Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kaki Bengkak saat Haji Jangan Dianggap Sepele, Kenapa?

Kaki Bengkak saat Haji Jangan Dianggap Sepele, Kenapa?
ilustrasi orang-orang melakukan tawaf pada malam hari (pexels.com/Mutahir Jamil)
Intinya Sih
  • Kaki bengkak saat haji sering terjadi karena aktivitas fisik berat, suhu panas, dan waktu istirahat terbatas yang memengaruhi sirkulasi serta keseimbangan cairan tubuh.
  • Penyebab utama meliputi penumpukan cairan akibat berdiri lama, pelebaran pembuluh darah karena panas, dehidrasi, gesekan alas kaki, hingga penyakit kronis seperti jantung atau ginjal.
  • Jemaah disarankan menjaga hidrasi, memakai alas kaki nyaman, menggerakkan kaki secara rutin, serta segera mencari pertolongan medis bila pembengkakan disertai nyeri atau sesak napas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Selama menjalani rangkaian ibadah haji, kaki jemaah bekerja sangat keras. Jemaah bisa berjalan berkilo-kilometer setiap hari, berdiri dalam waktu lama, berdesak-desakan, hingga berpindah-pindah tempat dengan waktu istirahat yang terbatas. Ditambah suhu yang sangat panas, tubuh akhirnya harus bekerja lebih keras untuk menjaga sirkulasi dan keseimbangan cairan.

Akhirnya, beberapa jemaah mulai menyadari sandalnya jadi lebih sempit, pergelangan kaki tampak membesar, atau kaki terasa berat saat melangkah. Buat sebagian orang, pembengkakan hanya ringan dan membaik setelah beristirahat. Namun, dalam kondisi tertentu, kaki bengkak juga bisa menandakan tubuh sedang mengalami gangguan sirkulasi, kelelahan berat, atau masalah kesehatan lain yang perlu diperhatikan.

Ada beberapa faktor yang bsia memicu kaki bengkak saat haji, bukan karena terlalu banyak jalan kaki. Mulai dari cuaca panas dan dehidrasi hingga penyakit kronis yang sudah dimiliki jemaah haji. Yuk, bahas satu per satu!

Table of Content

1. Tubuh menahan cairan karena berdiri dan berjalan lama

1. Tubuh menahan cairan karena berdiri dan berjalan lama

Salah satu penyebab paling sering adalah penumpukan cairan di tungkai bawah atau edema perifer.

Saat kamu berjalan jauh atau berdiri dalam waktu lama, gravitasi membuat cairan tubuh lebih mudah berkumpul di area kaki dan pergelangan kaki. Normalnya, otot betis membantu memompa darah kembali ke jantung. Namun, ketika tubuh terus-menerus lelah, sirkulasi vena bisa menjadi kurang efisien. Akibatnya, cairan keluar dari pembuluh darah kecil dan menumpuk di jaringan sekitar kaki.

Kondisi ini lebih rentan dialami oleh:

  • Lansia.
  • Individu dengan obesitas.
  • Pengidap varises.
  • Orang dengan gangguan pembuluh darah.
  • Jemaah yang jarang bergerak aktif sebelum berangkat haji.

Penelitian menunjukkan perjalanan panjang, imobilitas, serta aktivitas fisik berat di lingkungan panas dapat meningkatkan gangguan sirkulasi dan pembengkakan pada tungkai bawah.

2. Cuaca panas membuat pembuluh darah melebar

Suhu di Arab Saudi saat musim haji bisa sangat tinggi, terutama pada siang hari. Dalam kondisi panas, tubuh mencoba menurunkan suhu dengan melebarkan pembuluh darah di kulit agar panas lebih mudah keluar.

Pelebaran pembuluh darah ini memang membantu tubuh mendinginkan dirinya, tetapi juga bikin cairan lebih mudah “bocor” ke jaringan sekitar. Akibatnya, kaki bisa terlihat:

  • Lebih besar.
  • Terasa tegang.
  • Meninggalkan bekas ketika ditekan.

Saat cuaca panas, tubuh juga kehilangan banyak cairan melalui keringat. Jika cairan dan elektrolit tidak segera diganti, keseimbangan cairan tubuh bisa terganggu dan memperburuk pembengkakan.

3. Dehidrasi bisa membuat tubuh menahan cairan

Jemaah haji Indonesia mengenakan pakaian ihram putih berkumpul di kawasan Arafah, Arab Saudi, saat melaksanakan wukuf di bawah langit cerah.
Jemaah haji Indonesia saat melakukan wukuf di Arafah, Arab Saudi. (Media Center Haji/Rochmanudin)

Pembengkakan tidak selalu berarti tubuh kelebihan cairan. Dehidrasi pun bisa menyebabkan kaki bengkak. Kenapa begitu?

Saat tubuh kekurangan cairan, sistem hormonal akan mencoba mempertahankan cairan sebanyak mungkin. Tubuh mulai menahan natrium dan air agar volume darah tetap stabil. Kondisi ini dapat menyebabkan retensi cairan, terutama jika dikombinasikan dengan tubuh yang lelah dan suhu panas ekstrem.

Selain itu, ketidakseimbangan elektrolit seperti natrium dan kalium juga dapat memengaruhi fungsi pembuluh darah dan otot, sehingga kaki terasa lebih berat dan gampang bengkak.

