Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Peran Penglihatan dalam Performa Pemain Sepak Bola

6 min read
6 Peran Penglihatan dalam Performa Pemain Sepak Bola
(Kiri-kanan) dr. Tommy Desky, Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo, SpM(K), PhD, dan Indra Sjafri dalam seminar “Vision of A Champion: Ketajaman Visual sebagai Kunci Performa sang Garuda” pada Rabu (28/10) di RS Mata JEC @ Kedoya, Jakarta. (Dok. JEC)
  • Penglihatan optimal membantu pemain mengikuti bola, membaca posisi rekan dan lawan, memperkirakan jarak, serta mengambil keputusan cepat saat tubuh dan kepala bergerak.

  • Scanning membuat pemain mengumpulkan informasi tentang ruang, rekan, dan lawan sebelum bola datang; kebiasaan ini dapat dilatih sejak dini melalui latihan bertahap.

  • Pemeriksaan mata dapat mendeteksi kelainan refraksi, gangguan kerja sama kedua mata, atau kondisi lain, sehingga kebutuhan koreksi dan tindak lanjut pemain bisa ditentukan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di lapangan, pemain harus mengikuti bola, membaca posisi lawan dan rekan, lalu mengambil keputusan dalam hitungan detik. Nah, penglihatan membantu mengumpulkan informasi itu.

Peran penglihatan menjadi bahasan dalam seminar “Vision of A Champion: Ketajaman Visual sebagai Kunci Performa sang Garuda” yang digelar JEC Eye Hospitals and Clinics di Auditorium Istiantoro, RS Mata JEC @ Kedoya, Jakarta, pada Rabu (28/10). Berikut beberapa hal yang dibahas tentang mata dan permainan sepak bola.

  1. 1. Penglihatan yang baik membantu pemain membaca situasi

    Sebelum mengoper atau berlari ke ruang kosong, pemain perlu melihat arah bola, pergerakan lawan, dan posisi rekan. Informasi itu kemudian diolah bersama pengalaman dan pemahaman permainan.

    Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo, SpM(K), PhD, dokter spesialis mata sekaligus Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan, JEC Eye Hospitals and Clinics, menekankan pentingnya fungsi penglihatan saat bermain.

    “Dua mata pemain harus berfungsi optimal dan sangat jelas, untuk bisa dengan maksimal mengamati, lalu memperhitungkan ketepatan respons kepada bola yang hendak ia eksekusi selanjutnya. Kalau kondisi mata pemain ada kelainan, maka kemampuan menangkap kejernihan fokus dan kejelasan dari bola yang bergerak atau kondisi lapangan serta perubahan cuaca juga akan mudah menurun. ujar Prof. Tjahjono.

  2. 2. Crossed laterality merupakan salah satu profil dominansi

    Sebagian orang lebih mengandalkan satu mata, tangan, atau kaki untuk tugas tertentu. Crossed laterality terjadi ketika sisi dominan mata berbeda dari sisi dominan tangan atau kaki. Misalnya, mata kiri lebih dominan, sementara kaki kanan lebih sering digunakan untuk menendang.

    Studi pada tahun 2018 mengamati 72 pemain laki-laki dari klub elite Stade Rennais di Prancis dan sembilan pemain amatir. Pola dominansi silang ditemukan pada sekitar 53 persen kelompok elite, sedangkan kelompok amatir lebih banyak menunjukkan pola yang tidak silang. Namun, hasil tersebut belum membuktikan bahwa satu pola dominansi membuat pemain lebih unggul.

    Menurut Prof. Tjahjono, pemetaan dominansi dapat membantu pelatih memahami koordinasi setiap pemain dan menyusun latihan sesuai kebutuhannya.

    “Memahami crossed laterality membantu kita mengenali hubungan antara dominansi mata dan koordinasi gerak setiap pemain,” jelasnya. Ia menambahkan, “hasil pemetaan dapat menjadi masukan untuk menyusun latihan sesuai kebutuhan individu.”

  3. 3. Bukan cuma tajam, penglihatan pemain bola harus adaptif

    Ilustrasi dua pemain sepak bola berebut penguasaan bola di tengah lapangan rumput hijau.
    ilustrasi pemain sepak bola yang sedang berebut penguasaan bola di tengah lapangan hijau. (pexels.com/Jonathan Borba)

    Pemeriksaan ketajaman mata dengan melihat objek diam penting, tetapi sepak bola menuntut pemain mengikuti objek yang bergerak. Pemain juga perlu mengalihkan fokus dari dekat ke jauh, misalnya dari bola ke rekan di sisi lapangan.

    “Ketika bertanding, pemain harus mengikuti bola sambil berlari, mengalihkan fokus dari dekat ke jauh, serta memperkirakan jarak dan arah datangnya bola. Di sini, kerja sama kedua mata untuk melihat kedalaman, kemampuan mengenali objek di sisi pandangan, dan kepekaan terhadap kontras ikut berperan. Pandangan juga perlu tetap stabil ketika kepala dan tubuh bergerak," Prof. Tjahjono menjelaskan.

    Pandangan juga perlu tetap stabil saat kepala bergerak. Refleks vestibulo-okular membantu mata mengimbangi gerakan kepala agar gambar yang dilihat tetap stabil.

