Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Wadah Makanan yang Tidak Boleh Dipanaskan dalam Microwave

6 Wadah Makanan yang Tidak Boleh Dipanaskan dalam Microwave
ilustrasi memanaskan makanan dalam microwave (pexels.com/Polina Tankilevitch)
Intinya Sih
  • Artikel menjelaskan bahwa penggunaan wadah yang salah di microwave bisa memicu bahaya seperti kebakaran dan pencemaran zat kimia berbahaya pada makanan.
  • Enam jenis wadah yang tidak boleh dipanaskan dalam microwave antara lain styrofoam, aluminium foil, logam, insulated tumbler, kantong kertas cokelat, serta wadah berbahan plastik.
  • Ditekankan pentingnya memilih wadah berlabel 'microwave-safe' dengan hati-hati agar pemanasan makanan tetap aman dan tidak merusak alat maupun kesehatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Microwave memang bisa menjadi alat dapur serba praktis yang memudahkan kegiatan memasak sehari-hari, seperti memanggang dan menghangatkan makanan dalam waktu yang singkat tanpa perlu pengawasan. Namun, penggunaannya yang salah dan sembarangan terkadang juga bisa memicu bahaya. Misalnya terkait kebakaran bahkan pencemaran zat kimia berbahaya pada makanan akibat penggunaan wadah yang salah selama pemanasan.

Nah, untuk menghindari hal tersebut, terdapat beberapa wadah makanan yang harus dihindari untuk digunakan dalam microwave. Apa saja? Yuk, simak ulasannya berikut.

1. Wadah styrofoam

Styrofoam
ilustrasi wadah styrofoam (pexels.com/Roy Renomeron)

Styrofoam adalah material berbahan plastik yang dibuat dari busa polistirena. Material ini tidak bereaksi dengan baik terhadap suhu tinggi sehingga menyebabkan bahan tersebut pecah, meleleh, bahkan melepaskan zat kimia beracun pada makanan. Meski terkadang terdapat busa polistirena yang dilabeli dengan “microwave-safe”, sebaiknya tetap hindari memasukkan wadah styrofoam dalam microwave.

2. Wadah aluminium foil

Aluminium foil
ilustrasi wadah aluminium foil (pexels.com/macarius draftStudio)

Saat kita membeli jajanan siap saji, seperti dimsum, macaroni schotel, atau lasagna, sering kali makanan-makanan ini disajikan dalam wadah berlapis aluminium foil. Material ini merupakan jenis logam tipis. Di mana ketika dimasukkan ke dalam microwave, bahan ini akan memantulkan energi panas, bukan menyerapnya. Akibatnya, ini bisa menyebabkan percikan api dan  kerusakan atau kebakaran alat.

Namun, penggunaannya dalam jumlah kecil, dalam waktu singkat, biasanya masih aman. Misalnya, digunakan untuk membungkus sebagian kecil makanan agar tidak cepat matang atau menutupi beberapa bagian makanan saja.

3. Peralatan berbahan logam

Loyang oven
ilustrasi loyang oven (pexels.com/Gustavo Fring)

Di dapur, kita sering menjumpai banyak wadah makanan berbahan logam, seperti loyang, rantang, atau panci. Meski bahan ini biasanya tahan panas, tetapi logam tidak aman dimasukkan ke dalam microwave. Hal ini karena logam tidak menyerap gelombang elektromagnetik yang dipancarkan microwave saat beroperasi, dan bisa menimbulkan percikan api.

Selain itu, gelombang panas microwave tidak bisa mempenetrasi bahan logam. Sehingga ini menghasilkan panas yang tidak merata, hanya bagian permukaan makanan saja. Sehingga tidak efisien untuk memanaskan makanan.

4. Insulated tumbler

Tumbler
ilustrasi insulated tumbler (pexels.com/Artem Podrez)

Insulated tumbler memang bisa menjadi ide yang bagus untuk menyimpan minuman hangat dalam waktu lama. Namun, memanaskan tumbler terisolasi ini dalam microwave adalah hal yang harus dihindari. Insulated tumbler sering kali dibuat dari stainless steel dan plastik yang tidak aman untuk dipanaskan dalam microwave.

5. Kantong kertas cokelat (brown paper bags)

Wadah makanan
ilustrasi wadah makanan (pexels.com/Meist Langeweile)

Kantong kertas cokelat juga tidak boleh digunakan dalam microwave. Wadah ini tidak tahan terhadap suhu tinggi dan dapat terbakar. Selain itu, kertas ini juga dapat mengeluarkan asap beracun yang bisa mengontaminasi makanan. Sebagai alternatif, kamu bisa menggunakan kertas lilin, kertas perkamen, piring kertas, dan mangkuk kertas dengan label “microwave-safe”.

6. Wadah plastik dan berbahan plastik

Wadah plastik
ilustrasi wadah plastik (pexels.com/Nano Erdozain)

Plastik dapat melepaskan zat kimia berbahaya yang meresap ke dalam makanan saat dipanaskan, termasuk dalam microwave. Selain itu, wadah plastik juga dapat meleleh dalam microwave sehingga harus dihindari. Meski terdapat beberapa jenis wadah plastik yang dilabeli “microwave-safe”, ini juga masih berisiko menyebabkan paparan zat beracun pada makanan sehingga lebih baik berhati-hati.

Memanggang dan memanaskan makanan dengan microwave bisa menjadi cara yang mudah menikmati makanan. Namun, pastikan kamu menggunakan peralatan yang sesuai untuk microwave untuk menghindari kerusakan  atau masalah yang jauh lebih besar.

Referensi

“What can and can't go in a microwave? An expert reveals the answers”. Today. Diakses Mei 2026.

“12 Things You Should Never Put in the Microwave”. Real Simple. Diakses Mei 2026.

“7 things that are definitely not safe to put in the microwave”. Business Insider. Diakses Mei 2026.

“Cooking with Microwave Ovens”. Food Safety and Inspection service U.S. DEPARTMENT OF AGRICULTURE. Diakses Mei 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira

Related Articles

See More