ilustrasi menggunakan cotton bud (pexels.com/www.kaboompics.com)
Sensasi “lega” setelah memakai cotton bud sering bikin ketagihan dan ingin diulang terus. Tanpa sadar, ini berubah jadi kebiasaan yang dilakukan hampir setiap hari. Padahal, semakin sering dilakukan, risiko masalah telinga juga semakin meningkat.
Tidak sedikit orang yang terus melakukannya karena dianggap sebagai cara paling praktis dan cepat untuk membersihkan telinga. Kebiasaan ini lama-kelamaan membentuk rutinitas yang sulit dihentikan karena sudah terasa nyaman dan familiar. Agar lebih aman, sebaiknya mulai batasi penggunaannya dan beralih ke cara membersihkan telinga yang lebih alami serta minim risiko.
Menjaga kebersihan telinga memang penting, tapi caranya juga gak boleh asal. Kebiasaan kecil seperti pakai cotton bud bisa berdampak besar kalau dilakukan tanpa pemahaman yang tepat. Mulai sekarang, coba lebih hati-hati dalam merawat telinga agar tetap sehat tanpa menimbulkan masalah baru.
Referensi:
“Use and Abuse of Cotton Buds.” Journal of the Royal Society of Medicine. Diakses April 2026. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC1181836/
“The Relationship Between Cotton Bud Use and The Incidence of Cerumen Impaction.” Ahmad Dahlan Medical Journal. Diakses April 2026. https://journal2.uad.ac.id/index.php/admj/article/view/12624
“Raising Awareness of Cotton Bud Risks: A Health Education Initiative to Prevent Harm.” Medical Profession Journal of Lampung. Diakses April 2026. https://www.journalofmedula.com/index.php/medula/article/view/1466
“Pengaruh Penggunaan Cotton Bud terhadap Penyakit Peradangan Telinga (Otitis).” Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan. Diakses April 2026. https://jurnal.stikes-ibnusina.ac.id/index.php/jumkes/article/view/1234
“Ear-Rational Behavior: A Survey Study of Q-tip Habits and Health Perceptions.” PMC (PubMed Central). Diakses April 2026. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12441215/