"Sekarang tidak, sudah benar-benar terspesialisasi untuk menjamin bahwa obatnya aman, bisa digunakan dengan baik oleh pasien terutama karena harganya cukup mahal, memastikan cost effective," ujar apt. Yovita Diane Titiesari, S.Farm., M.Sc, Head Pharmacy Services Dept., MRCCC Siloam Semanggi.
Apoteker Onkologi Amat Dibutuhkan, tapi Langka di Indonesia

- Terapi kanker kini berfokus pada terapi target dan imunoterapi berbasis mutasi gen, membuat peran apoteker onkologi semakin penting dalam memastikan keamanan serta efektivitas pengobatan pasien.
- Apt. Yovita menekankan perlunya pendidikan dan pelatihan khusus bagi apoteker Indonesia agar mampu menangani terapi kanker yang kompleks serta memahami restriksi obat yang ditanggung BPJS.
- Indonesia belum memiliki jalur pendidikan formal atau sertifikasi apoteker onkologi, namun antusiasme tinggi mendorong inisiatif pelatihan seperti di MRCCC Siloam Semanggi untuk menutup kesenjangan kompetensi.
Pengobatan kanker makin berkembang dan kini mengarah kepada terapi target atau imunoterapi yang mengutamakan mutasi gen dari pasien. Tentu ini berbeda dengan terapi terdahulu, yang hanya mengandalkan satu obat untuk semua.
Di sini peran apoteker onkologi menjadi penting, yang memastikan pasien punya akses ke pengobatan tersebut. Apt. Yovita menjelaskan bahwa saat ini BPJS sudah banyak meng-cover obat-obatan yang bersifat terapi target dengan beberapa restriksi tertentu.
Table of Content
Peran apoteker onkologi
Apoteker onkologi berperan untuk mengetahui restriksi dari penyakit pasien sehingga tahu pengobatan apa yang ideal untuk mereka.
"Dibutuhkan skill seorang apoteker, baik secara pengetahuan yang lebih advance, dibanding teman-teman kita apoteker yang, kita bisa bilangnya general. Oleh sebab itu, yang dibutuhkan oleh apoteker di Indonesia untuk bisa bekerja lebih dalam di onkologi, apalagi untuk infrastruktur medis ini, yang pertama tentunya adalah edukasi," kata Yovita.
Dia berharap apoteker bisa difasilitasi dalam bentuk pendidikan formal ataupun pelatihan-pelatihan yang diadakan, baik oleh negara maupun institusi untuk menambah atau menambal education gap yang terjadi.
Perannya yang semakin penting

Menurut Shauna S Choi, PharmD, BCOP, Director Pharmacy Cancer Network Programs The University of Texas MD Anderson Cancer Center (UT MD Anderson), perkembangan terapi kanker modern membuat peran apoteker onkologi menjadi makin penting.
“Jika dahulu apoteker lebih dikenal sebagai pihak yang menyiapkan obat kemoterapi, kini mereka terlibat langsung dalam pelayanan pasien, pengelolaan terapi, hingga menjaga keselamatan pasien kanker,” jelasnya.
Dia menjelaskan mengenai pathway bagi seorang apoteker di Amerika Serikat agar dapat bekerja sebagai spesialis onkologi, untuk memastikan terapi kanker berjalan aman, efektif dan sesuai standar kualitas tinggi.
Untuk menjadi apoteker onkologi klinis, dibutuhkan pendidikan dan pelatihan khusus, mulai dari gelar PharmD hingga program residensi dan sertifikasi seperti Board Certified Oncology Pharmacist (BCOP). Kompetensi ini diperlukan karena terapi kanker memiliki tingkat kompleksitas dan risiko yang tinggi.
Dalam praktik sehari-hari, apoteker onkologi di negeri Paman Sam itu terlibat dalam berbagai aspek, seperti review regimen terapi, pemantauan efek samping, edukasi pasien, penyesuaian dosis hingga membantu akses obat kanker yang mahal dan sulit didapatkan.
Ketersediaanya masih sangat langka
Hingga saat ini di Indonesia belum ada jalur pendidikan formal ataupun sertifikasi spesialisasi untuk oncology pharmacy. Selain itu, jumlah apoteker yang mendalami onkologi di Indonesia juga masih terbatas, pun belum ada perhimpunan profesi khusus apoteker onkologi.
Di tingkat provinsi saja, jumlah apoteker yang melayani obat kanker ini sangat terbatas. Meskipun demikian, antusiasme apoteker di Indonesia untuk mendalami hal ini sangat tinggi.
“Di MRCCC Siloam Semanggi, kami menyusun modul pelatihan yang merupakan hasil adopsi dari berbagai institusi global yang kredibel. Karena obat-obatan onkologi yang digunakan bersifat serupa, maka pendekatan ini dapat diterapkan pada pasien di sini. Hal ini sangat efektif sebagai bekal kami para apoteker untuk bekerja di bidang onkologi yang menjadi pilar utama MRCCC Siloam Semanggi,” papar Yovita.

![[QUIZ] Seberapa Jeli Kamu Menebak Hewan Kurban Idul Adha Ini?](https://image.idntimes.com/post/20240613/kuis-seberapa-jeli-tebak-hewan-kurban14-c1db36941a3305bcf4801f7abaa7398e.jpg)



![[QUIZ] Cek Sejago Apa Kamu Mendeteksi Perilaku Toksik](https://image.idntimes.com/post/20250807/2140_7c827be3-dd3a-4163-ac65-7266114075a1.jpg)







![[QUIZ] Genre Musik Ini Menggambarkan Hubungan Kamu dengan Rasa Sakit](https://image.idntimes.com/post/20250602/pexels-marcelochagas-1876279-2-1061f554c1ba1ea97907cdaba4eaee34-f1a7a516a4f19e3f86d594b3ba9857af.jpg)




![[QUIZ] Cara Kamu Mengatasi Konflik Mirip Karakter 'Upin & Ipin' Ini](https://image.idntimes.com/post/20250809/1000003690_b0c4a992-6e09-4726-8abd-3dbe4e43bbf0.jpg)