4. Ada juga peran sepatu dan gesekan berulang

Selama haji, kaki mengalami tekanan mekanis berulang setiap hari. Jika alas kaki tidak sesuai, seperti terlalu sempit, sol terlalu keras, atau tidak menopang kaki dengan baik, maka jaringan kaki dapat mengalami iritasi dan inflamasi ringan.

Gesekan berulang juga dapat menyebabkan:

  • Kaki lecet.
  • Peradangan jaringan lunak.
  • Pembengkakan lokal.

Jadi, pada sebagian jemaah, kaki bengkak bukan cuma karena cairan, tetapi juga karena respons inflamasi akibat tekanan fisik secara terus-menerus.

5. Kondisi medis tertentu meningkatkan risiko

Kaki bengkak dapat dipicu atau diperparah oleh penyakit yang sudah dimiliki jemaah. Beberapa kondisi yang paling sering terkait antara lain:

Pada gagal jantung, misalnya, kemampuan jantung memompa darah menurun sehingga cairan lebih mudah menumpuk di kaki.

Sementara pada penyakit ginjal, tubuh kesulitan membuang kelebihan cairan dan natrium.

Karena itu, pembengkakan pada jemaah yang hidup dengan penyakit kronis tidak boleh diabaikan.

Kapan kaki bengkak merupakan tanda bahaya?

Petugas medis memeriksa kesehatan seorang jemaah haji yang berbaring di tempat tidur dengan alat medis terpasang di tubuhnya.
Pemeriksaan kesehatan jemaah haji. (IDN Times/Faiz Nashrillah)

Segera cari pertolongan medis jika pembengkakan disertai:

  • Nyeri hebat.
  • Kemerahan.
  • Satu kaki lebih besar dibanding sisi lain.
  • Sesak napas.
  • Nyeri dada.
  • Demam.
  • Sulit berjalan.

Gejala tersebut dapat mengarah pada kondisi serius seperti:

  • Trombosis vena dalam (DVT) atau penggumpalan darah.
  • Infeksi.
  • Gangguan jantung.

DVT menjadi perhatian penting pada perjalanan panjang dan imobilitas karena bekuan darah dapat berpindah ke paru-paru dan menyebabkan emboli paru yang berbahaya.

Penelitian menunjukkan perjalanan panjang, dehidrasi, dan imobilitas dapat meningkatkan risiko trombosis vena pada individu tertentu.

Cara mengurangi risiko kaki bengkak saat haji

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat membantu:

  • Pakai alas kaki yang nyaman dan ukurannya cukup longgar. Sepatu atau sandal yang terlalu ketat dapat memperburuk pembengkakan.
  • Usahakan tetap bergerak aktif dan jangan terlalu lama diam dalam satu posisi. Gerakan sederhana pada betis membantu memperlancar aliran darah.
  • Cukupi kebutuhan cairan, terutama saat cuaca panas. Minum sedikit tetapi sering biasanya lebih efektif dibanding menunggu haus berat.
  • Saat beristirahat, tinggikan posisi kaki agar cairan lebih mudah kembali ke sirkulasi tubuh.
  • Bila memiliki penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, atau gangguan jantung, kontrol kesehatan sebelum keberangkatan sangat penting.
  • Penggunaan kaus kaki kompresi juga dapat membantu mengurangi pembengkakan dan memperbaiki aliran vena pada individu tertentu.

Haji adalah aktivitas fisik dan emosional yang berat bagi tubuh. Kaki bengkak sering muncul karena tubuh sedang beradaptasi terhadap tekanan aktivitas, suhu, dan perubahan lingkungan yang ekstrem. Namun, tubuh juga memiliki batas.

Jangan mengabaikan pembengkakan yang terasa makin berat atau disertai gejala lain. Mengenali sinyal tubuh pada tahap awal dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius dan membuat ibadah tetap lancar.

Referensi

Philippe Gautret and Robert Steffen, “Communicable Diseases as Health Risks at Mass Gatherings Other Than Hajj: What Is the Evidence?,” International Journal of Infectious Diseases 47 (March 14, 2016): 46–52, https://doi.org/10.1016/j.ijid.2016.03.007.

Van-Thuan Hoang and Philippe Gautret, “Infectious Diseases and Mass Gatherings,” Current Infectious Disease Reports 20, no. 11 (August 28, 2018): 44, https://doi.org/10.1007/s11908-018-0650-9.

Malone PC. "Air travel and risk of venous thromboembolism. Passengers should reduce consumption of alcohol on flights." BMJ. 2001 May 12;322(7295):1183-4. PMID: 11379587; PMCID: PMC1120299.

World Health Organization. "Public Health for Mass Gatherings: Key Considerations." Diakses Mei 2026.

Centers for Disease Control and Prevention. “Health Information for Travelers to Saudi Arabia.” Diakses Mei 2026.

Robert T. Eberhardt and Joseph D. Raffetto, “Chronic Venous Insufficiency,” Circulation 130, no. 4 (July 21, 2014): 333–46, https://doi.org/10.1161/circulationaha.113.006898.

National Health Service. “Swollen Ankles, Feet and Legs (Oedema).” Diakses Mei 2026.

Mayo Clinic Staff. “Edema: Symptoms and Causes.” Diakses Mei 2026.

Share Article
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F

Related Articles

See More