Comscore Tracker

Waspada, 5 Kebiasaan Kaum Muda Ini Berisiko Merusak Pendengaran Lho

Yuk, sadari sebelum terlambat

Memiliki kemampuan mendengar yang baik merupakan salah satu bentuk rezeki yang patut kita syukuri. Salah satu bentuk mensyukurinya adalah dengan cara merawatnya semaksimal mungkin. 

Namun sayangnya, kebiasaan yang kerap dilakukan khususnya oleh kaum muda ini dapat mengganggu kualitas pendengaran. Jika sudah begitu, tentu aktivitas sehari-hari seperti sekolah atau bekerja akan terganggu. Tentu kamu nggak mau ini terjadi padamu, kan?

Sebelum terlambat, yuk, kenali berbagai kebiasaan tersebut dan segera perbaiki.

1. Terlalu sering menggunakan earphone 

Waspada, 5 Kebiasaan Kaum Muda Ini Berisiko Merusak Pendengaran Lhounsplash.com/Daria Litvinova

Siapa yang masih sering menggunakan earphone, headphone, atau perangkat sejenisnya? Tak hanya untuk memudahkan aktivitas menelepon, perangkat tersebut juga kerap digunakan untuk mendengarkan musik. Ternyata, kebiasaan yang tampak sepele ini adalah salah satu penyebab utama rusaknya pendengaranmu.

Melansir Healthy Hearing, ini bisa terjadi karena silia, sel rambut kecil yang bertugas untuk mengirimkan suara, mengalami kerusakan hingga akhirnya mati. Apalagi, dikatakan sel rambut tersebut kurang dapat beregenerasi.

Penelitian dalam International Journal of Preventive Medicine tahun 2014 telah membuktikan penggunaan earphone atau sejenisnya berisiko merusak kualitas pendengaran.

Selain itu tak hanya dari earphone, mendengarkan suara keras seperti dari konser juga berpengaruh, seperti melansir American Hearing & Balance.

2. Merokok 

Waspada, 5 Kebiasaan Kaum Muda Ini Berisiko Merusak Pendengaran Lhounsplash.com/fotografierende

Bagaimana rokok dapat memperburuk kualitas pendengaranmu? Ini terjadi karena kandungan nikotin dan karbon monoksida dari rokok dapat membuat semua pembuluh darah menyempit, termasuk telinga bagian dalam, sehingga dapat mengancam kesehatan sel rambut serta menurunkan kadar oksigen dalam darah.

Tak sampai di situ, nikotin dan karbon monoksida dikatakan juga dapat mengganggu neurotransmiter yang berfungsi untuk memberi tahu otak tentang suara apa yang didengar, mengiritasi tuba eustachius dan lapisan telinga tengah, merangsang pelepasan radikal bebas yang memicu kerusakan DNA dan menyebabkan penyakit, serta meningkatkan kepekaan terhadap suara keras yang mana ini dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran akibat kebisingan.

Penelitian dalam Journal of Clinical and Diagnostic Research tahun 2013 memaparkan bahwa tembakau memiliki efek buruk terhadap indra pendengaran,

Selain itu, penelitian dari jurnal JAMA tahun 1998 juga menjelaskan jika merokok dapat mengganggu kualitas pendengaran.

Apakah rokok elektrik atau vape dapat menjadi alternatif? Jawabanya tidak. Ini karena vape juga memiliki kandungan tembakau dan nikotin, yang mana keduanya memiliki edek sama seperti mengisap rokok konvensional. Belum lagi, ratusan kandungan kimia dalam liquid-nya seperti proplene glycol dapat mengganggu kesehatan, salah satunya gangguan pendengaran mendadak.

