Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi menstruasi (freepik.com/freepik)
  • Latihan sangat berat atau berdurasi panjang, terutama tanpa pemulihan dan asupan energi memadai, dapat memanjangkan siklus menstruasi, membuatnya jarang datang, atau berhenti sementara.
  • Stres fisik dan ketersediaan energi rendah dapat menurunkan sinyal GnRH dari hipotalamus, sehingga hormon ovarium, pematangan sel telur, dan ovulasi terganggu.
  • Penanganan meliputi mencukupi makanan, nutrisi, dan istirahat serta mengurangi latihan bila perlu; menstruasi berhenti tiga bulan atau lebih perlu diperiksakan ke dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rutin berolahraga tidak otomatis membuat siklus menstruasi berantakan. Perubahan lebih mungkin terjadi ketika seseorang menjalani latihan yang sangat berat atau berdurasi panjang, misalnya lari jarak jauh, latihan intens setiap hari, atau olahraga dengan beban latihan tinggi tanpa cukup waktu untuk pulih. Kondisinya bisa makin berisiko kalau jumlah energi yang masuk dari makanan tidak sebanding dengan energi yang dikeluarkan saat latihan.

Siklus menstruasi yang biasanya teratur kemudian bisa menjadi lebih panjang, datang lebih jarang, atau bahkan berhenti untuk sementara. Lantas, kenapa latihan yang terlalu berat bisa memengaruhi sistem reproduksi dan apa yang bisa dilakukan untuk menjaga siklus tetap teratur? Yuk, simak penjelasannya.

1. Sinyal hormon dari otak bisa ikut terganggu

ilustrasi menstruasi (pexels.com/Cliff Booth)

Siklus menstruasi diatur oleh komunikasi antara otak dan ovarium. Salah satu bagian yang berperan adalah hipotalamus, yang mengatur pelepasan hormon gonadotropin-releasing hormone (GnRH) untuk memulai rangkaian sinyal hormonal yang dibutuhkan dalam proses ovulasi. Sinyal tersebut kemudian membantu mengatur kerja ovarium selama siklus menstruasi.

Ketika tubuh mengalami stres fisik akibat latihan yang terlalu berat, apalagi disertai asupan energi yang kurang, pelepasan GnRH dapat menurun. Akibatnya, produksi hormon yang dibutuhkan ovarium untuk mematangkan sel telur dan menjalankan ovulasi ikut terganggu. Perubahan ini kemudian dapat membuat siklus menstruasi menjadi lebih panjang atau menstruasi berhenti sementara.

2. Tubuh kekurangan energi untuk menjalankan semua fungsi

ilustrasi lelah (pexels.com/Andres Ayrton)

Olahraga membakar energi yang perlu diganti melalui makanan. Masalah bisa muncul ketika jumlah energi yang masuk jauh lebih sedikit daripada yang digunakan tubuh untuk latihan dan kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini disebut low energy availability atau ketersediaan energi yang rendah.

Tubuh kemudian harus menyesuaikan penggunaan energi untuk berbagai fungsi. Sistem reproduksi termasuk salah satu fungsi yang dapat ikut terdampak ketika kekurangan energi berlangsung cukup lama. Jadi, gangguan menstruasi pada perempuan yang rajin olahraga tidak selalu disebabkan oleh latihan berat saja, tetapi bisa terjadi karena latihan tersebut tidak diimbangi dengan asupan energi yang cukup.

3. Berat badan turun bukan satu-satunya penyebab

ilustrasi berat badan (pexels.com/Annushka Ahuja)

Ketika seseorang rutin melakukan olahraga berat sambil membatasi makanan, berat badan dan kadar lemak tubuh memang bisa ikut turun. Namun, tidak ada satu angka persentase lemak tubuh yang bisa dijadikan patokan bahwa menstruasi pasti akan berhenti. Setiap tubuh memiliki kebutuhan energi dan respons hormonal yang berbeda.

Karena itu, jangan langsung menganggap menstruasi yang mulai tidak teratur hanya disebabkan oleh tubuh yang terlalu kurus. Asupan energi yang tidak mencukupi dibandingkan kebutuhan latihan juga bisa menjadi masalah meskipun berat badan tidak terlihat sangat rendah. Faktor stres, pola makan, perubahan berat badan, dan beban latihan perlu dilihat secara keseluruhan.

4. Menstruasi bisa berhenti sementara

ilustrasi menstruasi (pexels.com/www.kaboompics.com)

Jika gangguan sinyal dari hipotalamus berlangsung cukup lama, menstruasi dapat berhenti. Kondisi ini dikenal sebagai functional hypothalamic amenorrhea (amenore hipotalamus fungsional), yaitu berhentinya menstruasi akibat terganggunya fungsi hormon reproduksi tanpa adanya kelainan organik sebagai penyebab utama. Kondisi ini dapat terjadi ketika tubuh terus mengalami kekurangan energi atau stres fisik dalam waktu yang cukup lama.

Kondisi ini bukan sekadar masalah jadwal menstruasi. Jika berlangsung lama, rendahnya hormon reproduksi dapat berkaitan dengan penurunan kepadatan tulang dan meningkatnya risiko cedera tulang. Karena itu, menstruasi yang berhenti selama beberapa bulan pada perempuan yang rutin berolahraga sebaiknya tidak dianggap sebagai tanda bahwa tubuh sudah terbiasa dengan latihan.

5. Kurangi beban latihan dan cukupi kebutuhan energi

ilustrasi angkat beban (pexels.com/Li Sun)

Menjaga siklus menstruasi bukan berarti harus berhenti berolahraga. Sebab yang lebih penting adalah memastikan tubuh mendapat waktu istirahat dan energi yang cukup untuk mengimbangi latihan yang dilakukan. Jumlah makanan juga perlu disesuaikan ketika frekuensi atau intensitas latihan meningkat.

Durasi atau intensitas latihan juga bisa dikurangi sementara ketika menstruasi mulai berubah. Pada kasus functional hypothalamic amenorrhea, penanganan memang berfokus pada memperbaiki keseimbangan energi melalui peningkatan asupan makanan, perbaikan nutrisi, dan bila diperlukan mengurangi aktivitas olahraga. Penanganan sebaiknya dilakukan dengan tenaga kesehatan, terutama jika menstruasi sudah berhenti cukup lama.

Olahraga tetap bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat selama tubuh mendapatkan asupan dan waktu pemulihan yang sesuai. Kalau siklus menstruasi mulai berubah setelah kamu meningkatkan beban latihan, jangan langsung menganggapnya sebagai efek olahraga yang normal. Menstruasi yang berhenti selama tiga bulan atau lebih sebaiknya diperiksakan ke dokter karena penyebabnya tidak selalu berasal dari olahraga.

Referensi

"Effects of intensive training on menstrual function and certain serum hormones and peptides related to the female reproductive system." Medicine (Baltimore). Diakses pada Oktober 2026

"How Does Exercise Affect Your Menstrual Cycle?" Verywell Health. Diakses pada Oktober 2026

"Physical activity and your menstrual cycle." Office on Women's Health. Diakses pada Oktober 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article