    Tinjauan penelitian tentang sepak bola turut membahas kemampuan melihat objek bergerak, memperkirakan kedalaman, melihat area di sisi pandangan, dan mengenali perbedaan kontras, meski para penulis mencatat riset tentang keterampilan visual khusus sepak bola masih perlu dikembangkan.

  4. 4. Pemain harus melihat bola dan keadaan di sekelilingnya

    Mengikuti bola saja belum cukup. Pemain juga perlu mengamati area lapangan untuk mengetahui posisi rekan dan lawan. Kebiasaan menoleh untuk mencari informasi sebelum menerima bola atau mengambil keputusan ini kerap disebut scanning.

    Penelitian kecil yang menggunakan pelacak mata pada empat gelandang elite dalam pertandingan 11 lawan 11 menemukan bahwa durasi pengamatan berubah sesuai situasi bola dan tindakan pemain. Karena cuma melibatkan empat pemain, hasilnya memberi gambaran awal, bukan patokan untuk semua pemain.

    Tommy Desky, dokter sekaligus analis sepak bola, menjelaskan informasi yang perlu dikumpulkan pemain sebelum bola datang.

    “Pemain perlu mengumpulkan informasi sebelum bola datang: posisi rekan, pergerakan lawan, dan ruang yang dapat dimanfaatkan,” jelas dr. Tommy. "Dalam tekanan tinggi, waktu untuk memutuskan sangat singkat. Karena itu, scanning perlu dilakukan pada saat yang tepat dan disertai pemahaman terhadap apa yang dilihat, sehingga pemain dapat menentukan pilihan untuk mengoper, menggiring, atau bergerak," tambahnya.

  5. 5. Kebiasaan scanning dapat dilatih sejak dini

    Latihan sederhana dengan cone, angka, atau penanda, dikatakan oleh dr. Tommy, sebagai salah satu cara untuk melatih kebiasaan mengamati lapangan. Tingkat kesulitannya bisa disesuaikan dengan usia dan kemampuan pemain.

    Coach Indra Sjafri, pelatih yang membawa tim nasional sepak bola Indonesia meraih medali emas SEA Games 2023, juga menilai bahwa scanning membantu pemain membaca permainan dan menerapkan taktik.

    “Kemampuan merespons dengan tepat berawal dari penglihatan yang baik. Dengan scanning, pemain lebih mudah membaca permainan dan menerapkan taktik yang diberikan pelatih,” ujarnya.

    Menurut Indra, pembinaan pemain juga perlu melibatkan tenaga medis. “Sepak bola membutuhkan keterlibatan berbagai disiplin ilmu, dan pelatih perlu terbuka untuk belajar dari tenaga medis,” katanya.

  6. 6. Pemeriksaan mata membantu menemukan gangguan

    Seorang perempuan menjalani pemeriksaan mata di ruang oftalmolog, sementara tenaga medis memeriksa kondisi penglihatannya.
    ilustrasi pemeriksaan mata (magnific.com/pikisuperstar)

    Pemeriksaan dapat menemukan kelainan refraksi, gangguan kerja sama kedua mata, atau kondisi lain yang perlu ditangani. Tindak lanjutnya bergantung pada hasil pemeriksaan dan kebutuhan tiap pemain.

    “Pemeriksaan membantu kita memahami apakah ada kelainan refraksi, gangguan kerja sama kedua mata, atau kondisi lain yang perlu ditangani. Hasilnya menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan koreksi dan pemeriksaan lanjutan, sementara keterampilan membaca permainan terus dikembangkan melalui latihan,” kata Prof. Tjahjono.

    Ia juga mengatakan bahwa anak belum tentu bisa menjelaskan keluhannya. “Pada anak, perhatian ini perlu dimulai sejak dini karena mereka belum tentu mampu menjelaskan keluhannya.”

    Pemain atau orang tua dapat mempertimbangkan pemeriksaan jika anak sering menyipitkan mata, mengeluh pandangan kabur atau ganda, atau mengalami sakit kepala. Gejala tersebut dapat berkaitan dengan gangguan penglihatan dan sebaiknya dinilai oleh dokter mata.

    Pemeriksaan membantu mengetahui kondisi penglihatan dan kebutuhan pemain, sementara di sisi lain kemampuan membaca permainan tetap dibentuk melalui latihan, pengalaman, dan pembinaan.

    Referensi

    Hassane Zouhal et al., “Laterality Influences Agility Performance in Elite Soccer Players,” Frontiers in Physiology 9 (2018): 807, https://doi.org/10.3389/fphys.2018.00807.

    American Academy of Ophthalmology, “Vision and Concussion: Symptoms, Signs, Evaluation, and Treatment,” 2022.

    Lourens Millard et al., “A Review of the Essential Visual Skills Required for Soccer: Beyond 20–20 Optometry,” Frontiers in Sports and Active Living 4 (2022): 965195, https://doi.org/10.3389/fspor.2022.965195.

    Karl Marius Aksum et al., “Scanning Activity of Elite Football Players in 11 vs. 11 Match Play: An Eye-Tracking Analysis on the Duration and Visual Information of Scanning,” PLOS ONE 16, no. 8 (2021): e0244118, https://doi.org/10.1371/journal.pone.0244118.

    National Eye Institute, “Refractive Errors," diakses 2 November 2026.

Related Articles

See More
6 Peran Penglihatan dalam Performa Pemain Sepak Bola