Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Tips Simpan Daging biar Tetap Fresh dan Gak Bau, Anti Mubazir! 

6 Tips Simpan Daging biar Tetap Fresh dan Gak Bau, Anti Mubazir!
Default Image IDN

Menyimpan daging di rumah adalah hal umum, apalagi kalau kamu belanja mingguan atau dapat stok daging dalam jumlah banyak, seperti saat momen Iduladha. Namun, sering kali daging cepat berubah warna, jadi bau, atau bahkan berlendir padahal baru beberapa hari disimpan. Ini bisa bikin frustrasi, apalagi kalau daging jadi gak layak konsumsi dan harus dibuang.

Padahal, daging bisa tetap segar dan gak bau meski disimpan beberapa hari, asalkan kamu tahu cara menyimpannya dengan benar. Beberapa kesalahan kecil seperti membiarkan daging terlalu lama di suhu ruang atau menyimpannya dalam kondisi yang salah bisa jadi penyebab utama bau tak sedap dan kualitas yang menurun.

Tenang, kamu gak perlu bingung atau ribet. Berikut ini enam tips sederhana tapi efektif untuk menyimpan daging agar tetap fresh dan bebas bau di rumah. Yuk, simak dan praktikkan!

1. Jangan cuci daging sebelum disimpan, simpan dalam kondisi kering

default-image.png
Default Image IDN

Banyak orang berpikir mencuci daging sebelum disimpan bisa membuatnya lebih bersih dan tahan lama. Faktanya, justru sebaliknya. Daging yang dicuci sebelum masuk kulkas bisa menjadi lembap dan mempercepat pertumbuhan bakteri karena air yang tersisa di permukaannya.

Sebaiknya, simpan daging dalam kondisi kering. Kalau kamu merasa dagingnya agak basah, cukup lap dengan tisu dapur bersih untuk mengurangi kelembapan. Simpan dalam wadah tertutup atau bungkus dengan plastik wrap atau ziplock agar gak terkontaminasi udara atau bau dari makanan lain di kulkas.

Mencuci daging sebaiknya dilakukan hanya saat kamu akan langsung mengolahnya, bukan saat akan menyimpan. Ini adalah langkah awal yang sangat penting untuk menjaga kesegaran.

2. Bagi daging dalam porsi kecil sebelum dibekukan

ilustrasi seseorang memotong daging (freepik.com/master1305)
ilustrasi seseorang memotong daging (freepik.com/master1305)

Langsung menyimpan daging dalam jumlah besar dalam satu wadah bisa bikin kamu repot nantinya. Misalnya, kamu harus mencairkan semuanya padahal cuma butuh sedikit. Proses membekukan-ulang daging juga bisa merusak tekstur dan kualitasnya.

Lebih baik, bagi daging dalam porsi kecil sesuai kebutuhan masak harian atau satu kali makan. Simpan dalam wadah-wadah kecil atau plastik ziplock terpisah. Cara ini memudahkan kamu mengambil porsi secukupnya tanpa perlu mencairkan semuanya.

Selain lebih praktis, ini juga mencegah pemborosan karena kamu hanya mencairkan dan memasak sesuai kebutuhan. Gak ada lagi cerita daging keburu basi karena gak habis dimasak.

3. Gunakan wadah kedap udara atau plastik khusus freezer

default-image.png
Default Image IDN

Jenis wadah yang kamu gunakan untuk menyimpan daging juga berpengaruh besar pada kualitasnya. Wadah yang terbuka atau gak tertutup rapat bisa membuat daging menyerap bau dari makanan lain, atau bahkan menyebabkan freezer burn, kondisi di mana permukaan daging jadi kering dan keras karena paparan udara dingin secara langsung.

