Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa Itu Metode Brining? Trik Mengolah Daging Ayam agar Empuk

Apa Itu Metode Brining? Trik Mengolah Daging Ayam agar Empuk
Ilustrasi daging ayam (pexels.com/Tim Douglas)
Intinya Sih
  • Metode brining adalah teknik merendam daging dalam larutan garam untuk menjaga kelembapan dan mencegah daging menjadi kering saat dimasak.
  • Proses osmosis pada brining membuat air dan garam masuk ke serat daging, menghasilkan tekstur lebih empuk serta rasa gurih yang meresap hingga ke dalam.
  • Brining bisa dikreasikan dengan tambahan gula dan rempah seperti bawang putih, lada, atau rosemary, serta perlu dilakukan di kulkas dengan takaran garam dan waktu rendam yang tepat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pernah gak sih kamu masak ayam goreng atau steak, tapi hasilnya malah kering dan keras kayak kayu? Padahal bumbunya sudah melimpah, tapi bagian dalamnya tetap terasa hambar dan seratnya bikin capek mengunyah. Kalau iya, berarti kamu butuh satu trik rahasia yang biasa dipakai koki profesional di restoran bintang lima: metode brining.

Mungkin istilah ini terdengar teknis atau "kebarat-baratan," tapi sebenarnya caranya simpel banget dan bisa kamu praktikkan di dapur rumah. Brining adalah kunci utama kalau kamu ingin menyajikan hidangan daging yang tetap basah (juicy), gurih sampai ke tulang, dan teksturnya selembut sutra. Yuk, kupas tuntas apa itu metode brining dan kenapa teknik ini bakal mengubah cara kamu memasak selamanya!

1. Mengenal apa itu metode brining

Ilustrasi daging ayam
Ilustrasi daging ayam (pexels.com/Tim Douglas)

Secara sederhana, metode brining adalah teknik merendam daging dalam larutan garam sebelum masuk ke proses masak. Larutan dasarnya cuma butuh dua bahan utama: air dan garam dapur. Biasanya, teknik ini paling sering digunakan untuk jenis daging "putih" yang seratnya mudah kering kalau dimasak lama, seperti ayam, kalkun, atau bagian pork chop.

Kenapa harus direndam dalam air garam? Kamu mungkin berpikir garam malah bikin makanan kering. Tapi dalam kasus ini, hukum fisika bekerja sebaliknya. Garam membantu mengubah struktur protein dalam daging sehingga seratnya bisa menyerap lebih banyak air. Hasilnya, saat kamu membakar atau menggoreng daging tersebut, kandungan air di dalamnya tidak gampang menguap. Daging jadi tidak kering meskipun kamu memasaknya sampai benar-benar matang.

2. Rahasia di balik tekstur yang empuk dan juicy

Ayam panggang
Ayam panggang (pexels.com/SMAT MARKETING)

Kamu pasti tidak suka kan makan dada ayam yang terasa "seret" di tenggorokan? Nah, brining adalah solusinya. Saat daging direndam, terjadi proses yang dinamakan osmosis. Larutan garam masuk ke dalam sel-sel daging dan membawa serta molekul air.

Selain itu, garam juga bekerja melunakkan serat otot yang kaku. Jadi, selain mendapatkan kelembapan ekstra, tekstur daging juga otomatis jadi lebih empuk. Teknik ini sangat efektif untuk mencegah "overcooking" yang tidak sengaja. Jadi, kalau kamu agak kelamaan memanggang ayam, dagingnya tidak akan langsung berubah jadi keras karena sudah punya "cadangan" cairan di dalamnya.

3. Cara menambah rasa hingga ke lapisan terdalam

Ayam bakar
Ayam bakar (pexels.com/Conny Querales)

Masalah klasik saat memasak potongan daging yang tebal adalah bumbu yang cuma nempel di kulit tapi hambar di bagian dalam. Dengan brining, masalah ini tidak akan ada lagi. Karena air garam meresap sampai ke serat terdalam, rasa gurihnya pun ikut terbawa masuk.

Hebatnya lagi, kamu gak cuma bisa pakai garam saja. Kamu bisa berkreasi dengan menambahkan gula untuk memberikan efek karamelisasi yang cantik saat daging dimasak. Selain itu, kamu juga bisa memasukkan berbagai rempah-rempah ke dalam air rendaman, seperti:

  • Bawang putih geprek

  • Lada hitam butiran

  • Daun salam atau rosemary

  • Irisan lemon

Bayangkan aromatik dari rempah-rempah tersebut ikut terserap ke dalam daging bersama air garam. Pas dimakan, rasanya bakal jauh lebih kompleks dan kaya dibanding cuma sekadar dimarinasi biasa.

4. Tips melakukan brining yang benar di rumah

Ayam panggang
Ayam panggang (unsplash.com/Elizabeth Summers)

Supaya hasil masakan kamu maksimal, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan. Pertama, pastikan air yang kamu gunakan cukup untuk merendam seluruh bagian daging. Kedua, perbandingan garamnya harus pas; biasanya sekitar 3-5 persen dari total berat air. Jangan terlalu banyak agar tidak keasinan, tapi jangan terlalu sedikit juga karena prosesnya jadi tidak efektif.

Lama perendaman juga berpengaruh. Untuk potongan kecil seperti sayap atau paha ayam, 30 menit sampai 1 jam sudah cukup. Tapi kalau kamu masak ayam utuh, kamu mungkin butuh waktu 4 hingga 12 jam di dalam kulkas. Ingat ya, selalu lakukan proses perendaman di dalam kulkas agar daging tetap segar dan terhindar dari bakteri. Setelah selesai direndam, jangan lupa keringkan permukaan daging dengan tisu dapur sebelum dimasak supaya kulitnya bisa tetap krispi!

Ternyata metode brining itu gak sulit sama sekali, kan? Dengan sedikit persiapan ekstra sebelum memasak, kamu bisa menyulap masakan rumahan menjadi sekelas menu restoran. Selamat mencoba di dapur, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Food

See More