Comscore Tracker

5 Tanda Ini Mengindikasikan Mental Kamu Sedang Lelah, Apa Saja?

Salah satunya adalah sering marah-marah

Bukan hanya fisik, mental adalah bagian dari properti kesehatan yang wajib dijaga dan bahkan itu dapat memengaruhi akan banyak hal. Sayangnya, banyak orang yang cuma fokus pada kesehatan fisiknya saja, sementara kondisi mentalnya diabaikan. Padahal, itu akan berdampak buruk pada kualitas hidup.

Ada beberapa tanda yang mengindikasikan bahwa mental kamu sedang mengalami kelelahan. Jika kamu mengalami tanda-tanda di bawah ini, cobalah untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental atau bila perlu konsultasi dengan profesional demi kebaikanmu sendiri. Apa saja? Yuk, disimak!

1. Mengalami masalah tidur yang berdampak pada produktivitas

5 Tanda Ini Mengindikasikan Mental Kamu Sedang Lelah, Apa Saja?Insomnia atau gangguan tidur pada malam hari adalah salah satu tanda kelelahan mental (pexels.com/Marcus Aurelius)

Susah tidur di malam hari yang berdampak pada produktivitas pekerjaan merupakan salah satu tanda bahwa mental kamu sedang lelah. Dilansir Healthline, salah satu gejala dari kelelahan mental adalah insomnia atau gangguan tidur pada malam hari. Parahnya lagi, insomnia bisa menyebabkan masalah baru yang lebih serius.

Menurut sebuah laporan berjudul "Insomnia and its impact on physical and mental health" dalam jurnal Clinical Neuroscience tahun 2012 menyatakan bahwa insomnia yang parah akan menyebabkan kelelahan tubuh yang akan mengganggu kualitas kehidupan penderitanya. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa kelelahan mental juga berkorelasi dengan kelelahan fisik yang nyata.

2. Tidak mampu membuat keputusan tepat dalam hal sederhana

5 Tanda Ini Mengindikasikan Mental Kamu Sedang Lelah, Apa Saja?Sulit berpikir jernih dalam mengambil keputusan adalah salah satu tanda kelelahan mental (pexels.com/Inzmam Khan)

Sulit berpikir jernih dalam mengambil keputusan adalah salah satu gejala kelelahan mental, meskipun tidak mutlak. Hal ini bisa terjadi karena lelah mental memang mengakibatkan seseorang menjadi sulit untuk berkonsentrasi.

Dilansir dalam Health Grades, kesulitan konsentrasi bisa berdampak serius jika tidak segera ditangani dengan benar, bahkan kondisinya bisa bersifat menetap dan hampir permanen.

Dalam kondisi yang sudah sangat parah dan berlarut-larut, kelelahan mental yang sudah mengganggu konsentrasi akan berdampak pada pengambilan keputusan. Banyak penderita yang pada akhirnya selalu salah dalam mengambil keputusan terkait hal-hal yang sebetulnya sepele. Tentu saja, jika tidak segera diatasi, masalah ini bisa menimbulkan dampak yang lebih serius bagi kehidupan penderitanya.

Baca Juga: Studi: Terpapar Polusi Udara Sejak Dini Ancam Kesehatan Mental

3. Kehilangan nafsu makan dan minum

5 Tanda Ini Mengindikasikan Mental Kamu Sedang Lelah, Apa Saja?ilustrasi seseorang kehilangan nafsu makan (verywellhealth.com)

Dalam tahap yang berlarut-larut, kondisi ini bisa sangat berbahaya. Kehilangan nafsu makan dan minum akan memengaruhi kinerja organ tubuh karena jumlah nutrisi dan cairan yang masuk akan sangat kurang.

Laporan berjudul "Appetite loss and neurocognitive deficits in late-life depression" dalam jurnal International Journal of Geriatric Psychiatry tahun 2015 mengungkap bahwa kelelahan mental dan depresi sangat erat kaitannya dengan hilangnya nafsu makan.

Jika tidak ada nutrisi dan cairan yang cukup untuk dijadikan bahan bakar bagi tubuh, maka suplai energi ke organ-organ tubuh juga akan terganggu. Akibatnya, seseorang bisa kehilangan konsentrasi, gangguan gula darah, kehilangan berat badan, gangguan pencernaan, dehidrasi, dan bahkan pingsan. Segera hubungi dokter jika kelelahan mental yang kamu alami sudah masuk ke tahap gangguan makan.

4. Menjadi lebih sensitif dari biasanya

5 Tanda Ini Mengindikasikan Mental Kamu Sedang Lelah, Apa Saja?ilustrasi seseorang yang mudah tersinggung (pexels.com/Ivan Samkov)

Sebuah penelitian berjudul "The impairing effects of mental fatigue on response inhibition: An ERP study" dalam jurnal PLoS One tahun 2018 mengulas banyak hal tentang kelelahan mental dan dampaknya.

Studi tersebut juga menyimpulkan bahwa kelelahan mental sanggup untuk menghambat hal-hal positif yang biasanya ada dalam sisi psikologis seseorang, misalnya kualitas dalam merespons sesuatu dan tingkat sensitivitas yang dirasakan oleh penderita.

Biasanya, perubahan pada sensitivitas penderita tidak bisa dirasakan secara langsung oleh dirinya sendiri. Kemungkinan justru orang-orang terdekatlah yang bisa melihat perubahan tersebut. Menjadi mudah tersinggung dan mudah sekali larut dalam kesedihan adalah sedikit dari ciri-ciri meningkatnya sensitivitas perasaan secara psikologis.

5. Lebih sering marah-marah hanya karena hal sepele

5 Tanda Ini Mengindikasikan Mental Kamu Sedang Lelah, Apa Saja?Sulit mengontrol amarah juga bisa jadi tanda kelelahan mental (pexels.com/Moose Photos)

Apakah akhir-akhir ini kamu sering marah akibat hal-hal yang sepele? Kalau jawabannya ya, mungkin kamu sedang mengalami kelelahan mental.

DilansirBetter Help, kemarahan yang intens bisa mengindikasikan ada sesuatu yang tidak beres di tubuh atau mental seseorang, bisa lelah fisik, lelah mental, stres, dan hal-hal lain yang mengganggu pikiran.

Dalam kasus tertentu, kemarahan tak terkontrol akan membuat penderitanya semakin berisiko mengalami sakit fisik. Ya, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, depresi, dan turunnya sistem kekebalan tubuh adalah sederet risiko yang akan dihadapi oleh orang yang tidak bisa mengontrol kemarahannya dengan baik.

So, jika kamu mengalami lima tanda-tanda di atas, mungkin kamu sedang mengalami kelelahan mental. Ada baiknya kamu beristirahat sejenak dari rutinitas dan jika perlu, kamu bisa menghubungi ahli seperti dokter, psikiater, atau psikolog. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kamu, ya!

Baca Juga: Kesehatan Mental dan Fisik Saling Berhubungan, Ini Penjelasan Medisnya

Dahli Anggara Photo Verified Writer Dahli Anggara

Age quod agis...

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya