ilustrasi betis (unsplash.com/Edagar Antoni Ann)
Ketika kedutan muncul setelah olahraga, gak perlu langsung memijat betis dengan keras atau memaksanya untuk melakukan aktivitas lagi. Berhenti sejenak dan luruskan kaki dalam posisi yang nyaman supaya otot mendapat kesempatan untuk rileks. Peregangan betis secara perlahan juga bisa dilakukan selama gerakannya tidak menimbulkan rasa sakit.
Jangan lupa mengganti cairan yang hilang selama olahraga dengan minum air putih. Kalau latihan berlangsung lama dan kamu berkeringat banyak, minuman yang mengandung elektrolit juga bisa dipertimbangkan sesuai kebutuhan. Kompres hangat pada betis dapat menjadi pilihan lain ketika otot terasa kaku setelah aktivitas.
Betis bisa berkedut sendiri setelah olahraga, sering kali tidak berlangsung lama dan bisa membaik setelah tubuh beristirahat. Meski begitu, kalau kedutan muncul terus-menerus, semakin sering terjadi, disertai kelemahan otot, mati rasa, nyeri berat, atau mengganggu aktivitas, sebaiknya jangan dianggap sebagai efek olahraga biasa. Keluhan semacam itu perlu diperiksa untuk mencari tahu penyebabnya, terutama jika kedutan tetap muncul meski kamu sudah mengurangi aktivitas olahraga dan cukup beristirahat.
Referensi
"Benign Fasciculation Syndrome." Cleveland Clinic. Diakses pada Oktober 2026.
"6 Possible Reasons Why Your Muscles Are Twitching After a Workout." Peloton. Diakses pada Oktober 2026.
"When to worry if your calf muscles spasm." Runner's World. Diakses pada Oktober 2026.