5 Trik Membuat Matcha Latte agar Gak Menggumpal dan Tetap Creamy

- Ayak matcha sebelum digunakan untuk hasil halus dan cerah
- Gunakan air panas bersuhu 70-80 derajat Celsius agar matcha larut sempurna
- Aduk dengan whisk bambu atau milk frother untuk tekstur halus dan siap dipadukan dengan susu
Matcha latte sering dianggap minuman sederhana, padahal proses pembuatannya cukup sensitif. Bubuk matcha punya tekstur sangat halus dan mudah menggumpal jika diperlakukan sembarangan. Karena itu, banyak orang merasa hasil akhirnya kurang halus, pahit, atau jauh dari kesan creamy yang diharapkan.
Di balik secangkir matcha latte yang lembut, ada teknik kecil yang sering terlewat. Detail seperti suhu air, cara mengaduk, hingga pilihan susu punya pengaruh besar terhadap rasa dan tekstur. Dengan pendekatan yang tepat, minuman ini bisa terasa lebih seimbang dan memuaskan. Yuk, simak trik sederhana tapi krusial supaya matcha latte selalu halus dan nikmat!
1. Ayak matcha sebelum digunakan

Mengayak matcha sering dianggap langkah sepele, padahal perannya sangat penting. Bubuk matcha mudah menggumpal karena sifatnya yang higroskopis dan sangat halus. Tanpa proses pengayakan, gumpalan kecil akan sulit larut meski sudah diaduk lama.
Dengan mengayak, partikel matcha menjadi lebih ringan dan terpisah satu sama lain. Proses ini membantu matcha menyatu lebih cepat dengan cairan tanpa meninggalkan endapan. Hasil akhirnya terasa lebih halus, warna lebih cerah, dan rasa pahit lebih terkendali.
2. Gunakan air panas bersuhu tepat

Suhu air punya pengaruh besar terhadap tekstur dan rasa matcha latte. Air yang terlalu panas bisa merusak senyawa alami matcha dan membuat rasanya pahit. Sebaliknya, air yang terlalu dingin membuat bubuk sulit larut sempurna.
Idealnya, gunakan air panas bersuhu sekitar 70 sampai 80 derajat Celsius. Suhu ini cukup untuk melarutkan matcha tanpa merusak karakter alaminya. Dengan suhu yang tepat, matcha akan larut lebih halus dan menghasilkan rasa yang lebih seimbang.
3. Aduk dengan teknik dan alat yang tepat

Cara mengaduk matcha gak bisa disamakan dengan mengaduk minuman biasa. Mengaduk memutar perlahan sering kali justru membuat gumpalan bertahan lebih lama. Teknik yang salah bisa merusak tekstur sejak awal proses.
Gunakan whisk bambu atau milk frother dengan gerakan cepat berbentuk huruf W. Teknik ini membantu udara masuk dan memecah partikel matcha secara merata. Hasilnya, larutan matcha lebih halus dan siap dipadukan dengan susu tanpa masalah.
4. Panaskan susu tanpa mendidih

Susu adalah kunci utama rasa creamy pada matcha latte. Susu yang mendidih akan kehilangan tekstur lembut dan bisa menimbulkan rasa gosong. Selain itu, suhu berlebihan membuat susu sulit menyatu dengan matcha.
Panaskan susu hingga hangat saja, sekitar 60 derajat Celsius. Suhu ini cukup untuk menghasilkan tekstur lembut dan smooth. Ketika dituangkan ke larutan matcha, susu akan menyatu lebih rapi dan menghasilkan rasa yang seimbang.
5. Tuang susu secara bertahap

Cara menuang susu sering diabaikan, padahal berpengaruh besar pada hasil akhir. Menuang susu sekaligus bisa mengganggu struktur matcha yang sudah larut dengan baik. Hal ini berisiko memunculkan gumpalan halus di dasar gelas.
Tuang susu secara perlahan sambil tetap mengaduk larutan matcha. Proses bertahap membantu kedua elemen menyatu secara alami. Dengan cara ini, tekstur matcha latte terasa lebih lembut dan konsisten dari awal hingga akhir.
Membuat matcha latte yang halus dan creamy ternyata bergantung pada detail kecil yang sering terlupakan. Dari proses mengayak hingga cara menuang susu, semuanya saling berkaitan. Saat tekniknya tepat, rasa dan tekstur akan terasa jauh lebih memuaskan. Menikmati matcha latte pun jadi pengalaman yang lebih tenang dan menyenangkan.

