Baca Juga: Gejala Baru COVID-19: Gangguan Pendengaran Mendadak dan Permanen

3. Konsumsi alkohol berlebihan

Waspada, 5 Kebiasaan Kaum Muda Ini Berisiko Merusak Pendengaran Lhounsplash.com/Josh Olalde

Pertama, hubungan alkohol dengan otak. Manusia memiliki korteks pendengaran di otak yang bertanggung jawab untuk mengirim informasi yang kita dengar di koklea telinga bagian dalam, lalu ke otak untuk menafsirkannya. Sayangnya, konsumsi alkohol berlebihan dapat memengaruhi korteks pendengaran. Ini dapat mengganggu cara otak memproses suara. Jadi, meski sebenarnya telingamu baik-baik saja, mungkin otakmu yang sedang bermasalah.

Di samping itu, suatu studi oleh para peneliti di Universitas Ulm, Jerman, mendapati adanya kerusakan korteks auditori pusat akibat konsumsi alkohol berlebih, yang mana dapat menurunkan kinerja memproses suara. Nah, situasi seperti ini menyebabkan penderitanya kesulitan mendengarkan orang yang berbicara cepat serta membedakan suara saat bising.

Berikutnya adalah hubungan alkohol dengan pendengaran. Alkohol dapat menciptakan lingkungan beracun pada telinga bagian dalam, di mana terdapat sel rambut di dalamnya yang berperan untuk menerjemahkan suara yang terkumpul di telinga menjadi impuls elektronik, lalu mengirimkannya ke sepanjang saraf pendengaran ke otak.

Lingkungan beracun tersebut rupanya dapat merusak sel rambut, belum lagi seperti yang dikatakan sebelumnya, mereka kurang dapat beregenerasi sehingga ada kemungkinan terjadinya kerusakan permanen.

Efek buruk dari alkohol ini terbukti melalui penelitian dalam jurnal BMC Ear, Nose and Throat Disorders tahun 2007, yang memaparkan bila alkohol dapat menyebabkan penggunanya mengalami cocktail deafness atau kesulitan menangkap suara dengan frekuensi yang lebih rendah akibat alkohol.

Bahkan, penelitian tersebut mengungkapkan, meskipun kemampuan pendengaran kembali normal setelah berhenti minum, tetap saja ada risiko kerusakan permanen akibat episode gangguan pendengaran yang sering terjadi.

4. Malas berolahraga

Waspada, 5 Kebiasaan Kaum Muda Ini Berisiko Merusak Pendengaran LhoPexels/Ekaterina Bolovtsova

Kurangnya olahraga yang disertai dengan makan berlebih merupakan salah satu pemicu obesitas. Nah, keadaan tersebut membuat penderitanya untuk lebih mungkin terserang diabetes dan penyakit jantung yang dapat mengganggu sistem peredaran darah. 

Jika sudah begitu, maka kualitas pendengaran terancam terganggu. Olahraga teratur dan gaya hidup sehat lainnya sangat penting untuk menjaga kualitas pendengaran.

5. Mengabaikan kebersihan gigi

Waspada, 5 Kebiasaan Kaum Muda Ini Berisiko Merusak Pendengaran Lhopexels.com/Andrea Piacquadio

Ngaku, deh, siapa yang masih malas sikat gigi secara rutin? Selain bikin napas bau, kurangnya perhatian terhadap kebersihan gigi rupanya dapat memengaruhi kualitas pendengaranmu, lho. Kok, bisa?

Melansir Heuster Hearing Institute, ini bisa terjadi karena bakteri dari mulut dapat masuk ke aliran darah yang memicu peradangan dan penyempitan arteri. Jika sudah begitu, sirkulasi darah akan terhambat, sehingga dapat mengembangkan risiko gangguan pendengaran.

Dari lima kebiasaan di atas, mana yang paling sering kamu lakukan? Jika dirasa pendengaranmu terganggu, kamu bisa memeriksakan telingamu ke dokter spesialis THT untuk mencegahnya agar tak semakin parah.

Baca Juga: 5 Cara Efektif Menjaga Kesehatan Telinga, Sudah Paham Semua?  

Garnis Sukma Photo Verified Writer Garnis Sukma

Semoga artikelnya bermanfaat ya, kurang lebihnya mohon maaf^^. Btw, jangan lupa mampir @_inigarnis

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya