Comscore Tracker

7 Cara Membedakan PMS dan Hamil, Ketahui Gejala dan Cirinya

Samar banget, tapi kelihatan seiring berjalannya waktu

Premenstrual Syndrome alias PMS merupakan gejala yang biasa muncul 1 hingga 2 minggu sebelum haid tiba. Indikasinya seperti masalah perut hingga gangguan pada mood. Beberapa gejala ini kerap disalahartikan sebagai tanda-tanda kehamilan.

Gak bisa dimungkiri, karena keduanya kerap menunjukkan indikator serupa yang ambigu. Untuk itu, coba ketahui cara membedakan PMS dan hamil berikut guna mengidentifikasi tanda-tanda yang sedang kamu alami.

Cara membedakan PMS dan hamil

Bentuk gejala sindrom pra-menstruasi beragam, tiap perempuan bisa beda-beda. Namun, sebagian besar meliputi nyeri pada payudara, kram, dan perubahan suasana hati. Nah, indikator ini ternyata juga muncul pada perempuan yang sedang hamil.  

Kalau kamu termasuk perempuan yang aktif secara seksual, kondisi ini bisa jadi membingungkan. Namun, ada hal-hal mendasar yang bisa kamu gunakan sebagai cara membedakan PMS dan hamil. Ini uraiannya.

1. Nyeri payudara

7 Cara Membedakan PMS dan Hamil, Ketahui Gejala dan Cirinyailustrasi payudara (pexels.com/cottonbro)

Gejala umum yang muncul baik ketika PMS maupun tanda awal kehamilan adalah nyeri payudara. Pada pramenstrual syndrome, payudara terasa bengkak dan biasanya terjadi di paruh kedua siklus menstruasi, sekitar masa subur atau menjelang datangnya haid. Namun, rasa sakitnya berkurang atau hilang setelah menstruasi keluar. Ini terjadi karena kadar progesteron ikut berkurang. 

Pada kehamilan, payudara juga terasa sakit, sensitif, dan lembut saat disentuh. Kondisi ini biasanya berlangsung pada minggu pertama dan kedua kehamilan. Dibanding saat menstruasi, nyeri payudara saat hamil bisa berlangsung lebih lama karena kadar progesteron yang terus meningkat. 

2. Kram

7 Cara Membedakan PMS dan Hamil, Ketahui Gejala dan Cirinyailustrasi kram perut (pexels.com/Sora Shimazaki)

Baik ketika PMS maupun hamil, perempuan bisa mengalami sakit perut hebat. Pada PMS kram ini dikenal istilah dismenore, yakni kram yang terjadi 24 hingga 48 sebelum menstruasi. Rasa sakitnya bisa bertahan pada hari-hari awal datang bulan dan berkurang seiring berjalannya waktu. 

Saat hamil, kram ringan juga sering muncul sebagai pertanda. Bedanya, rasa sakitnya terasa di sekitar perut bagian bawah atau punggung bawah. Kram bisa berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Jika kamu memiliki riwayat keguguran, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter kandungan. 

3. Pendarahan

7 Cara Membedakan PMS dan Hamil, Ketahui Gejala dan Cirinyailustrasi pendarahan (pexels.com/Cottonbro)

Cara membedakan PMS dan hamil paling penting yakni adanya bercak darah. PMS gak dibarengi dengan adanya pendarahan selama mengalami nyeri atau gejala lain. Perempuan PMS akan mendapatkan aliran darah yang 'berat' setelah memasuki masa menstruasi. 

Adapun pada kehamilan, minggu-minggu awal bisa jadi momen perempuan mengalami pendarahan. Biasanya, perempuan mengalami sekitar 10 hingga 14 hari setelah pembuahan dan berlangsung1 atau 2 hari saja. Pendarahan ini berbentuk bercak warna kemerahan atau cokelat dan volumenya gak cukup banyak untuk memenuhi pembalut atau tampon. 

Baca Juga: Flu Menstruasi: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

4. Perubahan suasana hati

7 Cara Membedakan PMS dan Hamil, Ketahui Gejala dan Cirinyailustrasi gangguan mood (pexels.com/Liza Summer)

PMS membuat suasana hati berubah, menjadi mudah kesal. Kamu pun akan sering menangis dan merasa cemas. Namun, gejala ini umumnya mereda begitu menstruasi datang. Olahraga dan aktivitas fisik dapat mengurangi kemurungan saat PMS, ya. 

