Comscore Tracker

Mengenal DEET, Bahan Aktif yang Ampuh Mengusir Nyamuk

DEET bekerja dengan mengacaukan indera penciuman nyamuk

Jika kamu pernah mengamati komposisi produk losion anti-nyamuk, kamu mungkin pernah menjumpai DEET (dietiltoluamida) sebagai bahan aktifnya, bukan? Ini adalah bahan kimia yang umum ditambahkan dalam produk pengusir nyamuk dan sudah digunakan sejak puluhan tahun silam. 

Tahukah kamu apa itu DEET? Bagaimana bahan ini bekerja mengusir nyamuk dan apakah ini aman digunakan oleh anak-anak maupun ibu hamil? Simak pemaparannya dalam artikel berikut.

1. DEET

Mengenal DEET, Bahan Aktif yang Ampuh Mengusir Nyamukilustrasi produk pengusir nyamuk (pexels.com/doTERRA International, LLC)

DEET dikenal dengan nama kimia N,N-dietil-meta-toluamida. Bahan kimia ini dapat mencegah gigitan serangga, seperti nyamuk, kutu, ataupun serangga terbang kecil lainnya yang sering kita jumpai di rumah. Secara fisik, ia memiliki karakteristik berupa cairan tidak berwarna, memiliki bau samar, dan tidak mudah larut dalam air. 

DEET telah sangat umum digunakan dalam sejumlah produk pengusir nyamuk atau serangga. Ia dapat berupa cairan, losion, semprotan, ataupun pada bahan yang mudah meresap, seperti handuk. Formulasi yang tersedia juga bervariasi, mulai dari 4 hingga 100 persen DEET.

Dilansir Center for Research on Ingredient Safety, formulasi DEET tersebut menentukan berapa lama sifat penolak serangga bertahan. Produk yang mengandung DEET 7 persen dapat melindungi dari gigitan nyamuk hingga 2 jam. Sedangkan produk dengan DEET 98 persen dapat bertahan hingga 10 jam, seperti yang dilaporkan Insider.

2. Bagaimana cara kerja DEET mengusir nyamuk?

Mengenal DEET, Bahan Aktif yang Ampuh Mengusir Nyamukilustrasi pengusir nyamuk (pixabay.com/Saydung89)

DEET bekerja dengan menolak atau mencegah serangga menggigit tubuh kita. Seperti kita ketahui, serangga seperti nyamuk, dapat menggigit mangsanya dengan mengenali aroma atau zat tubuh yang terlihat lebih "enak" untuk dimangsa. Nah, DEET bekerja dengan membuat kulit menjadi terasa "tidak enak" lagi bagi serangga sehingga mereka tak akan menggigitnya. 

Secara ilmiah, peneliti tidak mengetahui secara detail bagaimana DEET bekerja. Pada intinya, zat ini bekerja dengan menghasilkan bau yang mengusir serangga atau mengacaukan indra penciumannya sehingga mereka tidak bisa mendeteksi dan menemukan kita.

Baca Juga: Cara Menanam Sereh Wangi, Penghasil Minyak Atsiri untuk Usir Nyamuk

3. Keamanan DEET

Mengenal DEET, Bahan Aktif yang Ampuh Mengusir Nyamukilustrasi pengusir nyamuk (pexels.com/doTERRA International, LLC)

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA), DEET dianggap sebagai bahan aktif penolak serangga yang aman dan sangat efektif mencegah gigitan serangga. Namun, sangat penting untuk selalu mengikuti petunjuk penggunaan pada label produk.

Secara khusus, produk dengan DEET dirancang untuk penggunaan luar atau topikal langsung pada kulit. Meski disebut aman, penggunaan yang tidak sesuai petunjuk juga dapat menyebabkan risiko kesehatan.

Misalnya, jika terkena mata, DEET dapat mengakibatkan iritasi, nyeri, dan mata berair. Jika tertelan, ini bisa beracun yang dapat menyebabkan gejala seperti sakit perut, mual, muntah, bahkan kejang (sebuah laporan kasus langka akibat menenggak produk DEET atau menggunakannya tidak sesuai petunjuk label). Tak hanya itu, penggunaan pada kulit juga berisiko mengiritasi, jika digunakan pada konsentrasi yang cukup tinggi dan dalam waktu yang lama.

4. Apakah produk DEET diserap oleh tubuh?

Mengenal DEET, Bahan Aktif yang Ampuh Mengusir Nyamukilustrasi krim (pexels.com/Moose Photos)

Ketika dioleskan di kulit, sebagian kecil DEET dapat masuk ke dalam tubuh dan diteruskan ke aliran darah. Zat yang dikandungnya dapat ditemukan di dalam darah hingga 12 jam setelah digunakan.

Namun, tak perlu panik dulu. Saat masuk ke dalam tubuh, DEET dipecah oleh hati menjadi bahan kimia yang lebih kecil. Kemudian dikeluarkan melalui urine dalam waktu 24 jam. Jadi, hampir semua DEET yang diserap tubuh akan hilang dalam waktu tersebut.

5. Penggunaan DEET pada anak-anak dan ibu hamil

Mengenal DEET, Bahan Aktif yang Ampuh Mengusir Nyamukilustrasi perawatan bayi (pexels.com/Ksenia Chernaya)

Penggunaan DEET pada anak-anak disetujui oleh EPA tanpa adanya batasan usia maupun konsentrasinya dalam produk. Namun, mengingat tingginya kemungkinan risiko terjadinya kecelakaan (dari penggunaan tidak tepat) pada anak, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan beberapa hal berikut:

  • DEET tidak digunakan pada anak di bawah usia 2 bulan;
  • penggunaan DEET tidak lebih dari satu kali sehari untuk anak di atas 2 bulan';
  • penggunaan pada anak harus dengan konsentrasi terendah yang tersedia;
  • menghindari penggunaan di area sekitar mata dan mulut anak, serta di tangan yang bisa berakhir di mulut mereka;
  • mencuci DEET ketika sudah tidak digunakan lagi.

Sedangkan pada ibu hamil maupun menyusui, secara umum, penggunaan bahan ini juga aman. Tidak ada penelitian yang melaporkan efek toksik dari bahan kimia ini terhadap kehamilan, seperti masalah cacat lahir atau kelangsungan hidup anak di tahun pertama kehidupannya.

Meskipun demikian, dokter kulit Amy Kassouf, MD melalui laman Cleveland Clinic, menyebutkan bahwa DEET pada ibu hamil belum dipelajari secara khusus. Ia  pun merekomendasikan untuk meminimalkan penggunannya.

Pengecualian, jika kamu berada di tempat yang rentan penyebaran penyakit oleh serangga, seperti virus zika, penggunaannya justru disarankan. Sebab, infeksi virus ini dapat menyebabkan cacat lahir pada janin yang sedang berkembang.

DEET adalah salah satu bahan kimia yang efektif mengusir serangga sehingga bisa mencegah dari gigitannya yang berpotensi membawa penyakit. Penggunaan yang normal atau sesuai petunjuk, sering kali tidak membahayakan. Akan tetapi, jika kamu menemui reaksi tidak  menguntungkan, hentikan penggunaan dan temui dokter untuk mendapatkan bantuan. 

Baca Juga: Kenapa Nyamuk Lebih Sering Menggigit Orang Tertentu? Ini 7 Alasannya! 

Dwi wahyu intani Photo Verified Writer Dwi wahyu intani

@intanio99

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Izza Namira

Berita Terkini Lainnya