Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Tips Membuat Puding Susu agar Tidak Mudah Berair dan Tetap Lezat
ilustrasi puding (pexels.com/Valeria Boltneva)
  • Takaran air, susu, gula, dan bahan pembentuk gel perlu mengikuti petunjuk agar-agar atau jelly agar puding tidak terlalu lunak dan berair setelah didinginkan.
  • Saat memasak, larutkan bahan secara merata dengan api sedang dan aduk berkala; hindari perebusan terlalu lama karena dapat mengubah komposisi serta kualitas susu.
  • Dinginkan puding hingga uap panas berkurang sebelum ditutup, lalu simpan dalam wadah bersih tertutup di kulkas dan gunakan sendok kering saat mengambilnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Puding susu menjadi salah satu hidangan penutup yang banyak disukai orang-orang karena memiliki tekstur yang lembut, rasa yang manis, dan sensasi menyegarkan ketika disantap. Namun, puding susu sering kali mengeluarkan cairan setelah disimpan dalam lemari pendingin, sehingga membuat tampilannya terlihat kurang menarik dan teksturnya pun terasa tidak seperti ketika pertama kali dibuat.

Kondisi seperti ini memang bisa diakibatkan oleh berbagai hal mulai dari komposisi bahan yang kurang tepat hingga proses pemasakan dan penyimpanan yang tidak sesuai. Untuk memastikan agar puding susu tetap lembut, padat, dan tidak mudah berair, maka ada beberapa langkah berikut ini yang harus dipersiapkan sejak awal hingga proses penyajian.

1. Gunakan takaran bahan yang tepat

ilustrasi susu (pexels.com/Pixabay)

Salah satu kunci dalam membuat puding susu yang tidak mudah berair adalah dengan menggunakan takaran bahan yang sesuai dengan petunjuk pada bagian kemasan bubuk agar-agar atau jelly yang digunakan. Jika jumlah air atau susu terlalu banyak dibandingkan dengan bahan pembentuk gel, maka pudingnya akan menjadi terlalu lunak, sehingga lebih mudah dalam mengeluarkan cairan setelah didinginkan.

Bukan hanya memperhatikan soal jumlah cairan, namun pastikan bahan tambahan seperti gula, susu, kental manis, hingga krim turut digunakan dalam jumlah yang sesuai karena bisa mempengaruhi keseimbangan dari komposisi puding. Hindari menambahkan terlalu banyak susu hanya untuk memperkuat rasa gurih tanpa menyesuaikan bahan pembentuk gel yang digunakan.

2. Masukkan adonan hingga bahan larut sempurna

ilustrasi adonan (unsplash.com/Aneta Pawlik)

Proses pemasakan ternyata akan sangat menentukan keberhasilan puding susu karena bahan pembentuk gel harus dilarutkan dan teraktivasi dengan baik, sehingga dapat menghasilkan tekstur yang sesuai. Masukkanlah bahan-bahan sesuai dengan urutan dalam resep, kemudian coba aduk secara merata setelah proses pemanasan dilakukan agar bubuk dari jelly tidak sampai menggumpal dan menempel di dasar panci.

Walau harus dimasak hingga matang, namun adonan sebaiknya tidak sampai dibiarkan mendidih terlalu lama karena proses pemanasan berlebih ternyata bisa mempengaruhi kualitas susu dan membuat sebagian besar cairan yang menguap, sehingga komposisinya pun bisa berubah. Coba gunakan api sedang dan aduk secara berkala agar panasnya tersebar secara merata dan adonan tidak sampai mudah gosong di bawah panci.

3. Dinginkan puding dengan cara yang benar

ilustrasi puding (pexels.com/Ella Olsson)

Setelah dituangkan ke dalam cetakan, maka kamu dapat membiarkan puding mengalami proses pendinginan terlebih dahulu hingga uap panasnya berkurang dan teksturnya pun mulai mengeras. Hindari pula untuk langsung menutup wadah pada saat puding masih dalam kondisi keras karena uap yang terperangkap ternyata bisa berubah menjadi titik-titik air di bagian dalam tutup dan pada akhirnya menetes kembali ke permukaan puding.

Pada saat puding sudah tidak panas, maka simpan dalam wadah bersih yang memiliki penutup dan masukkanlah ke dalam lemari pendingin agar suhunya bisa turun dengan cepat. Usahakan untuk tidak terlalu sering memindahkan atau menggoyangkan puding selama proses pendinginan karena perubahan kondisi justru bisa mengganggu bentuknya, terutama pada saat teksturnya belum cukup kokoh.

4. Simpan puding dalam wadah tertutup di lemari pendingin

ilustrasi puding (pexels.com/Mattia Marcassoli)

Penyimpanan yang sesuai dapat membantu dalam menjaga kualitas puding susu setelah proses pemasakan dilakukan. Gunakanlah wadah bersih dengan penutup yang rapat untuk mengurangi risiko paparan udara, mencegah kontaminasi, hingga menghindari puding menyerap aroma dari makanan lain yang berasal dari lemari pendingin.

Setelah menggunakan wadah yang sesuai, maka hindari menyimpan puding terlalu lama karena kualitas tekstur dan rasanya bisa mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Sebaiknya, kamu bisa mengambil puding dengan menggunakan sendok bersih dan kering agar sisa makanan atau air dari peralatan tidak sampai masuk ke bagian wadah penyimpanan.

Membuat puding susu yang tidak mudah berair jelas memerlukan perhatian terhadap takaran bahan dan proses pemasakannya. Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, maka puding akan memiliki tekstur yang lembut dan menarik pada saat disajikan. Pastikan untuk selalu menggunakan bahan-bahan yang sesuai dengan resep dan menyimpan puding dalam kondisi dingin agar kualitasnya tetap terjaga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAgsa Tian

Related Article