Latihan kekuatan membantu membangun otot dan kekuatan. Ini akan membantu mendukung keseimbangan, postur, dan gerakan. Pada akhirnya, manfaat ini akan membantu mengurangi risiko cedera dan jatuh serta meningkatkan kemampuan fungsional secara keseluruhan.
Sebuah tinjauan terhadap lebih dari 23.000 orang di atas usia 60 tahun menemukan bahwa latihan kekuatan bermanfaat untuk keseimbangan. Mereka yang rutin melakukan latihan kekuatan dan latihan keseimbangan memiliki peluang 34 persen lebih rendah untuk terjatuh.
Dari ulasan di atas, manfaat latihan kekuatan lebih dari sekadar membangun otot. Jika rutin dilakukan, ini dapat meningkatkan kesehatan mental, kualitas tidur, memperkuat tulang, hingga memperpanjang harapan hidup.
Referensi:
Hart, P. D., & Buck, D. J. (2019). "The effect of resistance training on health-related quality of life in older adults: Systematic review and meta-analysis." Health Promotion Perspectives, 9(1), 1–12.
"Functional Fitness: Building Strength for Real-Life Activities." American Sports and Fitness Association. Diakses Mei 2024.
Shiroma, E. J., Cook, N. R., Manson, J. E., Moorthy, M. V., Buring, J. E., Rimm, E. B., & Lee, I. (2017b). "Strength training and the risk of type 2 diabetes and cardiovascular disease." Medicine and Science in Sports and Exercise, 49(1), 40–46.
Mcleod, J. C., Stokes, T., & Phillips, S. M. (2019). "Resistance Exercise training as a primary Countermeasure to Age-Related Chronic Disease." Frontiers in Physiology, 10.
Leite, T. B., et al. (2017). "Effects of Different Number of Sets of Resistance Training on Flexibility." International journal of exercise science, 10(3), 354–364.
Broadhouse, K. M., et al. (2020). "Hippocampal plasticity underpins long-term cognitive gains from resistance exercise in MCI." NeuroImage. Clinical, 25, 102182.
Gordon, B.R., McDowell, C.P., Lyons, M. et al. "Resistance exercise training for anxiety and worry symptoms among young adults: a randomized controlled trial." Scientific Reports 10, 17548 (2020).