ilustrasi seseorang flu (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Sering sakit, mudah terserang flu atau pilek, atau merasa tidak fit bisa menjadi tanda sistem imun terganggu akibat latihan berlebihan.
Penelitian menunjukkan bahwa latihan intens tanpa pemulihan cukup dapat menurunkan fungsi imun sementara.
Jika kamu merasa tubuh mulai drop, berhenti total dari latihan adalah langkah penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius.
Berhenti sejenak bukan berarti kehilangan progres. Justru sebaliknya, istirahat yang tepat memungkinkan tubuh kembali lebih kuat dan siap menghadapi beban latihan berikutnya. Mengetahui kapan harus berhenti adalah bagian dari kedewasaan sebagai pelari dan kunci untuk tetap bisa berlari dalam jangka panjang.
Referensi
Stuart J. Warden, David B. Burr, and Peter D. Brukner, “Stress Fractures: Pathophysiology, Epidemiology, and Risk Factors,” Current Osteoporosis Reports 4, no. 3 (September 1, 2006): 103–9, https://doi.org/10.1007/s11914-996-0029-y.
Jeffrey Kreher, “Diagnosis and Prevention of Overtraining Syndrome: An Opinion on Education Strategies,” Open Access Journal of Sports Medicine Volume 7 (September 1, 2016): 115–22, https://doi.org/10.2147/oajsm.s91657.
D. G. Allen, G. D. Lamb, and H. Westerblad, “Skeletal Muscle Fatigue: Cellular Mechanisms,” Physiological Reviews 88, no. 1 (January 1, 2008): 287–332, https://doi.org/10.1152/physrev.00015.2007.
Daniel J. Plews et al., “Training Adaptation and Heart Rate Variability in Elite Endurance Athletes: Opening the Door to Effective Monitoring,” Sports Medicine 43, no. 9 (July 12, 2013): 773–81, https://doi.org/10.1007/s40279-013-0071-8.
Ferber, Reed, and Shari Macdonald. Running Mechanics and Gait Analysis. Champaign, IL: Human Kinetics, 2014.
“Position Statement. Part One: Immune Function and Exercise,” PubMed, 2011, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21446352/.