ilustrasi pendinginan setelah latihan (pexels.com/Jonathan Borba)
Active recovery dapat membantu menghilangkan laktat darah dalam tubuh. Laktat darah dapat menumpuk selama latihan intens dan menyebabkan peningkatan ion hidrogen. Penumpukan ion ini dapat menyebabkan kontraksi otot dan kelelahan. Dengan metode active recovery, penumpukan ini berkurang, membantu mengurangi rasa lelah pada otot dan membuat kamu tetap bertenaga. Kamu mungkin juga merasa lebih baik saat berolahraga berikutnya.
Ada beberapa cara berbeda untuk melakukan latihan pemulihan, di antaranya:
Setelah latihan yang berat, kamu mungkin ingin berhenti dan duduk atau berbaring. Namun, jika terus bergerak, ini dapat sangat membantu pemulihan. Cobalah untuk mendinginkan tubuh secara bertahap. Misalnya, jika berlari atau sprint, cobalah joging ringan atau berjalan selama 10 menit.
Jika melakukan angkat beban atau latihan interval intensitas tinggi (HIIT), bersepeda statis dengan kecepatan ringan selama beberapa menit dapat kamu lakukan. Sebagai pendinginan aktif, pastikan berolahraga dengan intensitas tidak lebih dari 50 persen dari olahraga berat. Kurangi intensitas secara bertahap.
Jika mengikuti latihan interval, melakukan serangkaian latihan active recovery di antara set juga bermanfaat. Sebuah studi menemukan bahwa atlet yang berlari atau bersepeda pulih lebih cepat saat melanjutkan latihan dengan kecepatan yang dikurangi 50 persen dibandingkan berhenti sepenuhnya.
Satu atau dua hari setelah latihan berat, kamu masih dapat melakukan active recovery. Cobalah berjalan kaki atau bersepeda dengan santai. Kamu juga dapat mencoba peregangan, berenang, atau yoga. Active recovery pada hari istirahat akan membantu otot pulih, terutama jika kamu merasa pegal.