Pada perempuan hamil, perubahan mood juga sangat kentara. Bedanya, perubahan suasana hati ini bisa berlangsung hingga mendekati masa persalinan. Kamu bisa merasakan emosional yang meledak seperti rasa haru, senang, sekaligus takut akan anggota keluarga baru.

Perubahan suasana hati akibat PMS maupun kehamilan juga dapat merujuk ke gangguan psikologis serius. Hubungi dokter atau konselor untuk mendapatkan bantuan apabila kamu merasa depresi terus menerus atau dibarengi rasa putus asa. 

5. Kelelahan

7 Cara Membedakan PMS dan Hamil, Ketahui Gejala dan Cirinyailustrasi sindrom kelelahan kronis (freepik.com/yanalya)

Perubahan hormonal menjelang siklus menstruasi bisa menyebabkan tubuh mudah lelah. Hal ini bisa jadi cara membedakan PMS dan hamil. Kamu mungkin merasa lesu seharian dan enggan melakukan aktivitas apapun, bahkan sulit tidur. Namun, tak perlu khawatir, gejala ini akan berkurang seiring datangnya menstruasi. Olahraga dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan kualitas tidur. 

Bedanya dengan kehamilan, rasa lelahnya akan bertahan lebih lama. Biasanya berlangsung selama trimester pertama. Peningkatan kadar hormon progesteron menjadi alasan di baliknya. Gak heran jika rasa lelah juga bisa berlangsung selama masa kehamilan. Usahakan untuk menambah asupan makan dan istirahat yang cukup.

6. Ngidam

7 Cara Membedakan PMS dan Hamil, Ketahui Gejala dan Cirinyailustrasi ngidam (pexels.com/Andres Ayrton)

Faktanya, ngidam gak cuma berlaku saat hamil. Ketika PMS, beberapa perempuan mengalami perubahan kebiasaan makan, seperti menginginkan makanan manis-manis, karbohidrat, dan makanan gurih. Namun, ngidam ini gak sampai di tahapan saat hamil.

Ketika hamil, perempuan cenderung menginginkan sesuatu secara spesifik dan gak tertarik dengan makanan lain. Kamu mungkin juga gak menyukai bau dan rasa tertentu, bahkan yang pernah disukai sebelumnya. Beberapa individu mengalami pica ketika hamil. Ini merupakan kecenderungan mengonsumsi makanan tanpa gizi, seperti potongan logam dan sebagainya. 

7. Gejala unik kehamilan

Cara membedakan PMS dan hamil berikutnya dengan memperhatikan gejala unik yang hanya muncul saat perempuan hamil. Hal utama yang mungkin terlambat disadari adalah melewatkan periode menstruasi. Jika kamu telat haid 1 atau 2 minggu dari jadwal haid seharusnya, sebaiknya lakukan tes kehamilan.

Jika PMS gak mengalami mual, perempuan yang mengalami kehamilan biasanya mendapatkan gejala morning sickness. Dilansir Medical News Today, mual memengaruhi nyaris 80 persen perempuan hamil dan biasanya dimulai sebelum minggu ke-9. 

Selain itu, perhatikan warna puting. Meski payudara sama-sama lembut dan sensitif saat PMS maupun hamil, perubahan areola hanya terjadi pada perempuan mengandung. Biasanya warnanya menjadi lebih gelap atau ukurannya membesar dan terjadi satu hingga dua minggu setelah pembuahan. 

Meski gejalanya sangat samar, cara membedakan PMS dan hamil di atas cukup membantu untuk mengetahui kondisi tubuh. Jika kamu mengalami tanda-tanda PMS dan telah negatif tes kehamilan, tetapi gak kunjung datang bulan, segera buat janji temu dengan dokter untuk memastikan penyebabnya, ya.

Baca Juga: 10 Cara Mencegah Kehamilan secara Alami Tanpa Alat Kontrasepsi

Topic:

  • Laili Zain
  • Lea Lyliana

Berita Terkini Lainnya