Ilustrasi pria sakit hipertensi (freepik.com/freepik)
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daging sapi, terutama dalam jumlah besar berpotensi meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti tingginya kandungan natrium (garam) dan lemak jenuh dalam daging merah. Garam yang berlebih bisa membuat tekanan darah naik. Sementara itu, lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol yang turut memengaruhi tekanan darah.
Selain itu, dalam pencernaan, daging merah juga dapat menghasilkan senyawa bernama TMAO (Trimethylamine-N-Oxide) melalui kerja mikrobioma usus. Senyawa ini belakangan dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk hipertensi. Bahkan studi berskala besar menyebutkan bahwa ada peningkatan risiko hipertensi sebesar 14 persen untuk setiap tambahan 100 gram konsumsi daging merah per hari.
Namun, penting dipahami bahwa daging sapi tetap memiliki manfaat jika dikonsumsi dalam jumlah sedang dan dalam bentuk yang minim proses. Daging sapi tanpa lemak merupakan sumber protein, zat besi, zinc, dan vitamin B12 yang baik. Jadi, jika kamu ingin tetap mengonsumsi daging sapi, pilih bagian yang lebih rendah lemak dan hindari menambah garam atau bumbu berlebihan.