Gunakan wadah kedap udara yang memang didesain untuk freezer, atau plastik ziplock yang tebal dan kuat. Pastikan gak ada udara berlebih di dalamnya sebelum disegel. Kalau memungkinkan, gunakan vacuum sealer untuk menyimpan daging agar benar-benar tahan lama. Teknik ini bisa menjaga kesegaran daging selama berminggu-minggu di dalam freezer tanpa bau atau perubahan rasa yang signifikan.

4. Simpan daging di bagian freezer, bukan chiller

ilustrasi seorang membuka freezer (freepik.com/fabrikasimf)
ilustrasi seorang membuka freezer (freepik.com/fabrikasimf)

Salah satu kesalahan umum adalah menyimpan daging mentah di bagian chiller (rak pendingin) kulkas, bukan di freezer. Chiller memang dingin, tapi suhunya gak cukup untuk menghentikan pertumbuhan bakteri pada daging mentah.

Daging sebaiknya langsung disimpan di dalam freezer dengan suhu minimal -18 derajat Celsius untuk memastikan bakteri gak berkembang dan daging tetap awet. Kalau kamu hanya ingin menyimpan daging selama 1–2 hari, menyimpannya di chiller masih aman, tapi lebih dari itu, wajib simpan di freezer.

Jangan lupa beri label tanggal penyimpanan agar kamu tahu mana yang harus digunakan lebih dulu. Prinsip 'first in, first out' penting untuk mencegah daging yang terlalu lama tersimpan hingga rusak.

5. Gunakan jeruk nipis atau cuka saat mencairkan daging

default-image.png
Default Image IDN

Saat ingin mengolah daging yang disimpan di freezer, kamu perlu mencairkannya dengan cara yang benar agar gak menimbulkan bau amis atau busuk. Hindari mencairkan daging dengan merendam langsung di air atau membiarkannya lama di suhu ruang.

Sebaiknya cairkan daging di dalam kulkas selama beberapa jam, atau rendam dalam wadah tertutup dengan air dingin. Untuk menghilangkan bau tak sedap, kamu bisa tambahkan perasan jeruk nipis atau sedikit cuka ke dalam air rendaman. Ini membantu menetralisir bau dan menjaga kesegaran rasa. Setelah daging cair, segera olah dan jangan simpan kembali dalam freezer karena itu bisa merusak struktur dan rasanya. Sekali cair, langsung masak!

6. Hindari menyimpan daging bersama bahan makanan matang

default-image.png
Default Image IDN

Kebersihan dan keamanan makanan sangat penting, terutama ketika kamu menyimpan daging mentah. Jangan simpan daging di rak kulkas yang sama dengan makanan matang, sayur siap makan, atau buah-buahan. Ini bisa menyebabkan kontaminasi silang yang berbahaya bagi kesehatan.

Simpan daging di rak khusus dalam freezer. Kalau kamu punya kulkas dua pintu, manfaatkan freezer di atas untuk daging, dan gunakan chiller di bawah untuk makanan matang atau siap santap. Pisahkan juga talenan dan pisau yang digunakan untuk mengolah daging dari peralatan dapur lainnya. Kebersihan saat menyimpan daging adalah langkah awal menjaga keluarga dari potensi bakteri jahat.

Menyimpan daging agar tetap segar dan bebas bau bukan soal punya kulkas mahal atau alat canggih. Yang terpenting adalah memahami cara-cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah. Dengan menyimpan daging dalam kondisi kering, membaginya dalam porsi kecil, dan menggunakan wadah yang tepat, kamu sudah selangkah lebih maju dalam menjaga kualitas makanan keluarga.

Ditambah lagi, daging yang disimpan dengan baik bukan cuma lebih awet dan enak, tapi juga aman dikonsumsi. Jadi, mulai sekarang, yuk ubah kebiasaan lama dan terapkan enam tips di atas. Dapur jadi lebih rapi, daging tetap fresh, dan kamu pun tenang saat memasak kapan saja!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Food

See More

Resep Cumi Goreng Tepung Garam yang Renyah dan Gurih

04 Apr 2026, 06:20 WIBFood