ilustrasi berat badan (pexels.com/SHVETS production)
Melansir Healthline, berat badan bisa turun ketika kamu konsisten mengonsumsi lebih sedikit kalori dari yang kamu bakar setiap hari. Sebaliknya, berat badan naik ketika kamu mengonsumsi lebih banyak kalori dari yang kamu bakar setiap hari. Setiap makanan dan minuman yang kamu konsumsi dalam satu hari, itu per-bahannya memiliki kalori yang dapat dihitung.
Kalori ini kemudian dibakar melalui tiga cara, yaitu:
- Resting metabolic rate (RMR) - kalori yang dibakar untuk mempertahankan fungsi tubuh seperti bernapas dan memompa darah.
- Thermic effect of food (TEF) - kalori yang dibakar untuk mencerna, menyerap, dan memetabolisme makanan.
- Thermic effect of activity (TEA) - kalori yang dibakar ketika kamu olahraga, hal ini termasuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Jika konsumsi kalori yang kamu makan sama dengan apa yang kamu keluarkan, maka berat badanmu akan tetap. Makan sedikit bukan berarti kalorinya juga akan sedikit. Karena yang dihitung merupakan apa yang terkandung dalam bahan, bukan porsinya.
Dan MayoClinic menuliskan, setiap orang tubuhnya punya cara memproses kalori yang berbeda-beda. Maka dari itu jangan heran ada yang mudah gemuk meski makannya sedikit. Ada pula yang tetap kurus meski makannya sangat banyak.