Comscore Tracker

Benarkah Antibiotik Bisa Mengobati Batuk dan Pilek? Jangan Asal Minum!

Menggunakan antibiotik tidak boleh sembarangan

Antibiotik merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Jenis antibiotik pun bermacam-macam, sehingga dibutuhkan keahlian untuk menyesuaikan jenis antibiotik yang tepat sesuai kondisi dan penyebab penyakit.

Selain itu, beberapa orang juga memiliki reaksi alergi terhadap antibiotik tertentu sehingga menggunakan antibiotik sembarangan justru sangat berisiko. 

Namun, antibiotik kerap kali dianggap sebagai "obat segala penyakit". Antibiotik juga dianggap dapat mengobati keluhan batuk dan pilek. Pertanyaannya, apa benar antibiotik bisa mengobati batuk dan pilek? Simak faktanya berikut ini.

1. Anggapan di masyarakat

Benarkah Antibiotik Bisa Mengobati Batuk dan Pilek? Jangan Asal Minum!ilustrasi obat-obatan (unsplash.com/Volodymyr Hryshchenko)

Batuk dan pilek merupakan penyakit yang umum terjadi. Biasanya, batuk dan pilek dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan.

Namun, tidak sedikit yang menganggap bahwa obat antibiotik dapat digunakan untuk berbagai jenis penyakit, termasuk batuk dan pilek. Antibiotik dianggap dapat mempercepat penyembuhan keluhan batuk yang sedang dialami. Padahal, anggapan tersebut tidak benar.

2. Bagaimana kebenarannya?

Benarkah Antibiotik Bisa Mengobati Batuk dan Pilek? Jangan Asal Minum!ilustrasi sakit (pexels.com/cottonbro)

Informasi mengenai antibiotik dapat digunakan untuk mengobati batuk dan pilek adalah disinfomasi. Informasi tersebut dijelaskan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo) lewat laman resminya.

Faktanya, dr. Harry Paraton SpOG(K), Ketua Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba, mengatakan bahwa batuk dan pilek tidak perlu menggunakan obat antibiotik, seperti dilansir Kominfo. Untuk mengatasi batuk dan pilek cukup dengan beristirahat, mencukupi kebutuhan air putih, dan mengonsumsi buah serta sayur.

Dijelaskan pula bahwa penggunaan antibiotik berlebihan berisiko menyebabkan resistensi, sehingga berisiko menurunkan pemulihan penyakit yang dialami. Ini karena bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik sehingga penderita tidak dapat diobati dengan berbagai antibiotik. Dokter Harry menyarankan masyarakat agar berkonsultasi terlebih dahulu sebelum menggunakan antibiotik.

3. Penyebab selesma dan influenza

Benarkah Antibiotik Bisa Mengobati Batuk dan Pilek? Jangan Asal Minum!ilustrasi virus (pexels.com/Monstera)

Penyebab selesma paling sering yaitu rhinovirus. Sama halnya dengan selesma, flu juga disebabkan oleh virus. Flu merupakan penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Flu dapat menyebabkan keluhan ringan hingga berat.

Virus penyebab selesma maupun flu ditularkan dari orang yang sedang sakit melalui udara dan kontak dengan barang pribadi. Virus dapat menyebar ke orang lain saat orang yang terinfeksi sedang batuk, bersin, atau berbicara.

Baca Juga: Resistensi Antibiotik, Risiko Pakai Antibiotik Sembarangan saat Diare

4. Antibiotik tidak dapat mengobati penyakit yang disebabkan virus

Benarkah Antibiotik Bisa Mengobati Batuk dan Pilek? Jangan Asal Minum!ilustrasi sakit (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menerangkan bahwa antibiotik tidak dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh virus, baik itu virus penyebab selesma maupun influenza. Menggunakan antibiotik pada kondisi tersebut juga tidak dapat mempercepat proses penyembuhan penyakit yang dialami.

Ketika virus penyebab pilek atau selesma menginfeksi saluran pernapasan, maka tubuh akan memproduksi lendir. Produksi lendir tersebut bertujuan untuk menyingkirkan virus yang ada di saluran pernapasan. Setelah 2 sampai 3 hari, lendir yang semula berwarna putih atau bening berubah warna menjadi kekuningan atau kehijauan. Perubahan warna lendir tersebut merupakan hal yang normal. Perubahan lendir menjadi hijau bukan berarti menandakan seseorang membutuhkan antibiotik.

5. Risiko menggunakan antibiotik tanpa indikasi

Benarkah Antibiotik Bisa Mengobati Batuk dan Pilek? Jangan Asal Minum!ilustrasi resistensi antibiotik (commons.wikimedia.org/Naille tairov)

CDC menjelaskan bahwa antibiotik tidak mempercepat kesembuhan penyakit yang disebabkan oleh virus. Ini karena antibiotik hanya bisa digunakan untuk membunuh bakteri. Menambahkan keterangan WebMD, selesma, batuk, dan sakit tenggorokan pada umumnya disebabkan oleh virus. Antibiotik tidak dapat mengobati penyakit tersebut. 

Menggunakan antibiotik tanpa indikasi justru berisiko menyebabkan efek samping yang membahayakan penggunanya. Efek samping yang muncul bisa bermacam-macam, mulai dari yang ringan seperti kemerahan pada kulit hingga masalah yang serius misalnya reaksi alergi parah dan infeksi bakteri resisten obat.

Bakteri yang resisten obat artinya bakteri tersebut sudah kebal terhadap antibiotik sehingga menjadi lebih sulit untuk disembuhkan. Risiko lainnya yaitu menyebabkan infeksi bakteri yang menyebabkan diare parah hingga dapat menyebabkan kematian.

6. Cara mengatasi keluhan

Benarkah Antibiotik Bisa Mengobati Batuk dan Pilek? Jangan Asal Minum!ilustrasi minum air (pexels.com/Karolina Grabowska)

Tidak ada pengobatan spesifik untuk selesma. Biasanya, penyakit tersebut akan sembuh dengan sendirinya tanpa perlu antibiotik. Menggunakan antibiotik juga tidak akan membantu meredakan keluhan. Ketika memakai antibiotik padahal tidak diperlukan, justru ini akan menimbulkan efek samping yang dapat membahayakan tubuh.

Beberapa cara untuk meringankan keluhan yang dirasakan ketika mengalami selesma antara lain:

  • Istirahat yang cukup.
  • Mencukupi kebutuhan cairan.
  • Menggunakan humidifier.
  • Menggunakan semprot hidung atau tetes hidung.

Dapat disimpulkan bahwa antibiotik tidak dapat menyembuhkan batuk dan pilek yang disebabkan oleh virus, sementara antibiotik hanya bisa menyembuhkan infeksi bakteri.

Keluhan biasanya dapat membaik dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan. Menggunakan antibiotik tanpa indikasi justru berisiko menyebabkan efek samping yang membahayakan penggunanya. Jadi, gunakan antibiotik jika memang diresepkan oleh dokter, ya.

Baca Juga: Perlukah Minum Antibiotik Azitromisin saat Isoman?

Dewi Purwati Photo Verified Writer Dewi Purwati

Health enthusiast

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya