering lainnya untuk memastikan adonan halus tanpa gumpalan kakao.

    4. Pastikan alat pembuat waffle sudah benar-benar panas. Jangan terburu-buru menuangkan adonan sebelum alat panas. Suhu yang tepat membantu bagian luar waffle cepat mengeras, sehingga tidak menjadi lembek.

    5. Olesi cetakan dengan sedikit lemak. Sedikit mentega atau cooking spray membantu mencegah adonan lengket. Hindari penggunaan yang berlebihan agar permukaan waffle tidak menjadi terlalu berminyak.

    6. Jangan mengisi cetakan terlalu penuh. Isi cetakan secukupnya saja karena adonan akan mengembang saat dimasak. Mengisi terlalu penuh dapat menyebabkan adonan meluap keluar dari sisi-sisinya.

    Bahan-bahannya sederhana dan proses pembuatannya pun mudah. Cukup campurkan adonan, tuangkan ke dalam cetakan wafel, lalu tunggu hingga matang. Aroma cokelat dan mentega menyeruak saat wafel dimasak!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More