Comscore Tracker

Gak Boleh Sembarangan, Ini 5 Tips Diet untuk Orang dengan Gastritis

Diet punya pengaruh besar terhadap kondisi gastritis

Gastritis adalah masalah pencernaan yang melibatkan peradangan pada lapisan lambung. Gejalanya berupa gangguan pencernaan, nyeri perut, mual, dan sering serdawa.

Ada berbagai jenis dan penyebab penyakit lambung ini, misalnya infeksi bakteri H. pylori, penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), konsumsi alkohol yang tinggi, dan beberapa penyakit inflamasi.

Beberapa makanan dapat meningkatkan risiko infeksi H. pylori dan kebiasaan makan tertentu dapat memicu erosi lapisan perut atau memperburuk gejala gastritis. Oleh sebab itu, bagi sebagian orang, perubahan pola makan dapat membantu meringankan gastritis.

Berikut ini adalah tips diet yang dapat kamu terapkan untuk membantu mengurangi gejala gastritis.

1. Perhatikan durasi

Gak Boleh Sembarangan, Ini 5 Tips Diet untuk Orang dengan Gastritispexels.com/Acharaporn Kamornboonyarush

Menurut studi dalam Scandinavian Journal of Gastroenterology, gastritis bisa menjadi kondisi sementara atau kronis. Lamanya waktu yang diperlukan untuk menjalani diet gastritis akan bergantung pada banyak faktor yang berbeda, seperti gejala yang kamu alami, berapa lama kamu mengalaminya, penyebab, dan perawatan lainnya.

Bila kamu menderita gastritis karena kondisi kesehatan lain, mungkin memerlukan strategi jangka panjang untuk menangani gejalanya. Pilihan diet kemungkinan besar akan menjadi salah satu perubahan permanen yang harus dibuat.

Jika kamu rentan mengalami iritasi perut, kamu mungkin harus menghindari kafein dan makanan pedas untuk mencegah gejala. Jika kamu hanya mengalami gejala sesekali atau ringan, kamu mungkin memiliki pilihan diet yang lebih fleksibel, tetapi kamu perlu memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu.

2. Makanan yang meringankan gastritis

Gak Boleh Sembarangan, Ini 5 Tips Diet untuk Orang dengan Gastritisunsplash.com/Louis Hansel

Gastritis melibatkan peradangan pada lapisan perut, dan diet antiinflamasi dapat membantu pada beberapa orang. Dua makanan yang dapat membantu mengobati gastritis adalah brokoli dan yoghurt.

Brokoli mengandung sulforafan yang memiliki sifat antibakteri. Terdapat pula kandungan antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuhmu dari kanker. Oleh sebab itu, konsumsi brokoli dapat membantu meredakan atau mencegah gastritis dan menurunkan risiko kanker perut.

Menurut penelitian yang dilaporkan dalam jurnal Cancer Prevention Research, ditemukan bahwa peserta dengan infeksi H. pylori yang makan 70 gram atau sekitar setengah cangkir brokoli per hari selama 8 minggu memiliki tingkat infeksi dan peradangan yang lebih rendah, daripada mereka yang tidak makan brokoli.

Kemudian, penelitian lain dalam American Journal of Clinical Nutrition meneliti bahwa makan sekitar 2 cangkir yoghurt probiotik setiap hari sebelum menggunakan kombinasi antibiotik dapat meningkatkan kemampuan obat untuk memerangi infeksi H. pylori yang resistan terhadap obat.

Setelah 4 minggu, para peneliti menemukan bahwa partisipan yang mengonsumsi yoghurt dan antibiotik cenderung dapat menghilangkan infeksi lebih efektif, dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi antibiotik.

Baca Juga: Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Perut, Ini 6 Fakta Penting Gastritis

3. Makanan yang meningkatkan risiko gastritis

Gak Boleh Sembarangan, Ini 5 Tips Diet untuk Orang dengan Gastritisunsplash.com/Silvia Yohani

Seseorang mungkin lebih bisa mengembangkan gastritis jika sering mengonsumsi:

  • Daging merah;
  • Daging olahan;
  • Makanan yang diasinkan, dikeringkan, diasinkan, atau diasapi;
  • Makanan asin;
  • Makanan berlemak;
  • Alkohol.

Penelitian dalam jurnal Gastroenterology Research and Practice telah menunjukkan bahwa makanan asin dan berlemak dapat mengubah lapisan lambung. Diet tinggi garam dapat mengubah sel-sel di dalam perut, membuatnya lebih rentan terhadap infeksi H. pylori.

Selain itu, asupan alkohol yang tinggi juga dapat menyebabkan radang perut dan memperburuk gejala gastritis. Ini juga dapat menyebabkan erosi pada lapisan perut.

4. Perhatikan metode memasak

Gak Boleh Sembarangan, Ini 5 Tips Diet untuk Orang dengan Gastritisunsplash.com/Clem Onojeghuo

Melansir Verywell Health, hal yang tak kalah penting dalam diet gastritis adalah menghindari makanan yang digoreng, berminyak, berlemak, atau sangat manis.

Jadi, diet gastritis mengharuskan kamu untuk menghindari makanan cepat saji, tetapi gaya memasak rumahan juga perlu disesuaikan dengan diet gastritis. Metode memasak yang aman untuk orang dengan gastritis adalah memanggang, mengukus, dan merebus karena cenderung tidak menyebabkan iritasi perut.

Penting juga diingat bahwa bahan makanan tertentu dapat menyebabkan iritasi. Pastikan kamu membatasi penggunaan mentega, saus tomat, atau saus alfredo saat memasak pasta.

5. Tips gaya hidup lainnya

Gak Boleh Sembarangan, Ini 5 Tips Diet untuk Orang dengan Gastritisfreepik.com/senivpetro

Bersumber dari laman Medical News Today, untuk membantu mencegah atau mengatasi gastritis, kamu harus berhenti merokok. Sebab, kebiasaan buruk tersebut dapat meningkatkan risiko peradangan dan kanker mulut, esofagus, dan perut.

Kamu juga perlu mengelola stres dengan baik, karena tingkat stres yang tinggi dapat memicu produksi asam lambung yang dapat memperburuk gejala dan peradangan. Kemudian, konsultasikan obat apa pun yang dikonsumsi.

Penggunaan NSAID secara reguler juga dapat meningkatkan risiko kerusakan lapisan perut, yang dapat memicu atau memperburuk gejala gastritis. Beberapa contoh NSAID adalah aspirin, ibuprofen, dan naproxen.

Gastritis adalah masalah pencernaan yang umum, dan pilihan diet yang tepat dapat membantu mencegah dan mengurangi gejala. Jadi, untuk kamu yang sering mengalami gastritis, semoga diet ini dapat membantu meringankan kondisimu, ya.

Baca Juga: 7 Masalah Pencernaan yang Paling Sering Terjadi dan Cara Mengatasinya

Eka ami Photo Verified Writer Eka ami

Lifelong learner

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya