“Exposure to E-Cigarette Vapor Extract Induces Vocal Fold Epithelial Injury and Triggers Intense Mucosal Remodeling.” Disease Models & Mechanisms, 2022. Diakses pada Oktober 2026.
“Effects of Daily Electronic Cigarette Use on the Vocal Mechanism: A Multimodality Study.” The Laryngoscope, 2025. Diakses pada Oktober 2026.
“What Are Your Vocal Cords?” Cleveland Clinic. Diakses pada Oktober 2026.
3 Dampak Vape Nikotin bagi Kesehatan Suara, Bikin Vokal Berubah?

- Selena Gomez mengaku suaranya berubah setelah memakai vape nikotin dalam jumlah banyak, sekaligus mengingatkan bahwa nikotin sulit dihentikan.
- Studi laboratorium 2022 menunjukkan aerosol rokok elektronik berpotensi merusak lapisan pelindung pita suara, memicu iritasi, peradangan, dan perubahan jaringan saat pemulihan.
- Studi 2025 menemukan pengguna vape harian lebih sering melaporkan suara serak, batuk, serta perubahan gerakan pita suara, meski hubungan sebab-akibat masih perlu diteliti.
Baru-baru ini, penyanyi dan aktris Selena Gomez mengungkap bahwa suaranya telah berubah akibat penggunaan vape nikotinq. Melalui unggahan Instagram Story, ia mengaku pernah menggunakan vape nikotin dalam jumlah banyak dan mengingatkan pengikutnya bahwa nikotin sulit dihentikan. Pengakuan tersebut kembali menyoroti dampak penggunaan rokok elektrik terhadap kesehatan suara.
Aerosol vape dapat membuat jaringan saluran napas menjadi kering dan memicu iritasi atau peradangan, termasuk pada area laring yang berperan dalam produksi suara. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan suara serak atau perubahan kualitas suara, meskipun dampaknya bisa berbeda pada setiap orang. Jadi, apa saja dampak vape nikotin terhadap kesehatan suara? Berikut penjelasan lebih lengkapnya.
1. Iritasi pita suara

ilustrasi sakit tenggorokan (pexels.com/https://kaboompics.com/) Pita suara merupakan dua lipatan jaringan di tenggorokan yang bergetar ketika udara keluar dari paru-paru untuk menghasilkan suara. Berdasarkan studi yang terbit dalam jurnal Disease Models & Mechanisms pada 2022, paparan aerosol rokok elektronik dapat merusak sel-sel pelapis jaringan pita suara dalam model jaringan manusia yang dikembangkan di laboratorium. Kerusakan ini bisa mengganggu lapisan pelindung alami pita suara yang berfungsi menjaga jaringan dari paparan zat asing.
Ketika lapisan pelindung tersebut terganggu, jaringan berpotensi mengalami peradangan dan perubahan selama proses pemulihan. Kondisi ini menjadi perhatian lantaran peradangan atau pembengkakan di sekitar pita suara dapat memengaruhi fungsi normalnya. Namun, penelitian tersebut dilakukan menggunakan model jaringan di laboratorium, sehingga dampaknya pada pengguna vape dalam kehidupan sehari-hari masih perlu diteliti lebih lanjut.
2. Suara serak dan perubahan kualitas suara

ilustrasi vape (unsplash.com/Romain B) Suara serak terjadi ketika suara terdengar kasar, parau, atau tidak sejernih biasanya akibat perubahan pada pita suara. Menurut studi yang terbit dalam jurnal The Laryngoscope pada 2025, pengguna vape harian melaporkan lebih banyak keluhan gangguan suara dan batuk dibandingkan orang yang tidak menggunakan vape. Penelitian tersebut juga menemukan perubahan tertentu pada gerakan pita suara saat peserta menghasilkan suara.
Hal ini penting karena pita suara perlu bergerak dan bergetar secara teratur agar suara terdengar jelas. Paparan aerosol vape berpotensi mengganggu fungsi pita suara, sehingga kualitas suara dapat berubah dan suara terasa kurang nyaman saat digunakan. Namun, penelitian ini belum membuktikan bahwa vape menjadi satu-satunya penyebab gangguan suara, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan keterkaitan tersebut.
3. Gangguan produksi suara

ilustrasi sakit tenggorokan (pexels.com/Andrea Piacquadio) Produksi suara melibatkan kerja sama antara aliran udara dari paru-paru dan gerakan pita suara di tenggorokan. Berdasarkan studi yang sama (The Laryngoscope, 2025), pengguna vape harian menunjukkan perbedaan pada kecepatan gerakan pita suara saat menghasilkan suara tertentu dibandingkan orang yang tidak menggunakan vape. Selain itu, pengguna vape juga melaporkan lebih banyak keluhan gangguan suara dan batuk.
Perubahan gerakan pita suara tersebut berpotensi memengaruhi proses pembentukan suara, tetapi dampaknya terhadap kemampuan berbicara sehari-hari masih perlu diteliti lebih lanjut. Dilansir Cleveland Clinic, pita suara menghasilkan suara melalui getaran ketika udara dari paru-paru melewatinya, sehingga gangguan pada fungsi pita suara bisa memengaruhi kemampuan seseorang berbicara dengan jelas. Karena itu, penggunaan vape perlu diperhatikan sebagai salah satu faktor yang berpotensi mengganggu kesehatan suara, meskipun hubungan sebab-akibatnya masih membutuhkan bukti lebih kuat.
Hal yang dialami Selena Gomez mengingatkan kita bahwa sejumlah penyanyi juga pernah mengeluhkan gangguan suara akibat kebiasaan merokok. Kini, penggunaan vape turut menjadi perhatian karena aerosolnya berpotensi mengganggu kesehatan pita suara dan kualitas suara. Menurutmu, seberapa besar risiko vape terhadap kesehatan suara, terutama bagi penyanyi dan anak muda?
Referensi














![[QUIZ] Dari Posisi Duduk Saat Kerja, Kami Tebak Risiko Kesehatan Kamu](https://image.idntimes.com/post/20221024/pexels-thirdman-7181187-7dc273c135a9419c4df8c9f0f777a2c3-e5503d0b87e14b9fdd9a21a54fd5462b.jpg)







